Kamis, 03 Januari 2013

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM RAS PEDAGING

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM RAS PEDAGING - Budidaya Petani. Berikut merupakan artikel tentang PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM RAS PEDAGING. Sebelum usaha beternak ayam ras pedaging dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) & feeding (makanan ternak/pakan)
  1. Penyiapan Sarana & Peralatan
    1. Perkandangan
      Sistem perkandangan yg ideal utk usaha ternak ayam ras meliputi:
      • persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35 derajat C,
      • kelembaban berkisar antara 60-70%, penerangan/pemanasan kandang sesuai dgn aturan yg ada,
      • tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi & tdk melawan arah mata angin kencang, model kandang disesuaikan dgn umur ayam,
      • untuk anakan hingga umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, utk ayam remaja ± 1 bulan hingga 2 atau 3 bulan memakai kandang box yg dibesarkan & utk ayam dewasa bisa dgn kandang postal atapun kandang bateray.
      • Untuk kontruksi kandang tdk harus dgn bahan yg mahal, yg penting kuat, bersih & tahan lama.
    2. Peralatan
1.      Litter (alas lantai)
Alas lantai/litter harus dlm keadaan kering, maka tdk ada atap yg bocor & air hujan tdk ada yg masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dgn sedikit kapur & pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dgn panjang antara 3–5 cm utk pengganti kulit padi/sekam.
2.      Indukan atau brooder
Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dgn areal jangkauan 1-3 m dgn alat pemanas di tengah. Fungsinya seperti induk ayam yg menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.
3.      Tempat bertengger (bila perlu)
Tempat bertengger utk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding & diusahakan kotoran jatuh ke lantai yg mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin & letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
4.      Tempat makan, minum & tempat grit
Tempat makan & minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yg kuat & tdk bocor juga tdk berkarat. utk tempat grit dgn kotak khusus
5.      Alat-alat rutin
Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan, gunting operasi, pisau potong operasi kecil, & lain-lain.
                        Pembibitan
                         
Ternak yg dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  • ternak sehat & tdk cacat pada fisiknya
  • pertumbuhan & perkembangannya normal
  • ternak berasal dari pembibitan yg dikenal keunggulannya.
  • tidak ada lekatan tinja di duburnya
Pemilihan Bibit & Calon Induk Ayam Ras Pedaging
Ada beberapa pedoman teknis utk memilih bibit/DOC (Day OldChicken)/ayam umur sehari:
  • Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yg sehat.
  • Bulu tampak halus & penuh serta baik pertumbuhannya .
  • Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
  • Anak ayam mempunyak nafsu makan yg baik.
  • Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
  • Tidak ada letakan tinja diduburnya.
Perawatan Bibit & Calon Induk Ayam Ras Pedaging
Dilakukan setiap saat, bila ada gejala kelainan pada ternak supaya segera diberi perhatian secara khusus & diberikan pengobatan sesuai petunjuk Dinas Peternakan setempat atau dokter hewan yg bertugas di daerah yg bersangkutan.
Pemeliharaan Ayam Ras Pedaging
Pemberian Pakan & Minuman
Untuk pemberian pakan ayam ras broiler ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) & fase finisher (umur 4-6 minggu).
a.       Kualitas & kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:
§  kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
§  kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor & minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yg dibutuhkan tiap ekor hingga pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.
b.      Kualitas & kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:
§  kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9% & energi (ME) 2900-3400 Kcal.
§  kuantitas pakan terbagi/digolongkan dlm empat golongan umur yaitu:
§  minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor,
§  minggu ke-6 (umur 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor,
§  minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor &
§  minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor.
Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.
                                                        i.            Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yg dikelompokkan dlm 2 (dua) fase yaitu:
1.      Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor & minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yg dibutuhkan hingga umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula & obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yg diberikan adalah 50 gram/liter air.
2.      Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dlm masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor & minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
Pemeliharaan Kandang
Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yg paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yg ulet/terampil saja. Tindakan preventif dgn memberikan vaksin pada ternak dgn merek & dosis sesuai catatan pada label yg dari poultry shoup. Agar bangunan kandang bisa berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan & dijaga/dicek apabila ada bagian yg rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. dgn demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yg dipelihara.
Semoga artikel PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM RAS PEDAGING bermanfat.

JENIS AYAM RAS PEDAGING

JENIS AYAM RAS PEDAGING - Budidaya Petani. Berikut adalah Jenis ayam ras pedaging, walaupupun singkat semoga bermanfaat.
Dengan berbagai macam strain ayam ras pedaging yg tlah beredar dipasaran, peternak tdk perlu risau dlm menentukan pilihannya. Sebab semua jenis strain yg tlah beredar memiliki daya produktifitas relatif sama.Artinya seandainya terdapat perbedaan, perbedaannya tdk menyolok atau sangat kecil sekali. dlm menentukan pilihan strain apa yg akan dipelihara, peternak bisa meminta daftar produktifitas atau prestasi bibit yg dijual di Poultry Shoup. Adapun jenis strain ayam ras pedaging yg banyak beredar di pasaran adalah: Super 77, Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cornish, Brahma, Langshans, Hypeco-Broiler, Ross, Marshall”m”, Euribrid, A.A 70, H&N, Sussex, Bromo, CP 707.

Demikin artikel tentang JENIS AYAM RAS PEDAGING, semoga memberi manfaat.

Baca juga 

Rabu, 02 Januari 2013

BUDIDAYA GERBERA/ HEBRAS

BUDIDAYA GERBERA /HEBRAS Budidaya Petani. Suka dgn GERBERA / HEBRAS ??? Ikutilah CARA BUDIDAYA GERBERA / HEBRAS berikut ini: 

1. SEJARAH SINGKAT GERBERA / HEBRAS

Gerbera merupakan tanaman bunga hias berupa herba tdk berbatang. Masyarakat Indonesia menyebut gerbera sebagai gebras atau hebras. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman hias pendatang dr luar negri (introduksi) dan diduga berasal dr Afrika Selatan, Afrika Utara dan Rusia. Penemu tanaman gerbera adalah Traug Gerber, seorang naturalis berkebangsaan Jerman yg melakukan ekspedisi ke Afrika Selatan. Selanjutnya diketemukan gerbera hibrida oleh Jamenson. Berawal dr kedua penemu tersebut, tanaman gerbera dikukuhkan dgn nama Gerbera jamessonii Bolus. Tanaman hias ini masuk ke Indonesia sekitar abad XIX bersamaan dgn lintas perdagangan komoditi pertanian.

2. JENIS TANAMAN GERBERA/ HEBRAS 
Klasifikasi botani tanaman hias gerbera adalah sebagai berikut:

Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Famili : Compositae/AsteraceaeGenus : Gerbera.
Spesies : Gerbera jamensonii

Dari keragaman bentuk bunga, terutama struktur helai mahkota bunganya dikenal empat jenis gerbera yg telah dibudidayakan di Indonesia yaitu:
  • Gerbara berbunga selapis: helai mahkota bunga tersusun selapis dan umumnya berwarna merah, kuning dan merah jambu.
  • Gerbera berbunga dua: helai mahkota tersusun bervariasi lebih dr satu. Lapis helai mahkota bagian luar nampak sekali perbedaan susunannya. Contoh berbunga lapis dua yaitu Gerbera jamensonii Fantasi Double Purple yg berwarna merah.
  • Gerbera berbunga tiga lapis: contoh dr bunga jenis ini adalah Gerbera jamensonii Fantasi Triple Red yg berbunga dominan merah, kemudian bervariasi kuning atau hijau kekuningan.
  • Jenis gerbera yg dihasilkan oleh Holand Asia Flori Net di Belanda, dgn ukuran yg lebih besar dr ke tiga jenis di atas. Varitas yg ditanam adalah Gerbara yustika (pink merah), Orange Jaffa (oranye cerah), Ventury (oranye tua).
3. MANFAAT TANAMAN GERBERA / HEBRAS
Selain sebagai bunga potong yg dapat tahan sampai 3 minggu, Tanaman hias gerbera merupakan salah satu penghasil minyak atsiri untuk bahan baku industri minyak wangi, sabun dan kosmetik.

4. SENTRA PENANAMAN GERBERA / HEBRAS
Sentra penanaman bunga potong tanaman gerbera di Indonesia yaitu di daerah Kaban Jahe, Barus Jahe, dan Simpang Empat (Sumatra Utara, Brastagi), Cipanas, Lembang dan Sukabumi (Jabar), Bandungan (Jateng), Batu dan Pujon (Malang Jatim). Sentra produksi tanaman gerbera di dunia adalah negara Belanda dan Thailand.
5.1. Iklim Yang Cocok Untuk Menanam Gerbera/ Herbas
  • Curah hujan yg dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 1.900-2.800 mm/tahun.
  • Daerah yg paling baik adalah daerah yg beriklim sejuk dgn suhu udara minimum 13,7-18 derajat C dan maksimum 19,5-30 derajat C. Suhu udara ideal di awal pertumbuhan 22 derajat C. Jika melebihi 35 derajat C, perkecambahan benih akan terganggu.
5.2. Media Tanam
  • Tanah yg baik untuk tanaman hias gerbera yaitu tanah lempung yg berpasir, subur dan banyak mengandung bahan organik atau humus.
  • Derajat keasaman tanah (pH tanah) yg cocok untuk budidaya hebras berkisar 5,5-6,0.
5.3. Ketinggian Tempat
Di Indonesia di tanam mulai dataran rendah sampai dataran tinggi dgn ketinggian tempat antara 560-1.400 m dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA GERBERA / HEBRAS
    • Persyaratan Benih : Tanaman diperbanyak dgn cara generatif dan vegetatif. Benih diseleksi dr biji yg memiliki daya kecambah atau daya tumbuh yg tinggi dan berpenampilan bernas. Jika bibit dibeli dr toko, perhatikan tanggal kadaluarsanya. Perbanyakan vegetatif menggunakan cara kultur jaringan/anakan. Bahan kultur jaringan menggunakan mata tunas lateral dr pohon atau batang tanaman gerbera yg sehat dan dr jenis yg unggul. Bibit anakan didapatkan dr rumpun tanaman gerbera yg anakannya banyak, induknya produktif berbunga, tumbuhnya normal, sehat dan berasal dr tanaman jenis unggul. Keperluan bibit anakan untuk ditanam di lahan terbuka 1 ha sekitar 80.000-90.000 bila jarak tanam 25 x 40 cm.
        • Penyiapan Benih : Benih yg berasal dr biji disemaikan dahulu sebelum dipindahtanamkan ke lapangan. Penyemaian dapat dilakukan pd bak-bak penyemaian atau pot-pot kecil maupun pot yg berdiameter cukup besar. Sebaiknya media semai diberi sungkup plastik agar kelembaban dan suhu udara tetap stabil serta terlindung dr matahari langsung. Bibit yg didapat dr kultur jaringan yaitu mata tunas yg diambil dr jenis unggul segera dimasukan ke dalam wadah yg mengandung bahan sterilisasi yaitu Clorax 30 %. Lakukan sterilisasi selama 20 menit. Seusai sterilisasi dgn Clorax segera disterilisasi ulang dgn HgCL2 20 % selama 5 menit, kemudian bilas dgn air aquades steril 5 X. Bibit yg dr anakan dipisahkan dr rumpun gerbera yg sudah dibersihkan dr tanah, sebagian akar tangkai dan daun tua dibuang. Tiap bagian minimal satu anakan.
            • Teknik Penyemaian Benih :
                  • Penyemaian di bak persemaian : Pilihlah lokasi tempat semai yg mendapat sinar matahari pagi atau di dalam suatu ruangan yg mendapat cahaya buatan 40 watt/m 2 . Siapkan media semai berupa campuran tanah yg subur halus, pasir dan pupuk kandang yg telah matang dgn perbandingan 1:1:1. Beri sungkup plastik putih tipis agar kelembaban mencapai 98%. Sebelum dimasukkan media semai masukkan selapis pecahan batu bata atau genting kira-kira 1/3 bak pesemaian. Lalu isikan media semai 90 %. Semaikan benih gerbera secara merata. Setelah 5-7 hari, sungkup dibuka selama 1 jam pd pagi hari. dr 7-10 hari setelah semai sungkup dibuka selama 3 jam/hari, kemudain bagian atas sungkup dibuka sampai 20 cm dr puncak untuk mendapatkan kelembaban 90 %. pd saat umur bibit mencapai 21 hari, di sore hari sungkup diangkat.
                      • Penyemaian secara kultur jaringan : Siapkan media dasar yaitu medium Murashige Skoog ditambah gula 30 gram/liter, Vitamin B dan zat pengatur tumbuh kinetin 5 mg ditambah IAA 0,5 mg/liter. PH sebelum dipanaskan diatur sekitar pH 5,7 dgn penambahan NaOH atau HCl 0,1 N. Medium dibuat padat dgn Difco Bacto Agar (DBA) sebanyak 7,5 gram/liter. Tanamkan mata tunas lateral, pd umur 45 hari mata tunas majemuk mulai terbentuk. Bibit hasil kultur jaringan dipindahkan ke persemaian steril dan dipelihara sampai cukup besar. Selanjutnya bibit dipindahtanamkan ke persemaian biasa dgn komposisi media yg sama dgn persemaian benih.
                          • Penyemaian dgn anakan : Tanaman atau bibit anakan yg sudah dibersihkan dr tanah, akar-akar juga daun tua ditanamkan di lahan pembibitan dgn jarak 5 X 10 Cm.
                            • Pemeliharaan Pembibitan/Pesemaian : Siram setiap hari 1 atau 2 kali tergantung cuaca. Pemupukan dilakukan 3 minggu setelah semai. Larutan pupuk terdiri dr 5-10 gram NPK dalam larutan air 10 liter, sedangkan pupuk daun konsentrasinya disesuaikan dgn anjuran. Penjarangan setelah umur 5-6 minggu.
                                • Pemindahan Bibit : Bibit yg berasal biji siap dipindahtanamkan setelah tanaman berdaun 3-5 helai. Bibit yg berasal dr kultur jaringan siap tanam apabila ukurannya cukup besar, sedangkan bibit yg dr anakan siap dipindahtanamkan setelah bibit cukup kuat.
                                  6.2. Pengolahan Media Tanam
                                  • Persiapan : Tentukan lahan yg strategis dan serasi, bersihkan dr gulma, kemudian olah tanah cukup dalam 30 cm hingga struktur tanah gembur. Biarkan tanah selama 10-15 hari.
                                  • Pembukaan Lahan : Tanah diolah dgn teknik yg sama dgn persiapan di atas. Pasang tiang setinggi 100-150 cm di sisi timur dan 80-100 cm di sisi barat. Naungi dgn plastik bening.
                                  • Pembentukan Bedengan : Bentuk bedengan selebar 60-80 cm, tinggi 30 cm dan jarak antara bedengan 40- 60 cm. Buat parit keliling untuk saluran pembuangan kelebihan air dan sekaligus sebagai saluran irigasi waktu mengairi tanaman. Naungan juga dapat dibuat sekaligus untuk 2 bedengan dgn tinggi sisi timur dan barat yg sama dgn naungan 1 bedengan. Di antara bedengan dipasang tiang setinggi 150-200 m sehingga atap berbentuk segi tiga.
                                  • Pengapuran : pd tanah yg kemasaman tanahnya rendah (di bawah 5) perlu ditambahkan kapur pertanian seperti dolomit, kalsit, atau Zeagro. Dosis kapur pertanian berkisar 1-4 ton/ha tergantung pH dan jenis tanahnya.
                                  • Pemupukan : pd saat pembuatan bedengan tambahkan pupuk kandang sebanyak 20-30 ton/ha yg disebar merata, kemudian dicampur dgn tanah sambil dibalikkan. Pemberian pupuk kandang dapat pula dgn cara per lubang tanam rata-rata 200 gram per lubang atau 2-3 kg/m 2 luas lahan. Media pertumbuhan adalah campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang atau sekam padi (1:1:1). Siapkan polybag berdiameter 15, 20, 25 dan 30 cm untuk menanam bibit sesuai dgn ukuran dan umurnya. Isi dasar polybag dgn selapis pecahan bata merah/sekam, lalu diisi dgn media sampai 90 %. Pupuk dasar berupa NPK yg diberikan sebanyak 2-4 gram/tanaman pd saat tanam.[pengolahan media tanam gerbera]
                                  6.3. Teknik Penanaman
                                  • Penentuan Pola Tanam : Lubang tanam selebar dan sedalam daun cangkul pd jarak tanam 20-25 Cm dalam barisan dan 35-40 cm antar barisan. Waktu yg terbaik di pagi hari antara jam 06.00-09.00 atau sore antara 15.00-17.00.
                                  • Cara Penanaman : Basahi lubang tanam sampai lembab, tanamkan bibit secara tegak ditengah-tengah lubang tanam, sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal tanaman. Siramlah bedengan sampai cukup basah.
                                  6.4. Pemeliharaan Tanaman
                                  • Penjarangan dan Penyulaman : Jika ada tanaman yg mati/rusak seawal mungkin segera disulam atau diganti dgn tanaman yg baik pd lubang yg sama. Periode penyulaman sebaiknya tdk melebihi umur 30 hari setelah tanam. Waktu penyulaman yg baik pagi/sore hari .
                                  • Penyiangan : Ditujukan untuk membersihkan sekitar tanaman dr gulma dan sambil menggemburkan tanah. Penyiangan dilakukan pd 7-10 hari setelah tanam dan 30-35 hari setelah tanam.
                                  • Perempalan : Perempalan dilakukan untuk membuang tunas/cabang yg sudah tua, mengering maupun yg terserang penyakit.
                                  • Pemupukan : Dilakukan secara rutin sebulan sekali. Jenis pupuk yg dianjurkan NPK serta unsur mikro lainnya. Jumlah pupuk NPK diberikan 2-4 gram/tanaman dgn periode 1 kali dalam sebulan, sehingga untuk setiap hektarnya antara 200-400 kg. Cara pemberiannya dgn cara dibenamkan dalam larikan atau lubang diantara tanaman. Pupuk NPK dapat diberikan dalam bentuk larutan dgn konsentrasi 10 gram/10 liter air dan diberikan sebanyak 200-250 cc/tanaman dgn periode pemberian 10 hari sekali. Pupuk daun dapat diberikan sesuai anjuran.
                                  • Pengairan dan Penyiraman. : pd fase awal pertumbuhan tanaman gerbera penyiraman dilakukan 1-2 kali. Pemberian air selanjutnya berangsur-angsur berkurang.[cara memelihara tanaman gerbera/ hebras]

                                  7.1. Hama Gerbera/ Herbas
                                  Ulat daun dan belalang :
                                  • Pengendalian: dapat disemprot dgn insektisida seperti Decis 2,5 EC atau Agrimec 18 EC pd konsentrasi yg dianjurkan.
                                  7.2. Penyakit Gerbera/ Herbas
                                  a.Bercak daun
                                  • Penyebab: jamur Cercospora gerberae Chuup et Viegas).
                                  • Gejala: timbul bercak-bercak berwarna coklat, terbentuk bulat/tidak beraturan.
                                  • Pengendalian: memotong/memangkas bagian-bagian yg terkena penyakit, memelihara sanitasi kebun dan penyemprotan dgn fungisida seperti Dithane M-45, Antracol 70 WP dan Daconil 75 WP.
                                  b.Kapang kelabu/grey Mould
                                  • Penyebab: jamur Botrytis cinere Pers ex Fr.).
                                  • Gejala: timbul busuk bunga, hingga kusut dan diliputi kapang yg berwarna kelabu.
                                  • Pengendalian: sama dgn penyakit bercak daun.

                                  Penyakit tepung
                                  • Penyebab: jamur Erysiphe cichoracearum DC).
                                  • Gejala: daun gerbera diliputi oleh lapisan tepung, daun mengering dan gugur.
                                  • Pengendalian: sama dgn penyakit bercak daun.
                                  8. PANEN GERBERA / HEBRAS
                                  1. Ciri dan Umur Panen : Bunga gerbera yg siap dipanen adalah kuntum bunganya telah mekar penuh atau ketika bunga setengah sampai ¾ mekar. Pemanenan sekitar umur 6-8 bulan setelah tanam bibit asal dr biji, atau 3-5 bulan bila bibitnya berasal dr anakan.
                                  2. Perkiraan Produksi : pd pertanaman gerbera yg baik dan jenisnya unggul, tiap rumpun gerbera dapat menghasilkan 5-15 kuntum atau sekitar 140 kuntum bunga per meter luas lahan per tahun.

                                  9. PASCAPANEN GERBERA / HEBRAS
                                  1. Pengumpulan : Setelah bunga gerbera dipanen, dimasukkan ke dalam ember berisi air. Kemudian disimpan di tempat yg teduh untuk melakukan sortasi.
                                  2. Penyortiran dan Penggolongan : Sortasi dilakukan pd tangkai bunga yg ukurannya abnormal dipisahkan secara sendiri. Ikat tangkai bunga dgn karet/tali lentur. Tiap ikatan 10-15 tangkai bunga atau menurut permintaan pasar maupun mempertimbangkan segi praktisnya dalam pengangkutan serta penyimpanan.
                                  3. Pengemasan dan Pengangkutan : Kemas ikatan bunga dalam wadah kotak karton ataupun keranjang plastik dan tutup luka bekas potongan dgn kapas untuk mempertahankan kesegaran. Simpan dikontainer dan siap untuk diangkut.
                                  http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/01/budidaya-gerbera-hebras.html

                                  Demikian artikel tentang CARA BUDIDAYA GERBERA / HEBRAS, semoga bermnfaat.

                                  Baca juga artikel 

                                  Cara Beternak Domba

                                  Cara Beternak Domba - Budidaya Petani. Sebenarnya jika domba dibudidayakan dengan baik, maka akan menghasilkan nilai tambah terutama nilai ekonomi, apalagi jika budidaya domba dilakukan sebagai hobi. Berikut adalah cara beternak (budidaya) domba yang baik.

                                  1. SEJARAH SINGKAT DOMBA
                                  Domba yg kita kenal sekarang merupakan hasil dometikasi manusia yg sejarahnya diturunkan dari 3 jenis domba liar, yaitu Mouflon (Ovis musimon) yg berasal dari Eropa Selatan & Asia Kecil, Argali (Ovis amon) berasal dari Asia Tenggara, Urial (Ovis vignei) yg berasal dari Asia.

                                  2. SENTRA PETERNAKAN DOMBA
                                  Di Indonesia sentra peternakan domba berada di daerah Aceh & Sumatra Utara. Di Aceh pada tahun 1993 tercatat sekitar 106 ribu ekor domba, sementara di Sumatera Utara sekitar 95 ribu ekor domba yg diternakan. Lahan yg digunakan utk berternak di daerah Aceh berdasarkan data Puslit Tanah & Agroklimat Deptan tahun 1979, seluas 5,5 juta hektar mulai dari kemampuan kelas I sampai VIII, sedangkan di Sumatera Utara luas lahan yg digunakan sekitar 7 juta hektar.

                                  3. JENIS DOMBA
                                  Domba seperti halnya kambing, kerbau & sapi, tergolong dlm famili Bovidae. Kita mengenal beberapa bangsa domba yg tersebar diseluruh dunia, seperti:
                                  • Domba Kampung adalah domba yg berasal dari Indonesia

                                  • Domba Priangan berasal dari Indonesia & banyak terdapat di daerah Jawa Barat.
                                  • Domba Ekor Gemuk merupakan domba yg berasal dari Indonesia bagian Timur seperti Madura, Sulawesi & Lombok.
                                  • Domba Garut adalah domba hasil persilangan segi tiga antara domba kampung, merino & domba ekor gemuk dari Afrika Selatan.
                                    Di Indonesia, khususnya di Jawa, ada 2 bangsa domba yg terkenal, yakni domba ekor gemuk yg banyak terdapat di daerah Jawa Tengah & Jawa
                                    Timur & domba ekor tipis yg banyak terdapat di Jawa Barat
                                  4. MANFAAT DOMBA
                                  • Daging domba merupakan sumber protein & lemak hewani. Walaupun belum memasyarakat, susu domba merupakan minuman yg bergizi. Manfaat lain dari berternak domba adalah bulunya dpt digunakan sebagai industri tekstil.

                                  5. PERSYARATAN LOKASI BETERNAK DOMBA
                                  Lokasi utk peternakan domba sebaiknya berada di areal yg cukup luas, udaranya segar & keadaan sekelilingnya tenang, dekat dgn sumber pakan ternak, memiliki sumber air, jauh dari daerah pemukiman & sumber air penduduk (minimal 10 meter), relatif dekat dari pusat pemasaran & pakan ternak.

                                  6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA DOMBA
                                  1. Penyiapan Sarana & Peralatan 
                                  Perkandangan : Kandang harus kuat sehingga dpt dipakai dlm waktu yg lama, ukuran sesua dgn jumlah ternak, bersih, memperoleh sinar matahari pagi, ventilasi kandang harus cukup & terletak lebih tinggi dari lingkungan sekitarnya agar tidak kebanjiran. Atap kandang diusahakan dari bahan yg ringan & memiliki daya serap panas yg relatif kecil, misalnya dari atap rumbia.
                                  • Kandang dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsinya, yaitu:
                                  • Kandang induk/utama, tempat domba digemukkan. Satu ekor domba membutuhkan luas kandang 1 x 1 m.
                                  • Kandang induk & anaknya, tempat induk yg sedang menyusui anaknya selama 3 bulan. Seekor induk domba memerlukan luas 1,5 x 1 m & anak domba memerlukan luas 0,75 x 1 m.
                                  • Kandang pejantan, tempat domba jantan yg akan digunakan sebagai pemacak seluas 2 x 1,5 m/pemancak. Di dlm kandang domba sebaiknya terdapat tempat makan, palung makanan & minuman, gudang makanan, tempat umbaran (tempat domba saat kandang dibersihkan) & tempat kotoran/kompos. 
                                  Tipe & model kandang pada hakikatnya dpt dibedakan dlm 2 tipe, yaitu: 
                                  1. Tipe kandang Panggung :  
                                  • Tipe kandang ini memiliki kolong yg bermanfaat sebagai penampung kotoran. Kolong digali & dibuat lebih rendah daripada permukaan tanah sehingga kotoran & air kencingnya tidak berceceran. Alas kandang terbuat dari kayu/bambu yg telah diawetkan, Tinggi panggung dari tanah dibuat minimal 50 cm/2 m utk peternakan besar. Palung makanan harus dibuat rapat, agar bahan makanan yg diberikan tidak tercecer keluar. 
                                  2. Tipe kandang Lemprak :
                                  • Kandang tipe ini pada umumnya digunakan utk usaha ternak domba kereman. Kandang lemprak tidak dilengkapi dgn alas kayu, tetapi ternak beralasan kotoran & sisa-sisa hijauan pakan. Kandang tidak dilengkapi dgn palung makanan, tetapi keranjang rumput yg diletakkan diatas alas. Pemberian pakan sengaja berlebihan, agar dpt hasil kotoran yg banyak. Kotoran akan dibongkar setelah sekitar 1-6 bulan.
                                  Penyiapan Bibit
                                  • Domba yg unggul adalah domba yg sehat & tidak terserang oleh hama penyakit, berasal dari bangsa domba yg persentase kelahiran & kesuburan tinggi, serta kecepatan tumbuh & persentase karkas yg baik. dgn demikian keberhasilan usaha ternak domba tidak bisa dipisahkan dgn pemilihan induk/pejantan yg memiliki sifat-sifat yg baik.
                                    • Pemilihan Bibit & Calon Induk
                                      • Calon Induk: berumur 1,5-2 tahun, tidak cacat, bentuk perut normal, telinga kecil hingga sedang, bulu halus, roman muka baik & memiliki
                                        nafsu kawin besar & ekor normal.
                                      • Calon Pejantan: berumur 1,5-2 tahun, sehat & tidak cacat, badan normal & keturunan dari induk yg melahirkan anak 2 ekor/lebih, tonjolan tulang pada kaki besar & mempunyai buah zakar yg sama besar serta kelaminnya dpt bereaksi, mempunyai gerakan yg lincah, roman muka baik & tingkat pertumbuhan relatif cepat.
                                    • Reproduksi & Perkawinan
                                      Hal yg harus di ketahui oleh para peternak dlm pengelolaan reproduksi adalah pengaturan perkawinan yg terencana & tepat waktu.
                                      • Dewasa Kelamin, yaitu saat ternak domba memasuki masa birahi yg pertama kali & siap melaksanakan proses reproduksi. Fase ini dicapai pada saat domba berumur 6-8 bulan, baik pada yg jantan maupun yg betina.
                                      • Dewasa tubuh, yaitu masa domba jantan & betina siap utk dikawinkan. Masa ini dicapai pada umur 10-12 bulan pada betina & 12 bulan pada jantan. Perkawinan akan berhasil apabila domba betina dlm keadaan birahi.
                                    • Proses Kelahiran
                                      Lama kebuntingan bagi domba adalah 150 hari (5 bulan). Menjelang kelahiran anak domba, kandang harus bersih & diberi alas yg kering. Bahan utk alas kandang dpt berupa karung goni/jerami kering. Obat yg perlu dipersiapkan adalah jodium utk dioleskan pada bekas potongan tali pusar. Induk domba yg akan melahirkan dpt diketahui melalui perubahan fisik & perilakunya sebagai berikut:
                                      • Keadaan perut menurun & pinggul mengendur.
                                      • Buah susu membesar & puting susu terisi penuh.
                                      • Alat kelamin membengkak, berwarna kemerah-merahan & lembab.
                                      • Ternak selalu gelisah & nafsu makan berkurang.
                                      • Sering kencing.
                                  Pemeliharaan 

                                  Sanitasi & Tindakan Preventif 
                                  • Sanitasi lingkungan dpt dilakukan dgn membersihkan kandang & peralatan dari sarang serangga & hama. kandang terutama tempat pakan & tempat minum dicuci & dikeringkan setiap hari. Perlu dilakukan pembersihan rumput liar di sekitar kandang. Kandang ternak dibersihkan seminggu sekali.
                                  Pengontrolan Penyakit
                                  • Domba yg terserang penyakit dpt segera diobati & dipisahkan dari yg sehat. Lakukan pencegahan dgn menyuntikan vaksinasi pada domba-domba yg sehat.  
                                  Perawatan 
                                  • Ternak Induk bunting diberi makanan yg baik & teratur, ruang gerak yg lapang & dipisahkan dari domba lainnya. induk yg baru melahirkan diberi minum & makanan hijauan yg telah dicampurkan dgn makanan penguat lainnya. Selain itu, induk domba harus dimandikan. Anak domba (Cempe) yg baru dilahirkan, dibersihkan & diberi makanan yg terseleksi. Cempe yg disapih perlu diperhatikan. pakan yg berkualitas dalam bentuk bubur tidak lebih dari 0,20 kg satu kali sehari. 
                                      Perawatan ternak dewasa meliputi:
                                      Memandikan ternak secara rutin minimal seminggu sekali. 
                                      • dgn cara disikat & disabuni. pada pagi hari, kemudian dijemur dibawah sinar matahari pagi.
                                      Mencukur Bulu
                                      • Pencukuran bulu domba dgn gunting biasa/cukur ini. dilakukan minimal 6 bulan sekali & disisakan guntingan bulu setebal kira-kira 0,5 cm. Sebelumnya domba dimandikan sehingga bulu yg dihasilkan dpt dijadikan bahan tekstil. Keempat kaki domba diikat agar tidak lari pada saat dicukur. Pencukuran dimulai dari bagian perut kedepan & searah dgn punggung domba.
                                      Merawat & Memotong Kuku
                                      • Pemotongan kuku domba dipotong 4 bulan sekali dgn golok, pahat kayu, pisau rantan, pisau kuku atau gunting.
                                      Pemberian Pakan 
                                      Zat gizi makanan yg diperlukan oleh ternak domba & mutlak harus tersedia dlm jumlah yg cukup adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral & air. Bahan pakan utk domba pada umumnya digolongkan dlm 4 golongan sebagai berikut:
                                      • Golongan Rumput-rumputan, seperti rumput gajah, benggala, brachiaria, raja, meksiko & rumput alam.
                                      • Golongan Kacang-kacangan, seperti daun lamtoro, turi, gamal daun kacang tanah, daun kacang-kacangan, albisia, kaliandra, gliricidia dan siratro.
                                      • Hasil Limbah Pertanian, seperti daun nangka, daun waru, daun dadap, daun kembang sepatu, daun pisang, daun jagung, daun ketela pohon, daun ketela rambat & daun beringin.
                                      • Golongan Makanan Penguat (Konsentrat), seperti dedak, jagung karing, garam dapur, bungkil kelapa, tepung ikan, bungkil kedelai, ampas tahu, ampas kecap & biji kapas. 
                                      Pakan utk domba berupa campuran dari keempat golongan di atas yg disesuaikan dgn tingkatan umur. Adapun proporsi dari campuran tersebut adalah:
                                      • Ternak dewasa: rumput 75%, daun 25%
                                      • Induk bunting: rumput 60%, daun 40%, konsentrat 2-3 gelas
                                      • Induk menyusui: rumput 50%, daun 50% & konsentrat2-3 gelas
                                      • Anak sebelum disapih: rumput 50%, daun 50%
                                      • Anak lepas sapih: rumput 60%, daun 40% & konsentrat 0,5–1 gelas 
                                      Sedangkan dosis pemberian ransum utk pertumbuhan domba adalah sebagai berikut:
                                      • Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=180 kg/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
                                      • Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=340 kg/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
                                      • Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=410 kg/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
                                      • Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=110 kg/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
                                      • Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=280 kg/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
                                      • Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=440 kg/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
                                      • Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=160 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
                                      • Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=320 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
                                      • Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=470 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
                                      • Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=100 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
                                      • Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=260 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
                                      • Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=410 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
                                      • Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=60 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
                                      • Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=180 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
                                      • Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=340 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
                                      • Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=50 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
                                      • Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=110 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
                                      • Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=260 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
                                      • Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=40 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
                                      • Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=280 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
                                      • Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=440 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
                                      Pemberian Vaksinasi & Obat
                                      • Pemberian vaksinasi dpt dilakukan setiap enam bulan sekali vaksinasi dpt dilakukan dgn menyuntikan obat kedalam tubuh domba. Vaksinasi mulai dilakukan pada anak domba (cempe) bila telah berusia 1 bulan, selanjutnya diulangi pada usia 2-3 bulan. Vaksinasi yg biasa diberikan adalah jenis vaksin Spora (Max Sterne), Serum anti anthrax, vaksin AE, & Vaksin SE (Septichaemia Epizootica).
                                      Pemeliharaan Kandang
                                      • Pemeliharaan kandang meliputi pembersihan kotoran domba menimal satu minggu sekali, membuang kotoran ke tempat penampungan limbah, membersihkan lantai atau alas, penyemprotan & pengapuran kandang utk disinfektan.
                                      7. HAMA & PENYAKIT DOMBA

                                      Penyakit Mencret 
                                      • Penyebab: bakteri Escherichia coli yg menyerang anak domba berusia 3 bulan. Pengobatan: antibiotika & sulfa yg diberikan lewat mulut.
                                      Penyakit Radang Pusar
                                      • Penyebab: alat pemotongan pusar yg tidak steril atau tali pusar tercemar oleh bakteri Streptococcus, Staphyloccus, Escherichia coli & Actinomyces necrophorus. Usia domba yg terserang biasanya cempe usia 2-7 hari. Gejala: terjadi pembengkakan di sekitar pusar & apabila disentuh domba akan kesakitan. Pengendalian: dgn antibiotika, sulfa & pusar dikompres dgn larutan rivanol (Desinfektan).
                                      Penyakit Cacar Mulut
                                      • Penyakit ini menyerang domba usia sampai 3 bulan. Gejala: cempe yg terserang tidak dpt mengisap susu induknya karena tenggorokannya terasa sakit sehingga dpt mengakibatkan kematian. Pengendalian: dgn sulfa seperti Sulfapyridine, Sulfamerozine, atau pinicillin.
                                          Penyakit Titani 
                                          • Penyebab: kekurangan Defisiensi Kalsium (Ca) & Mangan (Mn). Domba yg diserang biasanya berusia 3-4 bulan. Gejala: domba selalu gelisah, timbul kejang pada beberapa ototnya bahkan sampai keseluruh badan. Penyakit ini dpt diobati dgn menyuntikan larutan Genconos calcicus & Magnesium.
                                              Penyakit Radang Limoah
                                              • Penyakit ini menyerang domba pada semua usia, sangat berbahaya, penularannya cepat & dpt menular ke manusia. Penyebab: bakteri Bacillus anthracis.. Gejala: suhu tubuh meninggi, dari lubang hidung & dubur keluar cairan yg bercampur dgn darah, nadi berjalan cepat, tubuh gemetar & nafsu makan hilang. Pengendalian: dgn menyuntikan antibiotika Pracain penncillin G, dgn dosis 6.000-10.000 utk /kg berat tubuh domba tertular.
                                                  Penyakit Mulut & kuku
                                                  • Penyakit menular ini dpt menyebabkan kematian pada ternak domba, & yg diserang adalah pada bagian mulut & kuku. Penyebab: virus & menyerang semua usia pada domba Gejala: mulut melepuh diselaputi lendir. Pengendalian: membersihkan bagian yg melepuh pada mulut dgn menggunakan larutan Aluminium Sulfat 5%, sedangkan pada kuku dilakukan dgn merendam kuku dlm larutan formalin atau Natrium karbonat 4%.
                                                      Penyakit Ngorok
                                                      • Penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: nafsu makan domba berkurang, dpt menimbulkan bengkak pada bagian leher & dada. Semua usia domba dpt terserang penyakit ini, domba yg terserang terlihat lidahnya bengkak & menjulur keluar, mulut menganga, keluar lendir berbuih & sulit tidur. Pengendalian: menggunakan antibiotika lewat air minum atau suntikan.
                                                          Penyakit perut Kembung
                                                          • Penyebab: pemberian makanan yg tidak teratur atau makan rumput yg masih diselimuti embun. Gejala: lambung domba membesar & dpt menyebabkan kematian. utk itu diusahakan pemberian makan yg teratur jadwal & jumlahnya jangan digembalakan terlalu pagi Pengendalian: memberikan gula yg diseduh dgn asam, selanjutnya kaki domba bagian depan diangkat keatas sampai gas keluar.
                                                              Penyakit Parasit Cacing
                                                              • Semua usia domba dpt terserang penyakit ini. Penyebab: cacing Fasciola gigantica (Cacing hati), cacing Neoascaris vitulorum (Cacing gelang), cacing Haemonchus contortus (Cacing lambung), cacing Thelazia rhodesii (Cacing mata). Pengendalian: diberikan Zanil atau Valbazen yg diberikan lewat minuman, dpt juga diberi obat cacing seperti Piperazin dgn dosis 220 mg/kg berat tubuh domba.
                                                                  Penyakit Kudis
                                                                  • Merupakan penyakit menular yg menyerang kulit domba pada semua usia. Akibat dari penyakit ini produksi domba merosot, kulit menjadi jelek & mengurangi nilai jual ternak domba. Penyebab: parasit berupa kutu yg bernama Psoroptes ovis, Psoroptes ciniculi & Chorioptes bovis. Gejala: tubuh domba lemah, kurus, nafsu makan menurun & senang menggaruk tubuhnya. Kudis dpt menyerang muka, telinga, perut punggung, kaki & pangkal ekor. Pengendalian: dgn mengoleskan Benzoas bensilikus 10% pada luka, menyemprot domba dgn Coumaphos 0,05-0,1%.
                                                                      Penyakit Dermatitis
                                                                      • Adalah penyakit kulit menular pada ternak domba, menyerang kulit bibit domba. Penyebab: virus dari sub-group Pox virus & menyerang semua usia domba. Gejala: terjadi peradangan kulit di sekitar mulut, kelopak mata, & alat genital. Pada induk yg menyusui terlihat radang kelenjar susu. Pengendalian: menggunakan salep atau Jodium tinctur pada luka.
                                                                          Penyakit Kelenjar Susu
                                                                          • Penyakit ini sering terjadi pada domba dewasa yg menyusui, sehingga air susu yg diisap cempe tercemar. Penyebab: ambing domba induk yg menyusui tidak secara ruti dibersihkan. Gejala: ambing domba bengkak, bila diraba tersa panas, terjadi demam & suhu tubuh tinggi, nafsu makan kurang, produsi air susu induk berkurang. Pengendalian: pemberian obat-obatan antibiotika melalui air minum.
                                                                            Secara umum pengendalian & pencegahan penyakit yg terjadi pada domba dpt dilakukan dengan:
                                                                            • Menjaga kebersihan kandang, & mengganti alas kandang.
                                                                            • Mengontrol anak domba (cempe) sesering mungkin.
                                                                            • Memberikan nutrisi & makanan penguat yg mengandung mineral, kalsium & mangannya.
                                                                            • Memberikan makanan sesuai jadwal & jumlahnya, Hijauan pakan yg baru dipotong sebaiknya dilayukan lebih dahulu sebelum diberikan.
                                                                            • Menghindari pemberian makanan kasar atau hijauan pakan yg terkontaminasi siput & sebelum dibrikan sebainya dicuci dulu.
                                                                            • Sanitasi yg baik, sering memandikan domba & mencukur bulu.
                                                                            • Tatalaksana kandang diatur dgn baik.
                                                                            • Melakukan vaksinasi & pengobatan pada domba yg sakit.
                                                                            8. PANEN DOMBA
                                                                              Hasil Utama
                                                                              • Hasil utama dari budidaya domba adalah karkas (daging)
                                                                                  Hasil Tambahan
                                                                                  • Hasil tambahan dari budidaya domba adalah bulunya (wool) yg dpt di jadikan sebagai bahan tekstil.
                                                                                  Pembersihan
                                                                                  • Sebelum dipotong ternak dibersihkan dgn cara mencuci kaki domba & menyemprotkan air diatas kepala ternak agar karkas yg dihasilkan tidak
                                                                                    tercemar oleh bakteri & kotoran.
                                                                                  9. PASCAPANEN DOMBA

                                                                                  Stoving
                                                                                  Ada beberapa prinsip teknis yg harus diperhatikan dlm pemotongan domba agar diperoleh hasil pemotongan yg baik, yaitu:
                                                                                    • Ternak domba harus diistirahatkan sebelum pemotongan
                                                                                    • Ternak domba harus bersih, bebas dari tanah & kotoran lain yg dpt mencemari daging.
                                                                                    • Pemotongan ternak harus dilakukan secepat mungkin, & rasa sakit yg diderita ternak diusahakan sekecil mungkin & darah harus keluar secara tuntas.
                                                                                    • Semua proses yg digunakan harus dirancang utk mengurangi jumlah & jenis mikroorganisme pencemar seminimal mungkin
                                                                                    Pengulitan 
                                                                                    • Pengulitan pada domba yg telah disembelih dpt dilakukan dgn menggunakan pisau tumpul atau kikir agar kulit tidak rusak. Kulit domba dibersihkan dari daging, lemak, noda darah atau kotoran yg menempel. Jika sudah bersih, dgn alat perentang yg dibuat dari kayu, kulit domba dijemur dlm keadaan terbentang. Posisi yg paling baik utk penjemuran dgn sinar matahari adalah dlm posisi sudut 45 derajat.
                                                                                    Pengeluaran Jeroan 
                                                                                    • Setelah domba dikuliti, isi perut (visceral) atau yg sering disebut dgn jeroan dikeluarkan dgn cara menyayat karkas (daging) pada bagian perut
                                                                                      domba.
                                                                                    Pemotongan Karkas
                                                                                    • Karkas dibelah menjadi dua bagian yaitu karkas tubuh bagian kiri & karkas tubuh bagian kanan. Karkas dipotong-potong menjadi sub-bagian leher, paha depan, paha belakang, rusuk & punggung. Potongan tersebut dipisahkan menjadi komponen daging, lemak, tulang & tendon. Pemotongan karkas harus mendapat penanganan yg baik supaya tidak cepat menjadi rusak, terutama kualitas & hygienitasnya. Sebab kondisi karkas dipengaruhi oleh peran mikroorganisme selama proses pemotongan & pengeluaran jeroan.
                                                                                    Kata terkait:   
                                                                                    ternak domba, domba aduan, peternakan domba, penggemukan domba, beternak domba, budidaya domba, domba garut, foto domba garut, domba adu, jenis domba, gambar domba, jual domba, domba garut aduan, kandang domba, jenis jenis domba, klasifikasi domba, gambar domba garut, domba ekor gemuk, domba merino, cara ternak domba, peternakan domba garut, harga domba, kambing domba, ternak domba garut, pakan domba, cara beternak domba, gambar domba adu, domba garut betina, adu domba garut, domba texel, kandang domba garut, budidaya domba garut, ternak domba adu, usaha ternak domba, ternak domba pedaging, bibit domba garut, domba gibas, kartun domba, penyakit domba, pakan ternak domba. 

                                                                                    Demikian artikel ttg Cara Beternak Domba, Semoga Bermanfaat.

                                                                                    Baca Juga tentang:
                                                                                    Budidaya Buah Duku
                                                                                    Budidaya Buah Durian