Senin, 31 Desember 2012

Budidaya Bekicot (Beternak Bekicot)

Budidaya Bekicot (Beternak Bekicot) Budidaya Petani. Bekicot adalah utk sebagian orang adalah hewan yg menjijikan.utk Budidaya Hewanini banyak ditemui di daerah Jawa Timur & daerah lain yg menjadi sentra budidaya bekicot. Melalui blog ini, Ayo kita belajar bersama-sama utk membudidayakan hewan bekicot.

1. SEJARAH SINGKAT BEKICOT
Bekicot berasal dr Afrika Timur, tersebar keseluruh dunia dlm waktu relatif singkat, karena berkembang biak dgn cepat. Bekicot tersebar ke arah Timur sampai di kepulauan Mauritius, India, Malaysia, akhirnya ke Indonesia. Bekicot sejak tahun 1933 telah ada disekitar Jakarta, sumber lain menyatakan bahwa bekicot jenis Achatina fulica masuk ke Indonesia pada tahun 1942 (masa pendudukan Jepang). Sampai saat ini, bekicot jenis Achanita fulica banyak terdapat di Pulau Jawa.

2. SENTRA PERIKANAN BEKICOT
Sentra peternakan bekicot banyak ditemukan di masyarakat pedesaan Jawa Timur, Bogor (Jawa Barat), Sumatera Utara & Bali.

3. JENIS BEKICOT
Bekicot diternakkan umumnya jenis Achatina fulica yg banyak disenangi orang, karena bekicot jenis ini banyak mengandung daging. Konon di Eropa, bekicot jenis ini digunakan sebagai bahan baku makanan yg disebut Escargot. Escargot semula berbahan baku Helix pomatia. Karena Helix pomatia lama kelamaan sulit diperoleh maka bekicot jenis Achatina fulica menggantikannya sebagai bahan baku Escargot.

4. MANFAAT BEKICOT
Selain pakan ternak bekicot merupakan sumber protein hewani yg bermutu tinggi karena mengandung asam-asam amino esensial yg lengkap. Masyarakat yg menggemari makanan dr bahan baku bekicot (sate bekicot, keripik bekicot ) adalah masyarakat Kediri. Disamping itu bekicot juga kerap dipakai dlm pengobatan tradisional, karena ekstrak daging bekicot & lendir bekicot sangat bermanfaat utk mengobati berbagai macampenyakit seperti abortus, sakit waktu menstruasi, radang selaput mata, sakit gigi, gatal-gatal, jantung & lain-lain. Sedangkan kulit bekicot sangat mujarab utk penyakit tumor. Sejenis obat yg dikenal berasal dr kulit bekicot, dinamakan Maulie., yg bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti kekejangan, jantung suka berdebar, tidak bisa tidur/insomania, leher membengkak & penyakit kaum wanita termasuk keputihan

5. PERSYARATAN LOKASI BUDIDAYA BEKICOT
Lokasi perlu dipilih yg dekat dgn jalan, agar mudah penanganannya, baik saat pembuatan kandang, saat pengontrolan maupun penanganannya pascapanen, artinya pada saat membawa hasil panen tersebut tidak kesulitan dlm transportasinya. Lokasi yg sesuai utk budidaya bekicot adalah lokasi yg basah serta lembab & terlindung dr cahaya matahari secara langsung. Selain itu juga tanah yg disukai adalah tanah yg banyak mengandung kapur sebagai zat utk pembentukan cangkang.[persyaratan lokasi budidaya bekicot]

  1. Penyiapan Sarana & Peralatan
    1. Perkandangan
      Walaupun lahan yg diperlukan tidaklah terlalu luas namun persyaratan mengenai kelembaban & keteduhan perkandangan perlu diperhatikan, karena dlm aslinya & utk berkembang biak secara baik bekicot senang dgn keadaan yg lembab & teduh. Kandang didirikan di tanah kering, teduh, lembab dgn suhu udara berkisar 25–30 ° C. Cara pemeliharaan bekicot tidak terlalu sulit. Bisa dilakukan secara terpisah, artinya bekicot yg kecil dipelihara terpisah dr yg besar. Bisa juga dilakukan secara campuran, yaitu bekicot kecil & besar dipelihara dlm satu kandang tanpa melihat umur/besarnya. Bila dilakukan secara terpisah resikonya harus dibuat beberapa kandang. Fungsi kandang itu antara lain utk penetasan, pembesaran & sebagai kandang induk. Ada tiga cara berternak bekicot di dlm kandang, antara lain:
      1. Kandang kotak kayu
        Kandang terbuat dlm lembaran kayu tripleks yg berkaki.utk kerangkanya bisa digunakan kayu kaso. Ukuran panjang & lebar kandang adalah 1 x 1 meter, tinggi 1,25 meter. Di atas kotak tersebut diberi kawat kasa, agar bekicot tidak keluar dr dlm kandang. Sebaiknya di atas kotak perlu dibuatkan tempat berteduh, agar keadaan tempat selalu gelap/tidak langsung kena sinar matahari.
      2. Kandang dr bak semen
        Pembuatan kandang ini sama dgn kandang kotak kayu. dlm bak semen yg perlu diperhatikan adalah alasnya.utk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah & cacing utk menggemburkan tanah & menyerap kotoran yg dikeluarkan bekicot. Tebal lapisan tanah di dlm bak sekitar 30 cm. Zat-zat makanan yg diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dlm bak.
      3. Kandang galian tanah
        Tanah digali dgn ukuran panjang, lebar & tinggi 1 x 1 x 1 m. Perlu diperhatikan sebaiknya tanah galian yg akan digunakan utk kandang dipilih yg agak kering. Sebaiknya kandang dibuat di bawah pohon yg rimbun, kalau dindingnya terlalu basah perlu diberi lapisan pasir. Utk menjaga keadaan selalu gelap, seperti cara pertama & kedua, di atas kandang perlu dibuatkan bedeng sebagai penutup. Masa panen, bila kandangnya terbuat dr tanah galian, cara pengambilannya dilakukan dgn menggunakan galah yg bisa menjepit bekicot agar bekicot & telurnya tidak rusak.
    2. Peralatan
      Alat-alat yg diperlukan utk pembuatan kandang: kayu, semen, bata pasir, kain kasa & cangkul.
  2. Pembibitan
    Tidak semua jenis bekicot cocok utk dibudidayakan. Dua jenis bekicot yg biasa diternakkan, yaitu spesies Achatina fulica & Achatina variegata. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada tempurung/cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegata warna garis-garis pada cangkangnya tebal & berbuku-buku.
    1. Pemilihan Bibit Calon Induk
      Jika bibit unggul belum tersedia maka sebagai langkah pertama bisa digunakan bibit lokal dgn jalan mengumpulkan bekicot yg banyak terdapat di kebun pisang, kelapa, serta semak belukar. Bekicot yg baik dijadikan bibit adalah yg tidak rusak/cacat yg sementara waktu & yg besar dgn berat lebih kurang 75-100 gram/ekor.
    2. Reproduksi & Perkawinan
      Bekicot biasanya mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yg cukup memenuhi syarat. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ke tempat yg lebih aman. Bekicot bertelur di sembarang tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dr lima puluh butir (50-100). Jumlah produksi telur tergantung masa subur bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak lebih dr 2 mm.
    3. Proses Kelahiran
      Telur bekicot akan menetas setelah usianya cukup. Pada waktu telur itu menetas & menjadi anak cangkang, biasanya tidak ditunggui induknya. Begitu bekicot selesai bertelur, telurnya ditinggalkan begitu saja. Telur bekicot akan pecah sendiri melalui proses alam. Penetasan bekicot hingga menjadi anak tergantung pada keadaan tempat & waktu tetas. Bilamana tempat itu memenuhi syarat (sempurna) seperti kelembaban tanah, iklim & cahaya yg mencukupi, maka telur akan cepat menetas. Sebaliknya jika keadaan tanah/iklim kering & tempatnya kurang menguntungkan maka telur akan lambat menetas.
  3. Pemeliharaan
    Pemeliharaan bekicot bisa dilakukan dgn cara terpisah & bisa juga secara campuran di dlm suatu tempat. Meskipun cara terpisah membutuhkan tempat khusus tetapi ada keuntungannya. Misalnya, anak bekicot bisa diketahui perkembangannya secara tepat, baik besarnya maupun usianya. dgn demikian, tidak sulit utk memberikan perawatan secara khusus. Bagi peternak bekicot sangat mudah kiranya apabila perawatan anak bekicot itu dilakukan di tempat khusus. Adapun makanan anak bekicot bisa diberi makanan dgn sejenis ganggang (lumut), pupus daun & sedikit zat kapur. Harus diingat hendaklah tempatnya selalu teduh & lembab. Setelah anak bekicot berusia dua/tiga bulan, hendaklah dipindahkan kekandang pembesaran. Keberhasilan budidaya bekicot tergantung pada cara perawatan & pemeliharaan teknis selama diternakkan. Beberapa perawatan teknis dlm budidaya bekicot diantaranya meliputi:
    1. Menjaga kelembaban lingkungan
      Bekicot sangat suka tempat yg lembab sehingga utk mempertahankan kelembaban lingkungan bisa digunakan atap atau perlindungan lain. Pada musim panas kelembaban lingkungan bisa dipertahankan dgn menyiramkan air lokasi peternakan setiap hari.
    2. Mempertahankan kondisi lingkungan
      Bekicot menyukai tempat yg lembab, namun bukan berarti pada tanah yg becek. Sehingga diperlukan usaha utk mempertahankan kondisi lingkungan yg sesuai dgn yg dikehendaki bekicot.
    3. Pemberian pakan yg bermutu secara teratur
      Agar hasil budidaya berhasil dgn baik diperlukan pemberian pakan yg bermutu & teratur. Pemberian pakan berpedoman pada mutu pakan & kebiasaan waktu makan. Mutu makan yg baik akan menentukan kualitas daging bekicot. Mutu pakan yg baik bisa dipenuhi dgn memberi pakan berupa daun-daunan yg disukai & buah-buahan. Misalnya; daun & buah pepaya, daun bayam, buah terung mentimun, swai & lain sebagainya.
    4. Menjaga areal agar tidak dimasuki hewan lain
      Agar bekicot bisa tumbuh baiak tanpa gangguan dr hewan yg merupakan musuhnya & hewan yg bisa merebut makanannya maka lahan budidaya harus dijaga agar tidak bisa dimasuki hewan-hewan lain.
    5. Menjaga bekicot agar tidak keluar dr areal pemeliharaan
      Untuk menjaga agar bekicot tidak keluar dr areal bisa dilakukan hal sebagai berikut:
      1. membuat tutup kandang (bila budidaya bekicot dlm kandang)
      2. membuat pagar yg bagian atasnya diolesi dgn detergen
      3. menabur abu atau garam disekeliling pagar bagian dalam.

7. HAMA & PENYAKIT BEKICOT
Sampai saat ini belum banyak diketahui tentang adanya hama atau penyakit yg bisa menyebabkan kematian bekicot, kecuali semut, bebek/ itik.

8. PANEN BEKICOT
Dengan pemeliharaan cukup baik, bekicot mulai bisa dipanen setelah 5-8 bulan. secara fisik bisa dilihat apabila panjang cangkang telah mencapai 8-10 Cm, maka bekicot telah siap utk diambil dagingnya. Hasil utama dr ternak bekicot adalah dagingnya, yg bisa diolah langsung dgn dibuat sate, keripik, dendeng/masakan segar lainnya & bisa juga diolah dlm bentuk kalengan. Ada juga permintaan dlm keadan hidup. Disamping itu daging dr bekicot ini bisa dijadikan tepung, yg pengolahannya melalui proses pengeringan terlebih dahulu.
  1. Hasil Tambahan
    Disamping diambil dagingnya, kulit/cangkang bekicot juga laku utk dijual. Baik utk bahan dasar obat-obatan/dibuat tepung utk tambahan makanan
    untuk hewan ternak yg membutuhkan tepung berbahan dasar yg mengandung zat kapur.
  2. Penangkapan
    Bekicot dikumpulkan di dlm kotak kardus/peti dr kayu & jangan menggunakan karung goni karena bisa mengakibatkan kulit bekicot pecah. Setelah dimasukkan dlm peti, pertama sekali perlu dilakukan pencucian agar terhindar dr semua kotoran & lumpur yg melekat pada cangkangnya. Pencucian ini dgn cara menyemprot bekicot dgn air bersih. Setelah itu, Bekicot di karantina selama 1-2 hari/malam tanpa diberikan makan agar
    kotoran & lendirnya keluar sebanyak mungkin.
9. PASCAPANEN BEKICOT
Setelah dilakukan penagkapan & pengumpulan bekicot lalu dilakukan penyortiran dgn jalan membuang bekicot yg mati atau terlalu kecil utk diolah. Kemudian dilakukan penggaraman, dgn memberikan garam 10-15% dr berat total bekicot, dgn cara diaduk rata. Penggaraman bisa mematikan bekicot sekaligus mengeluarkan lendir sebanyak mungkin. Setelah melalui tahapan penggaraman, segera direbus dgn air garam 3% selama 10 menit, kemudian diangkat & disemprot dgn air dingin, baru dilakukan pencukilan daging. Perebusan kedua dilakukan setelah bagian perut dibuang & kotoran lainnya dlm larutan garam 3%. Cara ini bertujuan utk menghilangkan lendir & daging menjadi lebih lunak. Kemudian daging tersebut dibungkus & dikemas dlm karton.

Demikian artikel tentang Budidaya Bekicot (Beternak Bekicot), semoga bermanfaat.
  
 Artikel Lainnya :

Beternak Ayam Ras Pedaging (Budidaya Ayam Ras Pedaging)

Beternak Ayam Ras Pedaging (Budidaya Ayam Ras Pedaging) - Budidaya Petani. Dalam hal Budidaya Hewan yang satu ini, jika dilakukan dengan benar akan membawa rejeki karena adanya nilai tambah ekonomi. Simaklah Cara Beternak Ayam Ras Pedaging (Budidaya Ayam Ras Pedaging) di blog ini.

1. SEJARAH SINGKAT AYAM RAS PEDAGING

Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yg merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yg memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dlm memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yg pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Hingga kini ayam broiler tlah dikenal masyarakat Indonesia dgn berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu sudah bisa dipanen. dgn waktu pemeliharaan yg relatif singkat & menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yg bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.

2. SENTRA PERIKANAN AYAM RAS PEDAGING
Ayam tlah dikembangkan sangat pesat disetiap negara. Di Indonesia usaha ternak ayam pedaging juga sudah dijumpai hampir disetiap propinsi

3. JENIS AYAM RAS PEDAGING
Dengan berbagai macam strain ayam ras pedaging yg tlah beredar dipasaran, peternak tdk perlu risau dlm menentukan pilihannya. Sebab semua jenis strain yg tlah beredar memiliki daya produktifitas relatif sama.Artinya seandainya terdapat perbedaan, perbedaannya tdk menyolok atau sangat kecil sekali. dlm menentukan pilihan strain apa yg akan dipelihara, peternak bisa meminta daftar produktifitas atau prestasi bibit yg dijual di Poultry Shoup. Adapun jenis strain ayam ras pedaging yg banyak beredar di pasaran adalah: Super 77, Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cornish, Brahma, Langshans, Hypeco-Broiler, Ross, Marshall”m”, Euribrid, A.A 70, H&N, Sussex, Bromo, CP 707.

4. MANFAAT AYAM RAS PEDAGING
Manfaat beternak ayam ras pedaging antara lain, meliputi:
  1. penyediaan kebutuhan protein hewani
  2. pengisi waktu luang dimasa pensiun
  3. pendidikan & latihan (diklat) keterampilan dikalangan remaja
  4. tabungan di hari tua
  5. mencukupi kebutuhan keluarga (profit motif)
5. PERSYARATAN LOKASI AYAM RAS PEDAGING
  1. Lokasi yg cukup jauh dari keramaian/perumahan penduduk.
  2. Lokasi mudah terjangkau dari pusat-pusat pemasaran.
  3. Lokasi terpilih bersifat menetap, artinya tdk mudah terganggu oleh keperluan-keperluan lain selain utk usaha peternakan.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM RAS PEDAGING
Sebelum usaha beternak ayam ras pedaging dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) & feeding (makanan ternak/pakan)
  1. Penyiapan Sarana & Peralatan
    1. Perkandangan
      Sistem perkandangan yg ideal utk usaha ternak ayam ras meliputi:
      • persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35 derajat C,
      • kelembaban berkisar antara 60-70%, penerangan/pemanasan kandang sesuai dgn aturan yg ada,
      • tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi & tdk melawan arah mata angin kencang, model kandang disesuaikan dgn umur ayam,
      • untuk anakan hingga umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, utk ayam remaja ± 1 bulan hingga 2 atau 3 bulan memakai kandang box yg dibesarkan & utk ayam dewasa bisa dgn kandang postal atapun kandang bateray.
      • Untuk kontruksi kandang tdk harus dgn bahan yg mahal, yg penting kuat, bersih & tahan lama.
    2. Peralatan
1.      Litter (alas lantai)
Alas lantai/litter harus dlm keadaan kering, maka tdk ada atap yg bocor & air hujan tdk ada yg masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dgn sedikit kapur & pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dgn panjang antara 3–5 cm utk pengganti kulit padi/sekam.
2.      Indukan atau brooder
Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dgn areal jangkauan 1-3 m dgn alat pemanas di tengah. Fungsinya seperti induk ayam yg menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.
3.      Tempat bertengger (bila perlu)
Tempat bertengger utk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding & diusahakan kotoran jatuh ke lantai yg mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin & letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
4.      Tempat makan, minum & tempat grit
Tempat makan & minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yg kuat & tdk bocor juga tdk berkarat. utk tempat grit dgn kotak khusus
5.      Alat-alat rutin
Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan, gunting operasi, pisau potong operasi kecil, & lain-lain.
                        Pembibitan
                         
Ternak yg dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
                        ternak sehat & tdk cacat pada fisiknya
                        pertumbuhan & perkembangannya normal
                        ternak berasal dari pembibitan yg dikenal keunggulannya.
                        tidak ada lekatan tinja di duburnya

Pemilihan Bibit & Calon Induk Ayam Ras Pedaging
Ada beberapa pedoman teknis utk memilih bibit/DOC (Day OldChicken)/ayam umur sehari:
1.               Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yg sehat.
2.               Bulu tampak halus & penuh serta baik pertumbuhannya .
3.               Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
4.               Anak ayam mempunyak nafsu makan yg baik.
5.               Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
6.               Tidak ada letakan tinja diduburnya.
Perawatan Bibit & Calon Induk Ayam Ras Pedaging
Dilakukan setiap saat, bila ada gejala kelainan pada ternak supaya segera diberi perhatian secara khusus & diberikan pengobatan sesuai petunjuk Dinas Peternakan setempat atau dokter hewan yg bertugas di daerah yg bersangkutan.

Pemeliharaan Ayam Ras Pedaging
Pemberian Pakan & Minuman
Untuk pemberian pakan ayam ras broiler ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) & fase finisher (umur 4-6 minggu).
a.       Kualitas & kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:
§  kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
§  kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor & minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yg dibutuhkan tiap ekor hingga pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.
b.      Kualitas & kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:
§  kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9% & energi (ME) 2900-3400 Kcal.
§  kuantitas pakan terbagi/digolongkan dlm empat golongan umur yaitu:
§  minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor,
§  minggu ke-6 (umur 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor,
§  minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor &
§  minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor.
Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.
                                                        i.            Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yg dikelompokkan dlm 2 (dua) fase yaitu:
1.      Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor & minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yg dibutuhkan hingga umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula & obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yg diberikan adalah 50 gram/liter air.
2.      Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dlm masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor & minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
Pemeliharaan Kandang
Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yg paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yg ulet/terampil saja. Tindakan preventif dgn memberikan vaksin pada ternak dgn merek & dosis sesuai catatan pada label yg dari poultry shoup. Agar bangunan kandang bisa berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan & dijaga/dicek apabila ada bagian yg rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. dgn demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yg dipelihara.

7. HAMA & PENYAKIT AYAM RAS PEDAGING
  1. Penyakit
    1. Berak darah (Coccidiosis)
      Gejala: tinja berdarah & mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
      Pengendalian:
      1. menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering;
      2. dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dlm air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox.
    2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
      Gejala: ayam sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yg spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tdk menentu & lumpuh.
      Pengendalian:
      1. menjaga kebersihan lingkungan & peralatan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati segera dibakar/dibuang;
      2. pisahkan ayam yg sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yg mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. hingga sekarang belum ada obatnya.
  2. Hama
    1. Tungau (kutuan)
      Gejala: ayam gelisah, sering mematuk-matuk & mengibas-ngibaskan bulu sebab gatal, nafsu makan turun, pucat & kurus.
      Pengendalian:
      1. sanitasi lingkungan kandang ayam yg baik; pisahkan ayam yg sakit dgn yg sehat;
      2. dengan menggunakan karbonat sevin dgn konsentrasi 0,15% yg encerkan dgn air kemudian semprotkan dgn menggunakan karbonat sevin dgn konsentrasi 0,15% yg encerkan dgn air kemudian semprotkan ketubuh pasien. dgn fumigasi atau pengasepan menggunakan insektisida yg mudah menguap seperti Nocotine sulfat atau Black leaf 40.
8. PANEN AYAM RAS PEDAGING
  1. Hasil Utama
    Untuk usaha ternak ayam pedaging, hasil utamanya adalah berupa daging ayam
  2. Hasil Tambahan
    Usaha ternak ayam broiler (pedaging) adalah berupa tinja atau kotoran kandang & bulu ayam.
9. PASCAPANEN AYAM RAS PEDAGING
  1. Stoving
    Penampungan ayam sebelum dilakukan pemotongan, biasanya ditempatkan di kandang penampungan (Houlding Ground)
  2. Pemotongan
    Pemotongan ayam dilakukan dilehernya, prinsipnya agar darah keluar keseluruhan atau sekitar 2/3 leher terpotong & ditunggu 1-2 menit. Hal ini agar kualitas daging bagus, tdk mudah tercemar & mudah busuk.
  3. Pengulitan atau Pencabutan Bulu
    Caranya ayam yg tlah dipotong itu dicelupkan ke dlm air panas (51,7- 54,4°C). Lama pencelupan ayam broiler adalah 30 detik. Bulu-bulu yang
    halus dicabut dgn membubuhkan lilin cair atau dibakar dgn nyala api biru.
  4. Pengeluaran Jeroan
    Bagian bawah dubut dipotong sedikit, seluruh isi perut (hati, usus & ampela) dikeluarkan. Isi perut ini bisa dijual atau diikut sertakan pada daging siap
    dimasak dlm kemasan terpisah.
  5. Pemotongan Karkas
    Kaki & leher ayam dipotong. Tunggir juga dipotong bila tdk disukai. Setelah semua jeroan sudah dikeluarkan & karkas tlah dicuci bersih, kaki ayam/paha ditekukan di bawah dubur. Kemudian ayam didinginkan & dikemas.
 Sumber : http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=4&doc=4a1
Demikian arttikel Beternak Ayam Ras Pedaging (Budidaya Ayam Ras Pedaging) semoga bermanfaat.

Baca juga artikel :
Cara Beternak Ayam Petelur

Selasa, 18 Desember 2012

Ternak Kroto Media Toples


Tak bisa di pungkiri Kroto Semut Rangrang sangat dicari oleh para perternak Burung ata yang seringdi sebut Kicau Mania. yang sebelumnya kroto hanya si cari tapi sekarang kroto dapat di hasilkan sendiri dengan cara membudidayakan semut rangrang. pertanyaan yang timbul bagaimana membudidayakansemutrangrang??? bila ada usahapasti akan ada hasilnya. Bagi para kicau mania sekarang gak usah kawatir

Jumat, 14 Desember 2012

Hama dan Penyakit Ayam Petelur

Hama dan Penyakit Ayam Petelur - Budidaya Petani. Hama penyakit yg menyerang biasanya terjadi saat beternak ayam petelur. Hama penyakit yang menyerang ayam petelur antara lain:
  1. Penyakit karena Bakteri
    • Berak putih (pullorum)Menyerang ayam kampung dgn angka kematian yg tinggi.
      Penyebab: Salmonella pullorum. Pengendalian: diobati dgn antibiotika
    • Foel typhoid. Sasaran yg disering adalah ayam muda/remaja & dewasa.
      Penyebab: Salmonella gallinarum. Gejala: ayam mengeluarkan tinja yg berwarna hijau kekuningan. Pengendalian: dgn antibiotika/preparat sulfa.
    • Parathyphoid. Menyerang ayam dibawah umur satu bulan.
      Penyebab: bakteri dari genus Salmonella. Pengendalian: dgn preparat sulfa/obat sejenisnya.
    • Kolera. Penyakit ini jarang menyerang anak ayam atau ayam remaja tetapi selain menyerang ayam menyerang kalkun & burung merpati.
      Penyebab: pasteurella multocida. Gejala: pada serangan yg serius pial ayam (gelambir dibawah paruh) akan membesar. Pengendalian: dgn antibiotika (Tetrasiklin/Streptomisin).
    • Pilek ayam (Coryza) Menyerang semua umur ayam & terutama menyerang anak ayam.
      Penyebab: makhluk intermediet antara bakteri & virus. Gejala: ayam yg terserang menunjukkan tanda-tanda seperti orang pilek. Pengendalian: dpt disembuhkan dgn antibiotia/preparat sulfa.
    • CRD
      CRD adalah penyakit pada ayam yg populer di Indonesia. Menyerang anak ayam & ayam remaja. Pengendalian: dilakukan dgn antibiotika (Spiramisin & Tilosin).
    • Infeksi synovitis Penyakit ini sering menyerang ayam muda terutama ayam broiler & kalkun. Penyebab: bakteri dari genus Mycoplasma.
      Pengendalian: dgn antibiotika.
  2. Penyakit karena Virus
    • Newcastle disease (ND) ND adalah penyakit oleh virus yg populer di peternak ayam Indonesia. Pada awalnya penyakit ditemukan tahun 1926 di daerah Priangan. Penemuan tersebut tdk tersebar luas ke seluruh dunia. Kemudian di Eropa, penyakit ini ditemukan lagi & diberitakan ke seluruh dunia. Akhirnya penyakit ini disebut Newcastle disease.
    • Infeksi bronchitis. Infeksi bronchitis menyerang semua umur ayam. Pada dewasa penyakit ini menurunkan produksi telur. Penyakit ini merupakan penyakit pernafasan yg serius utk anak ayam & ayam remaja. Tingkat kematian ayam dewasa adalah rendah, tapi pada anak ayam mencapai 40%. Jika menyerang ayam petelur menyebabkan telur lembek, kulit telur tdk normal, putih telur encer & kuning telur mudah berpindah tempat (kuning telur yg normal selalu ada ditengah). tdk ada pengobatan utk penyakit ini tetapi dpt dicegah dgn vaksinasi.
    • Infeksi laryngotracheitis.Infeksi laryngotracheitis merupakan penyakit pernapasan yg serius terjadi pada unggas. Penyebab: virus yg diindetifikasikan dgn Tarpeia avium. Virus ini di luar mudah dibunuh dgn desinfektan, misalnya karbol.
      Pengendalian:
      1. belum ada obat utk mengatasi penyakit ini;
      2. pencegahan dilakukan dgn vaksinasi & sanitasi yg ketat.
    • Cacar ayam (Fowl pox). Gejala: tubuh ayam bagian jengger yg terserang akan bercak-bercak cacar. Penyebab: virus Borreliota avium. Pengendalian: dgn vaksinasi.
    • Marek
      Penyakit ini menjadi populer sejak tahun 1980-an hingga kini menyerang bangsa unggas, akibat serangannya menyebabkan kematian ayam hingga 50%.
      Pengendalian: dgn vaksinasi.
    • Gumboro
      Penyakit ini ditemukan tahun 1962 oleh Cosgrove di daerah Delmarva Amerika Serikat. Penyakit ini menyerang bursa fabrisius, khususnya menyerang anak ayam umur 3–6 minggu.
  1. Penyakit karena Jamur & Toksin. Penyakit ini karena ada jamur atau sejenisnya yg merusak makanan. Hasil perusakan ini mengeluarkan zak racun yg kemudian di makan ayam. Ada pula pengolahan bahan yg menyebabkan asam amino berubah menjadi zat beracun. Beberapa penyakit ini adalah :
    • Muntah darah hitam (Gizzerosin). Ciri kerusakan total pada gizzard ayam.
      Penyebab: adalah racun dlm tepung ikan tetapi tdk semua tepung ikan menimbulkan penyakit ini. Timbul penyakit ini akibat pemanasan bahan makanan yg menguraikan asam amino hingg menjadi racun. Pengendalian: belum ada.
    • Racun dari bungkil kacang. Minyak yg tinggi dlm bungkil kelapa & bungkil kacang merangsang pertumbuhan jamur dari grup Aspergillus. utk menghindari keracunan bungkil kacang maka dlm rancung tdk digunakan antioksidan atau bungkil kacang & bungkil kelapa yg mengandung kadar lemak tinggi.
  1. Penyakit karena Parasit
    • Cacing
      Karena penyakit cacing jarang ditemukan di peternakan yg bersih & terpelihara baik. Tetapi peternakan yg kotor banyak siput air & minuman kotor maka mungkin ayam terserang cacingan. Ciri serangan cacingan adalah tubuhnya kurus, bulunya kusam, produksi telur merosot & kurang aktif.
·         Kutu
Banyak menyerang ayam di peternakan Indonesia. Dari luar kutu tdk terlihat tapi jika bulu ayam disibak akan terlihat kutunya. Tanda fisik ayam terserang ayam akan gelisah. Kutu umum terdapat di kandang yg tdk terkena sinar matahari langsung maka sisi samping kandang diarahkan melintang dari Timur ke Barat. Penggunaan semprotan kutu sama dgn cara penyemprotan nyamuk. Penyemprotan ini tdk boleh mengenai tangan & mata secara langsung & penyemprotan dilakukan malam hari sehingga pelaksanaannya lebih mudah karena ayam tdk aktif.
5.      Penyakit karena Protozoa. Penyakit ini berasal dari protozoa (trichomoniasis, Hexamitiasis & Blachead), penyakit ini dimasukkan ke golongan parasit tetapi sebenarnya berbeda. Penyakit ini jarang menyerang ayam lingkungan peternakan dijaga kebersihan dari alang-alang & genangan air.

Demikian artikel tentang  Hama dan Penyakit Ayam Petelur yang menyerang ayam petelur, semoga bermanfaat.
Kata terkait Hama dan Penyakit Ayam Petelur: usaha ayam petelur, penyakit ayam petelur, budi daya ayam petelur, penjual bibit ayam petelur, peluang usaha ayam petelur, usaha peternakan ayam petelur, peluang bisnis ayam petelur, prospek usaha ayam petelur, peternakan ayam kampung petelur, prospek bisnis ayam petelur