Stroberi
PEDOMAN BUDIDAYA STROBERI
SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN STROBERI
Budidaya Tanaman Stroberi Lengkap
Kamis, 21 Februari 2013
HAMA & PENYAKIT STROBERI
HAMA & PENYAKIT STROBERI - Budidaya Petani. Tentunya dalam budidaya stroberi tidak terlepas dari yang namanya tantangan dan hambatan berupa hama dan penyakit. Berikut ini akan disajikan tentang hama dan penyakit yang menyerang tanaman stroberi.
Baca juga :
Pedoman Budidaya Stroberi
SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN STROBERI
HAMA & PENYAKIT JAMBU BIJI
- Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii)
- Kutu berwarna kuning-kuning kemerahan, kecil (1-2 mm), hidup bergerombol di permukaan bawah daun.
- Gejala: pucuk/daun keriput, keriting, pembentukan bunga/buah terhambat.
- Pengendalian: dgn insektisida Fastac 15 EC & Confidor 200 LC.
- Tungau (Tetranychus sp. & Tarsonemus sp.)
- Tungau berukuran sangat kecil, betina berbentuk oval, jantan berbentuk agak segi tiga & telur kemerah-merahan.
- Gejala: daun berbercak kuning sampai coklat, keriting, mengering & gugur.
- Pengendalian: dgn insektisida Omite 570 EC, Mitac 200 EC atau Agrimec 18 EC.
- Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Otiorhynchus rugosostriatus) & kumbang penggerek batang (O. sulcatus).
- Gejala: di bagian tanaman yg digerek terdapat tepung.
- Pengendalian: dgn insektisida Decis 2,5 EC, Perfekthion 400 EC atau Curacron 500 EC pada waktu menjelang fase berbunga.
- Kutu putih (Pseudococcus sp.)
- Gejala: bagian tanaman yg tertutupi kutu putih akan menjadi abnormal.
- Pengendalian: kimia dgn insektisida Perfekthion 400 EC atau Decis 2,5 EC.
- Nematoda (Aphelenchoides fragariae atau A. ritzemabosi)
- Hidup di pangkal batang tanaman stroberi bahkan sampai pucuk tanaman.
- Gejala: tanaman tumbuh kerdil, tangkai daun kurus & kurang berbulu.
- Pengendalian: dgn nematisida Trimaton 370 AS, Rugby 10 G atau Nemacur 10 G.
- Kapang kelabu (Botrytis cinerea)
- Gejala: bagian buah membusuk & berwarna coklat lalu mengering.
- Pengendalian: dgn fungisida Benlate atau Grosid 50 SD.
- Busuk buah matang (Colletotrichum fragariae Brooks)
- Gejala: bah masak menjadi kebasah-basahan berwarna coklat muda & buah dipenuhi massa spora berwarna merah jambu.
- Pengendalian: dgn fungisida berbahan aktif tembaga seperti Kocide 80 AS, Funguran 82 WP, Cupravit OB 21.
- Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer).
- Gejala:
- buah busuk, berair, berwarna coklat muda & bila ditekan akan mengeluarkan cairan keruh;
- di tempat penyimpanan, buah yg terinfeksi akan tertutup miselium jamur berwarna putih & spora hitam.
- Pengendalian: membuang buah yg sakit, pasca panen yg baik & budidaya dgn mulsa plastik.
- Empulur merah (Phytophthora fragariae Hickman)
- Gejala: jamur menyerang akar sehingga tanaman tumbuh kerdil, daun tdk segar, kadang-kadang layu terutama siang hari.
- Embun tepung (Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator).
- Gejala: bagian yg terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, bunga akan mengering & gugur.
- Pengendalian: dgn fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC.
- Daun gosong (Diplocarpon earliana atau Marssonina fragariae)
- Gejala: Daun berbercak bulat telur sampai bersudut tdk teratur, berwarna ungu tua.
- Pengendalian kimia dgn fungisida Dithane M-45 atau Antracol 70 WP.
- Bercak daun
- Penyebab :
- Ramularia tulasnii atau Mycosphaerella fragariae,
- Gejala: bercak kecil ungu tua pada daun. Pusat bercak berwarna coklat yg akan berubah menjadi putih;
- Pestalotiopsis disseminata,
- Gejala: bercak bulat pada daun. Pusat bercak berwarna coklat fua dikelilingi bagian tepi berwarna coklat kemerahan atau kekuningan, daun mudah gugur;
- Rhizoctonia solani,
- Gejala : bercak coklat-hitam besar pada daun.
- Pengendalian kimia dgn fungisida bahan aktif tembaga seperti Funguran 82 WP, Kocide 77 WP atau Cupravit OB 21.
- Busuk daun (Phomopsis obscurans).
- Gejala: noda bula berwarna abu-abu dikelilingi warna merah ungu, kemudian noda membentuk luka mirip huruf V.
- Pengendalian: dgn Dithane M-45, Antracol 70 WP atau Daconil 75 WP.
- Layu vertisillium (Verticillium dahliae)
- Gejala: daun terinfeksi berwarna kekuning-kuningan hingga coklat, layu & tanaman mati.
- Pengendalian: melalui fumigasi gas dgn Basamid-G.
- Virus
- Ditularkan melalui serangga aphids atau tungau.
- Gejala: terjadi perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning (khlorosis) sepanjang tulang daun atau totol-totol (motle), daun jadi keriput, kaku, tanaman kerdil.
- Pengendalian: menggunakan bibit bebas virus, menghancurkan tanaman terserang, menyemprot pestisida utk mengendalikan serangga pembawa virus. Pencegahan hama & penyakit umumnya dapat dilakukan dgn menjaga kebersihan kebun/tanaman, menanam secara serempak (untuk memutus siklus hidup), menanam bibit yg sehat, memberikan pupuk sesuai anjuran sehingga tanaman tumbuh sehat, melakukan pergiliran tanaman dgn tanaman bukan keluarga Rosaceae & memangkas bagian tanaman/mencabut tanaman yg sakit. Membudidayakan stroberi dgn mulsa plastik juga akan menekan pertumbuhan hama/ penyakit. Khusus utk penyakit, perbaikan drainase biasanya dapat menurunkan serangan. Baca selengkapnya tentang budidaya buah stroberi melalui link ini >> Budidaya Buah Stroberi
Demikian artikel tentang jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman stroberi, semoga bermanfaat.
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/02/hama-penyakit-stroberi.html
Baca juga :
Pedoman Budidaya Stroberi
SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN STROBERI
HAMA & PENYAKIT JAMBU BIJI
PEDOMAN BUDIDAYA STROBERI
PEDOMAN BUDIDAYA STROBERI - Budidaya Petani. Ada banyak hal yang perlu diketahui dalam budidaya tanaman stroberi supaya dapat optimal hasinya. Berikut ini adalah pedoman budidaya budidaya buah stroberi.
Baca Juga :
SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN STROBERI
HAMA & PENYAKIT JAMBU BIJI
PEDOMAN BUDIDAYA JAMBU BIJI
Pembibitan Stroberi
Stroberi diperbanyak dgn biji & bibit vegetatif (anakan & stolon atau akar sulur). Adapun kebutuhan bibit per hektar antara 40.000-83.350.
- Perbanyakan dgn biji
- Benih stroberi dibeli dari toko pertanian, rendam benih di dalam air selama 15 menit lalu keringanginkan.
- Kotak persemaian berupa kotak kayu atau plastik, diisi dgn media berupa campuran tanah, pasir & pupuk kandang (kompos) halus yg bersih (1:1:1). Benih disemaikan merata di atas media & tutup dgn tanah tipis. Kotak semai ditutup dgn plastik atau kaca bening & disimpan pada temperatur18-20 derajat C.
- Persemaian disiram setiap hari, setelah bibit berdaun dua helai siap dipindahtanam ke bedeng sapih dgn jarak antar bibit 2-3 cm. Media tanam bedeng sapih sama dgn media persemaian. Bedengan dinaungi dgn plastik bening. Selama di dalam bedengan, bibit diberi pupuk daun. Setelah berukuran 10 cm & tanaman telah merumpun, bibit dipindahkan ke kebun.
- Bibit vegetatif untuk budidaya stroberi di kebun Tanaman induk yg dipilih harus berumur 1-2 tahun, sehat & produktif. Penyiapan bibit anakan & stolon adalah sebagai berikut:
- Bibit anakan : Rumpun dibongkar dgn cangkul, tanaman induk dibagi menjadi beberapa bagian yg sedikitnya mengandung 1 anakan. Setiap anakan ditanam dalam polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir & pupuk kandang halis (1:1:1), simpan di bedeng persemaian beratap plastik.
- Bibit stolon : Rumpun yg dipilih telah memiliki akar sulur pertama & kedua. Kedua akar sulur ini dipotong. Bibit ditanam di dalam atau polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir & pupuk kandang (1:1:1). Setelah tingginya 10 cm & berdaun rimbun, bibit siap dipindahkan ke kebun.
- Bibit utk budidaya stroberi di polibag : Pembibitan dari benih atau anakan/stolon dilakukan dgn cara yg sama, tetapi media tanam berupa campuran gabah padi & pupuk kandang (2:1). Setelah bibit di persemaian berdaun dua atau bibit dari anakan/stolon di polibag kecil (18 x15) siap pindah, bibit dipindahkan ke polibag besar ukuran 30 x 20 cm berisi media yg sama. Di polibag ini bibit dipelihara sampai menghasilkan.
- Budidaya di Kebun Tanpa Mulsa Plastik
- Di awal musim hujan, lahan diolah dgn baik sedalam 30-40 cm.
- Keringanginkan selama 15-30 hari.
- Buat bedengan: lebar 80 x 100 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dgn lahan, jarak antar bedengan 40 x 60 cm atau guludan: lebar 40 x 60 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dgn lahan, jarak antar guludan 40 x 60 cm.
- Taburkan 20-30 ton/ha pupuk kandang/kompos secara merata di permukaan bedengan/ guludan.
- Biarkan bedengan/guludan selama 15 hari. f) Buat lubang tanam dgn jarak 40 x 30 cm, 50 x 50 cm atau 50 x 40 cm.
- Budidaya di Kebun dgn Mulsa Plastik.
- Di awal musim hujan, lahan diolah dgn baik & keringanginkan 15-30 hari.
- Buatlah bedengan: lebar 80 x 120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dgn lahan, jarak antar bedengan 60 cm atau guludan: lebar bawah 60 cm, lebar atas 40 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dgn lahan, jarak antar bedengan 60 cm.
- Keringanginkan 15 hari.
- Taburkan & campurkan dgn tanah bedengan/guludan 200 kg urea, 250 kg SP-36 & 100 kg/ha KCl.
- Siram hingga lembab.
- Pasang mulsa plastik hitam atau hitam perak menutupi bedengan/guludan & kuatkan ujung-ujungnya dgn bantuan bambu berbentuk U.
- Buat lubang di atas plastik seukuran alas kaleng bekas susu kental manis. Jarak antar lubang dalam barisan 30, 40 atau 50 cm, sehingga jarak tanam menjadi 40 x 30, 50 x 50 atau 50 x 40 cm.
- Buat lubang tanam di atas lubang mulsa tadi.
- Pengapuran : Bila tanah masam, 2-4 ton/ha kapur kalsit/dolomit ditebarkan di atas bedengan/guludan lalu dicampur merata. Pengapuran dilakukan segera setelah bedengan/guludan selesai dibuat.
Teknik Penanaman
- Siram polybag berisi bibit & keluarkan bibit stroberi bersama media tanamnya dgn hati-hati.
- Tanam satu bibit di lubang tanam & padatkan tanah di sekitar pangkal batang.
- Untuk tanaman tanpa mulsa, beri pupuk dasar sebanyak 1/3 dari dosis pupuk anjuran (dosis anjuran 200 kg/ha Urea, 250 kg SP-36 & 150 kg/ha KCl). Pupuk diberikan di dalam lubang sejauh 15 cm di kiri-kanan tanaman.
- Sirami tanah di sekitar pangkal batang sampai lembab.
Pemeliharaan Tanaman
- Penyulaman : Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari setelah tanam. Tanaman yg disulam adalah yg mati atau tumbuh abnormal.
- Penyiangan : Penyiangan dilakukan pada pertanaman stroberi tanpa ataupun dgn mulsa plastik. Mulsa yg berada di antara barisan/bedengan dicabut & dibenamkan ke dalam tanah. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan gulma, biasanya dilakukan bersama pemupukan susulan.
- Perempelan/Pemangkasan : Tanaman yg terlalu rimbun, terlalu banyak daun harus dipangkas. Pemangkasan dilakukan teratur terutama membuang daun-daun tua/rusak. Tanaman stroberi diremajakan setiap 2 tahun.
- Pemupukan
- Pertanaman tanpa mulsa: Pupuk susulan diberikan 1,5-2 bulan setelah tanam sebanyak 2/3 dosis anjuran. Pemberian dgn cara ditabur dalam larikan dangkal di antara barisan, kemudian ditutup tanah.
- Pertanaman dgn mulsa: Pupuk susulan ditambahkan jika pertumbuhan kurang baik. Campuran urea, SP-36 & KCl (1:2:1,5) sebanyak 5 kg dilarutkan dalam 200 liter air. Setiap tanaman disiram dgn 350-500 cc larutan pupuk.
- Pengairan & Penyiraman : Sampai tanaman berumur 2 minggu, penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Setelah itu penyiraman dikurangi berangsur-angsur dgn syarat tanah tdk mengering. Pengairan bisa dgn disiram atau menjanuhi parit antar bedengan dgn air.
- Pemasangan Mulsa Kering : Mulsa kering dipasang seawal mungkin setelah tanam stroberi pada bedengan/ guludan yg tdk memakai mulsa plastik. Jerami atau rumput kering setebal 3–5 cm dihamparkan di permukaan bedengan/guludan & antara barisan tanaman. Baca selengkapnya tentang budidaya buah stroberi melalui link berikut >> Budidaya Tanaman Stroberi Lengkap
Demikian artikel tentang Pedoman Budidaya Stroberi, semoga bermanfaat.
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/02/pedoman-budidaya-stroberi.html
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/02/pedoman-budidaya-stroberi.html
Baca Juga :
SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN STROBERI
HAMA & PENYAKIT JAMBU BIJI
PEDOMAN BUDIDAYA JAMBU BIJI
Rabu, 20 Februari 2013
SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN STROBERI
SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN STROBERI - Budidaya Petani. Paling tidak ada 3 hal yang termasuk syarat tumbuh tanaman stroberi.
Media Tanam Stroberi
- Jika ditanam di kebun, tanah yg dibutuhkan adalah tanah liat berpasir, subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, tata air & udara baik.
- Derajat keasaman tanah (pH tanah) yg ideal utk budidaya stroberi di kebun adalah 5.4-7.0, sedangkan utk budidaya di pot adalah 6.5–7,0.
- Jika ditanam dikebun maka kedalaman air tanah yg disyaratkan adalah 50-100 cm dari permukaan tanah. Jika ditanam di dalam pot, media harus memiliki sifat poros, mudah merembeskan airdan unsur hara selalu tersedia.
Iklim Yang Cocok untuk Tanaman Stroberi
- Tanaman stroberi dapat tumbuh dgn baik di daerah dgn curah hujan 600-700 mm/tahun.
- Lamanya penyinaran cahaya matahari yg dibutuhkan dalam pertumbuhan adalah 8–10 jam setiap harinya.
- Stroberi adalah tanaman subtropis yg dapat beradaptasi dgn baik di dataran tinggi tropis yg memiliki temperatur 17–20 derajat C.
- Kelembaban udara yg baik utk pertumbuhan tanaman stroberi antara 80-90%.
Ketinggian tempat yg memenuhi syaratiklim tersebut adalah 1.000-1.500 meter dpl.
Demikian artikel SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN STROBERI, semoga bermanfaat
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/02/syarat-pertumbuhan-tanaman-stroberi.html
Baca Juga :
HAMA dan PENYAKIT JAMBU BIJI
HAMA dan PENYAKIT JAMBU BIJI - Budidaya Petani. Berikut adalah hama dan penyakit yang menyerang tanaman jambu biji
- Ulat daun (trabala pallida)
- Pengendalian: dengan menggunakan nogos.
- Ulat keket (Ploneta diducta).
- Pengendalian: sama dengan ulat daun.
- Semut & tikus
- Pengendalian: dengan penyemprotan sevin & furadan.
- Kalong & Bajing
- Keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. yg termasuk faktor biotik seperti persediaan makanan,
- Pengendalian: dengan menggunakan musuh secara alami.
- Ulat putih
- Gejala: buah menjadi berwarna putih hitam,
- Pengendalian: dilakukan penyemprotan dengan insektisida yg sesuai sebanyak 2 kali seminggu hingga satu bulan sebelum panen penyemprotan dihentikan.
- Ulat penggerek batang (Indrabela sp)
- Gejala: membuat kulit kayu & mampu membuat lobang sepanjang 30 cm;
- Pengendalian: sama dengan ulat putih.
- Ulat jengkal (Berta chrysolineate)
- Ulat pemakan daun muda, berbentuk seperti tangkai daun berwarna cokelat & beruas-ruas
- Gejala: pinggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning.
- Pengendalian: sama dengan ulat putih.
- Penyakit karena ganggang (Cihephaleusos Vieccons)
- Menyerang daun tua & muncul pada musim hujan.
- Gejala: adanya bercak-bercak kecil dibagian atas daun disertai serat-serat halus berwarna jingga yg merupakan kumpulan sporanya.
- Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX.
- Jamur Ceroospora psidil , Jamur karat poccinia psidil, Jamur allola psidil
- Gejala: bercak pada daun berwarna hitam.
- Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX.
- Penyakit karena cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus
- Gejala: rizom berwarna putih yg menempel pada akar & apabila akar yg kena dikupas akan nampak warna kecoklatan.
- Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX.
Gulma
Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman jambu biji yg berbentuk rerumputan yg berada disekitar tanaman jambu biji yg mengganggu pertumbuhan & perkembangan bibit tanaman, oleh sebab itu perlu dilakukan penyiangan secara rutin. Untuk selengkapnya tentang Budidaya Tanaman jambu Biji dapat dilihat melalui link berikut >> Cara Budidaya Jambu Biji
Demikian artikel hama dan penyakit yang menyerang tanaman jambu biji, semoga bermanfaat.
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/02/hama-penyakit-jambu-biji.html
PEDOMAN BUDIDAYA JAMBU BIJI
PEDOMAN BUDIDAYA JAMBU BIJI - Budidaya Petani. Berikut ini adalah tata cara budidaya tanaman jambu biji.
Pembibitan jambu biji
Pembibitan pohon jambu bijidilakukan melalui sistem pencangkokan & okulasi, walaupun dapat juga dilakukan dengan cara menanam biji dengan secara langsung.
1) Persyaratan Benih jambu biji
Benih yg diambil biasanya dipilih dari benih-benih yg disukai oleh masyarakat konsumen yg merupakan bibit unggulan seperti jambu bangkok. Bibit yg baik antara lain yg berasal dari:
- Buah yg sudah cukup tua.
- Buahnya tdk jatuh hingga pecah.
- Pengadaan bibit lebih dari satu jenis utk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang.
2) Penyiapan Benih Jambu Biji
Setelah buah dikupas & diambil bijinya, lalu disemaikan dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam). Biji tersebut direndam dengan larutan asam dengan perbandingan 1:2 dari air & larutan asam yg terdiri dari asam chlorida (HCl) 25% Asam Sulfat (H2S04) BJ : 1.84, caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dengan air tawar yg bersih sebanyak 3 kali berulang/dengan air yg mengalir selama 10 menit, kemudian dianginkan selama 24 jam. utk menghidari jamur, biji dapat dibalur dengan larutan Dithane 45, Attracol 70 WP atau fungisida lainnya. Setelah batang pokok telah mencapai ketinggia 5-6 meter bibit yg disemaikan baru dapat dilakukan okulasi /cangkok yg kira-kira telah bergaris tengah 1cm & tumbuh lurus, kemudian dengan menggunakan pisau okulasi dilakukan pekerjaan okulasi & setelah selesai pencangkokan ditaruh dlm media tanah baik dlm bedengan maupun didalam pot/kantong plastik, setelah tanaman sudah cukup kuat baru dipindah kelokasi yg telah disiapkan.
Pilih lahan yg gembur & sudah mendapat pengairan serta mudah dikeringkan disamping itu mudah diawasi utk penyemaian. Cara penyemaian adalah sebagai berikut: tanah dicangkul sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput-rumput, batu-batu & sisa pepohonan & benda keras lainnya, kemudian tanah dihaluskan sehingga menjadi gembur & dibuat bedengan yg berukuran lebar 3-4 m & tinggi sekitar 30 cm, panjang disesuaikan dengan lahan yg idel sekitar 6-7 m, dengan keadaan bedengan membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari, dengan jarak antara bedeng 1 m, & utk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang sebanyak 40 kg dengan keadaan sudah matang & benih siap disemaikan. Selain melalui proses pengecambahan biji juga dapat langsung ditunggalkan pada bedeng-bedang yg sudah disiapkan, utk menyiapkan pohon pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan, biji-biji tersebut ditanam pada bedeng-bedeng yg berjarak 20-30 cm setelah berkecambah sekitar umur 1-2 bulan, sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari bedeng persemaian ke bedeng penanaman. Setelah mencapai ketinggian 5-6 m, kurang lebih telah berumur 6-9 bulan pencangkokan atau okulasi dapat dimulai dengan mengerat cabang sepanjang 10-15 cm kemudian diberi media tanah yg telah diberi pupuk kandang, kemudian dibalut dengan sabut kelapa atau plastik yg telah diberi lubang-lubang sirkulasi, kemudian diikat dengan tali plastik supaya menjaga petumbuhan akar tdk mengalami hambatan. Akar akan tumbuh dengan cepat, sekitar 2-3 bulan. Mulai dlakukan okulasi dengan mata tangkai yg telah berumur 1 th, melalui cara Forkert yng disempurnakan, dengan lebar 0,8 cm setinggi 10 cm dari permukaan tanah, setelah dikupas kulitya sebesar 2/3 pada bagian bibir kulit & setelah berumur 2-3 minggu tali dilepas jika kelihatan mata tetap konndisi hijau, okulasi dianggap berhasil & pohon pangkal diatas okulasi setinggi 5 cm direndahakan supaya memberi kesempatan mata terebut utk berkembang & setelah itu pohon pangkal dipotong, bibit hasil okulasi dapat dipindah pada pot-pot atau kantong plastik, kemudian dilakukan pemotongan pada akar tunggang sedikit supaya akar akan lebih cepat berkebang. Setelah itu baru dilakukan penanaman dlm lobang-lobang bedengan yg telah dipersiapkan.
4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pemberian pupuk kandang sebelum disemaikan akan lebih mendorong pertumbuhan benih secara cepat & merata, setelah bibit mulai berkecambah sekitar umur 1-1,5 bulan dilakukan penyiraman dengan menggunakan larutan Atoik 0,05-0,1% atau Gandasil D 0,2%, utk merangsang secara langsung pada daun & akar, sehingga memberikan kekuatan vital utk kegiatan pertumbuhan sel. Setelah itu dilakukan penyiraman pagi-sore secara rutin, hingga kecambah dipindah ke bedeng pembibitan, penyiraman dilakukan cukup 1 kali tiap pagi hari sampai menjelang mata hari terbit, alat yg digunakan "gembor" supaya penyiraman dapat merata & tdk merusak bedengan, diusahakan supaya air dapat menembus sedalam 3-4 cm dari permukaan. Selanjutnya dilakukan pendangiran bedengan supaya tetap gembur, dilakukan setiap 2-3 minggu sekali, rumput yg tumbuh disekitarnya supaya disiangi, hindarkan dari serangan hama & penyakit, sampai umur kurang lebih 1 tahun, baru setelah itu dapat dilakukan pengokulasian dengan sistem Fokert yg sudah disempurnakan, sebelum dilakukan okulasi daun-daun pohon induk yg telah dipilih mata kulitnya dirontokkan, kemudian setelah penempelan mata kulit dilakukan, ditunggu sampai mata kulit itu tumbuh tunas, setelah itu batang diatas tunas baru pada pohon induk di pangkas, kemudian rawat dengan penyiraman 2 kali sehari & mendangir serta membersihkan rumput-rumput yg ada disekitarnya. pemberian pupuk daun dengan Gundosil atau Atonik diberikan setiap 2 minggu sekali selama 4 bulan dengan cara disemprotkan melalui daun, tiap tanaman disemprot 50 cc larutan.
5) Pemindahan Bibit
Cara pemindahan bibit yg telah berkecambah atau telah di cangkok maupun diokulasi dapat dengan mencungkil atau membuka plastik yg melekat pada media penanaman dengan cara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak, & pencungkilan dilakukan dengan kedalaman 5 cm,agar tumbuh akar lebih banyak maka dlm penanaman kembali akar tunggangnya dipotong sedikit utk menjaga terjadinya penguapan yg berlebihan, kemudian lebar daun dipotong separuh. Ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak 6-7 m & ditutupi dengan atap yg dipasang miring lebih tinggi di timur, dengan harapan dapat lebih banyak kena sinar mata hari pagi. & dilakukan penyiraman secara rutin tiap hari 2 kali, kecuali ditanam pada musim penghujan.
Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan
Sebagai salah satu syarat dlm mempersiapkan lahan kebun buah-buahan khususnya Jambu biji dipilih tanah yg subur, banyak mengandung unsur nitrogen, meskipun pada daerah perbukitan tetapi tanahnya subur, dilakukan dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian yg curam, kemudian utk menggemburkan tanah perlu di bajak atau cukup dicangkul dengan kedalaman sekitar 30 cm secara merata. Selanjutnya diberi pupuk kandang dengan dosis 40 kg/m persegi, kemudian dibuatkan bedengan dengan ukuran 1,20 m yg panjangnya disesuaikan dengan ukuran yg diperlukan.
2) Pembukaan Lahan
Tanah yg akan dipergunakan utk kebun jambu biji dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak & rerumputan dibuang, & benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul dalam, dengan mempertimbangkan bibit yg mau ditanam. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tdk perlu terlalu dlm (30 cm), tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yg cukup dlm (50 cm). Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m & ke dlm disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yg kurang lancar. Tanah yg kurus & ukurang humus/ tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yg dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting & dedaunan dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya. Kemudian dilakukan pemupukan sebanyak 2 kaleng minyak tanah (4 kg) per meter persegi. Dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan.
3) Pembentukan Bedengan
Tanah yg telah gembur, dibuatkan bedang-bedang yg berukuran 3 m lebar, panjang sesuai dengan kebutuhan, tinggi sekitar 30 cm. Bagian atas tanah diratakan guna menopang bibit yg akan ditanam. Idealnya jarak baris penanaman benih sekitar 4 m, dipersiapakan jarak didalam baris bedengan sepanjang 2,5 m dengan keadaan membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari pagi, setelah diberi atap pelindung dengan jarak antara bedeng 1 m, utk sarana lalu-lintas para pekerja & dapat digunakan sebagai saluran air pembuangan, utk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yg sudah matang. Terkecuali apabila penanaman jenis jambu Bangkok menggunakan jarak tanaman antara 3 x 2 m.
4) Pengapuran
Pengapuran dilakukan apabila dataran yg berasal dari tambak & juga dataran yg baru terbentuk tdk bisa ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu subur. Caranya dengan menggali lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 m, dasar lobang ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter utk setiap lobang, guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 4,5-8,2. Setelah 1 bulan dari penaburan kapur diberi pupuk kandang.
5) Pemupukan
Setelah jangka waktu 1 bulan dari pemberian kapur pada lubang-lubang yg ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang dengan urutan pada bulan pertama diberi NPK dengan dosis 12:24:81 ons/pohon, bulan kedua dilakukan sama dengan bulan pertama, pada bulan ketiga diberi NPK dengan dosis 15:15:15 ons/pohon & bulan ke 4 sampai tanaman berbuah, supaya jambu tetap bebuah gunakan pupuk kandang yg sudah matang & ditanamkan sejauh 30 cm dari batang tanaman. Pemupukan merupakan bagian terpenting yg peggunaannya tdk dapat sembarangan, terlebih-lebih kalau menggunakan pupuk buatan seperti NPK, kalau dilakukan berlebihan akan berakibat adanya perubahan sifat dari pupuk menjadi racun yg akan membahayakan tanaman itu sendiri.
Teknik Penanaman
1) Penentuan Pola Tanaman
Setelah terjadi proses perkecambahan biji yg telah cukup umur ditempatan pada bedeng-bedang yg telah siap. Juga penyiapan pohon pangkal sebaiknya melalui proses perkecambahan kemudian ditanam dengan jarak 20 x 30 cm setelah berkecambah & berumur 1-2 bulan atau telah tumbuh daun sebanyak 2- 3 helai maka bibit/zaeling dapat dipindahkan pada bedeng ke dua yg telah dibentuk selebar 3-4 m dengan jarak tanam 7-10 m dengan kedalaman sekitar 30- 40 cm, jarak antara bedeng selebar 1 m, didahului perataan tanah ditengah bedengan guna pembuatan lubang-lubang penanaman. utk menghindari sengatan sinar matahari secara langsung dibuat atap yg berbentuk miring lebih tinggi ke timur dengan maksud supaya mendapatkan sinar matahari pagi hari secara penuh.
2) Pembuatan Lubang Tanaman
Pembuatan lubang pada bedeng-bedeng yg telah siap utk tempat penanaman bibit jambu biji yg sudah jadi dilakukan setelah tanah diolah secara matang kemudian dibuat lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 x 0,8 m yg sebaiknya telah dipersiapkan 1 bulan sebelumnya & pada waktu penggalian tanah yg diatas & yg dibawah dipisahkan, nantinya akan dipergunakan utk penutup kembali lubang yg telah diberi tanaman, pemisahan tanah galian tersebut dibiarkan selama 1 minggu dimaksudkan agar jasad renik yg akan mengganggu tanaman musnah; sedangkan jarak antar lubang sekitar 7-10 m.
3) Cara Penanaman
Setelah berlangsung selama 1 pekan lubang ditutup dengan susunan tanah seperti semula & tanah di bagian atas dikembalikan setelah dicampur dengan 1 blek (1 blek ± 20 liter) pupuk kandang yg sudah matang, & kira-kira 2 pekan tanah yg berada di lubang bekas galian tersebut sudah mulai menurun baru bibit jambu biji ditanam, penanaman tdk perlu terlalu dalam, secukupnya, maksudnya batas antara akar & batang jambu bijidiusahakan setinggi permukaan tanah yg ada disekelilingnya. Kemudian dilakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari (pagi & sore), kecuali pada musim hujan tdk perlu dilakukan penyiraman.
4) Lain-lain
Pada awal penanaman di kebun perlu diberi perlindungan yg rangkanya dibuat dari bambu/bahan lain dengan dipasang posisi agak tinggi disebelah timur, agar tanaman mendapatkan lebih banyak sinar matahari pagi dari pada sore hari, & utk atapnya dapat dibuat dari daun nipah, kelapa/tebu. Sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim penghujan, agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara alamiah.
Pemeliharaan Tanaman
Meskipun penanaman jambu biji mampu tumbuh & menghasilkan tanpa perlu diperhatikan keadaan tanah & cuaca yg mempengaruhinya tetapi akan lebih baik apabila keberadaannya diperhatikan, karena tanaman yg diperhatikan dengan baik akan memberikan imbalan hasil yg memuaskan.
1) Penjarangan & Penyulaman
Karena kondisi tanah telah gembur & mudah tanaman lain akan tumbuh kembali terutama Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan & harus disiangi sampai radius 1,5-2 m sekeliling tanaman rambutan. Apabila bibit tdk tumbuh dengan baik segera dilakukan penggantian dengan bibit cadangan. & apabila tumbuh tanaman terlalu jauh jaraknya maka perlu dilakukan penyulaman & sebaliknya apabila tumbuhnya sangat berdekatan penjarangan.
2) Penyiangan
Selama 2 minggu setelah bibit yg berasal dari cangkokan/ okulasi ditanam di lahan perlu penyiangan dilakukan hanya pada batang dahan tua (warna coklat) dengan dahan muda (warna hijau) & apabila buah terlalu banyak, tunas yg ada dlm satu ranting bisa dikurangi, dengan dikuranginya tunas yg tdk diperlukan akan berakibat buah menjadi besar & menjadi manis rasanya. Khusus jambu non biji dengan membatasi percabangan buahnya maksimal 3 buah setelah panjang 30-50 cm dilakukan pangkasan, & setelah tumbuh cabang tersier segera dilenturkan ke arah mendatar, guna utk merangsang tunas bunga & buah yg akan tumbuh.
3) Pembubunan
Supaya tanah tetap gembur & subur pada lokasi penanaman bibit jambu biji perlu dilakukan pembalikan & penggemburan tanah supaya tetap dlm keadaan lunak, dilakukan setiap 1 bulan sekali hingga tanaman bisa dianggap telah kuat betul.
4) Perempalan
Agar supaya tanaman jambu bijimendapatkan tajuk yg rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan perempelan/ pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Disamping utk memperoleh tajuk yg seimbang juga berguna memberi bentuk tanaman, juga memperbanyak & mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara & pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir, dengan harapan agar muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dengan hasil lebih meningkat atau tetap stabil keberadaannya.
5) Pemupukan
Untuk menjaga agar kesuburan lahantanaman jambu biji tetap stabil perlu diberikan pupuk secara berkala dengan aturan:
- Pada tahun 0-1 umur penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea & 20 gram ZK dengan cara ditaburkan disekeliling pohon atau dengan jalan menggali di sekeliling pohon sedalam 30 cm & lebar antara 40-50 cm, kemudian masukkan campuran tersebut & tutup kembali dengan tanah galian sebelumnya. Tanaman bisa berbuah 2 kali setahun.
- Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun, setelah tanaman berbuah 2 kali. Pemupukan dilakukan dengan NPK 250 gram/pohon, & TSP 250 gram/pohon, & seterusnya cara seperti ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan TSP & NPK dengan takaran sama.
- Pemupukan tanaman umur 3 tahun keatas, Kalau pertumbuhan tanaman kurang sempurna, terutama terlihat pada pertumbuhan tuas hasil pemangkasan raning, berarti selain TSP & NPK dengan ukuran yg sama tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 2 kaleng minyak per pohon. Cara pemupukan dilakukan dengan membuat torakan yg mengelilingi tanaman persis di bawah ujung tajuk dengan kedalaman sekitar 30-40 cm & pupuk segera di tanam dlm torakan tersebut & ditutup kembali dengan bekas galian terdahulu.
6) Pengairan & Penyiraman
Selama dua minggu pertama setelah bibit yg berasal dari cangkokan atau okulasi ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi & sore. & minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman jambu bijitelah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi yg dapat dilakukan saat-saat diperlukansaja. & bila turun hujan terlalu lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tdk tegenang air dengan cara membuat lubang saluran utk mengalirkan air. Sebaliknya pada musim kemarau tanah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air 3 PK utk lahan seluas kurang lebih 3000 m 2 & dilakukan sehari sekali tiap sore hari.
7) Waktu Penyemprotan Pestisida
Guna menjaga kemungkinan tumbuhnya penyakit atau hama yg ditimbulkan baik karena kondisi cuaca & juga dari hewan-hewan perusak, maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida pada umumnya dengan nogos, antara 15-20 hari sebelum panen & juga perlu disemprot dengan sevin atau furadan terutama utk menghindarkan adanya ulat jambu, tikus atau jenis semut-semutan, disamping itu penyemprotan dilakukan dengan fungisida jenis Delsene 200 MX guna memberantas cendawan yg akan mengundang hadirnya semut-semut.Disamping itu juga digunakan insektisida guna memberantas lalat buah & kutu daun disemprot 2 x seminggu & setelah sebulan sebelum panen penyemprotan dihentikan.
8) Pemeliharaan Lain
Untuk memacu munculnya bunga Jambu biji diperlukan larutan KNO3 (Kalsium Nitrat) yg akan mempercepat 10 hari lebih awal dari pada tdk diberi KNO3 & juga mempunyai keunggulan memperbanyak "dompolan" bunga (tandan) jambu biji pada setiap stadium (tahap perkembangan) & juga mempercepat pertumbuhan buah jambu biji, cara pemberian KNO3 dengan jalan menyemprotkan pada pucuk-pucuk cabang dengan dosis antara 2-3 liter larutan KNO3 utk setiap 10 pucuk tanaman dengan ukuran larutan KNO3 adalah 10 gram yg dilarutkan dengan 1 liter pengencer teknis. Untuk selengkapnya tentang Budidaya Tanaman jambu Biji dapat dilihat melalui link berikut >> Cara Budidaya Jambu Biji
Demikian artikel tentang PEDOMAN BUDIDAYA JAMBU BIJI, semoga bermanfaat.
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/02/pedoman-budidaya-jambu-biji.html
SYARAT TUMBUH JAMBU BIJI
SYARAT TUMBUH JAMBU BIJI - Budidaya Petani. Ada beberapa yang perlu diperhatikan supaya dalam budidaya jambu biji dapat maksimal yaitu tentang syarat tumbuh tanaman jambu biji/ jambu batu
Iklim Yang Cocok untuk budidaya jambu biji
- Dalam budidaya tanaman jambu biji / jambu batu angin berperan dlm penyerbukan, namun angin yg kencang dapat menyebabkan kerontokan pada bunga.
- Tanaman jambu biji merupakan tanaman daerah tropis & dapat tumbuh di daerah sub-tropis dengan intensitas curah hujan yg diperlukan berkisar antara 1000-2000 mm/tahun & merata sepanjang tahun.
- Tanaman jambu biji dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28 derajat C di siang hari. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kerdil), yg ideal musim berbunga & berbuah pada waktu musim kemarau yaitu sekitar bulan Juli-September sedang musim buahnya terjadi bulan Nopember-Februari bersamaan musim penghujan.
- Kelembaban udara sekeliling cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah & sedang. Apabila udara mempunyai kelembaban yg rendah, berarti udara kering karena miskin uap air. Kondisi demikian cocok utk pertumbuhan tanaman jambu biji.
Media Tanam Jambu Biji
- Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah.
- Jambu biji dapat tumbuh baik pada lahan yg subur & gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen, bahan organik atau pada tanah yg keadaan liat & sedikit pasir.
- Derajat keasaman tanah (pH) tdk terlalu jauh berbeda dengan tanaman lainnya, yaitu antara 4,5-8,2 & bila kurang dari pH tersebut maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.
Ketinggian Tempat
- Jambu biji dapat tumbuh subur pada daerah tropis dengan ketinggian antara 5-1200 m dpl.
Demikian artikel SYARAT TUMBUH JAMBU BIJI, semoga bermanfaat.
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/02/syarat-tumbuh-jambu-biji.html
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/02/syarat-tumbuh-jambu-biji.html
Baca Juga:
Langganan:
Postingan (Atom)