Rabu, 02 Januari 2013

Budidaya Buah Durian

Budidaya Tanaman Buah Durian - Budidaya Petani. Berikut ini adalah Cara Budidaya Durian yang lengkap. Ayo kita belajar bersama2 ttg Budidaya Durian ya...

1. SEJARAH SINGKAT DURIAN
Durian merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yg diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan utk menyebut buah yg kulitnya berduri tajam. Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, & Kalimantan yg berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India & Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur).

2. JENIS TANAMAN DURIAN
Tanaman durian termasuk famili Bombaceae sebangsa pohon kapuk-kapukan. yg lazim disebut durian adalah tumbuhan dari marga (genus) Durio, Nesia, Lahia, Boschia & Coelostegia. Ada puluhan durian yg diakui keunggulannya oleh Menteri Pertanian & disebarluaskan kepada masyarakat utk dikembangkan. Macam varietas durian tersebut adalah: durian sukun (Jawa Tengah), petruk (Jawa Tengah), sitokong (Betawi), simas (Bogor), sunan (Jepara), otong (Thailand), kani (Thailand), sidodol (Kalimantan Selatan), sijapang (Betawi) & sihijau (Kalimantan Selatan).

3. MANFAAT TANAMAN DURIAN
Manfaat durian selain sebagai makanan buah segar & olahan lainnya, terdapat manfaat dari bagian lainnya, yaitu:
  1. Tanamannya sebagai pencegah erosi di lahan-lahan yg miring.
  2. Batangnya utk bahan bangunan/perkakas rumah tangga. Kayu durian setaraf dgn kayu sengon sebab kayunya cenderung lurus.
  3. Bijinya yg memiliki kandungan pati cukup tinggi, berpotensi sebagai alternatif pengganti makanan (dapat dibuat bubur yg dicampur daging buahnya).
  4. Kulit dipakai sebagai bahan abu gosok yg bagus, dengan. cara dijemur sampai kering & dibakar sampai hancur.
4. SENTRA PENANAMAN DURIAN
Di Indonesia, tanaman durian terdapat di seluruh pelosok Jawa & Sumatra. Sedangkan di Kalimantan & Irian Jaya umumnya hanya terdapat di hutan, di sepanjang aliran sungai. Di dunia, tanaman durian tersebar ke seluruh Asia Tenggara, dari Sri Langka, India Selatan hingga New Guenea. Khusus di Asia Tenggara, durian diusahakan dalam bentuk perkebunan yg dipelihara intensif oleh negara Thailand.
Jumlah produksi durian di Filipina adalah 16.700 ton (2.030 ha), di Malaysia 262.000 ton (42.000 ha) & di Thailand 444.500 ton (84.700 ha) pada tahun 1987-1988. Di Indonesia pada tahun yg sama menghasilkan 199.361 ton (41.284 ha) & pada tahun 1990 menghasilkan 275.717 ton (45.372 ha).

5. SYARAT TUMBUH DURIAN

5.1. Iklim
  1. Curah hujan utk tanaman durian maksimum 3000-3500 mm/tahun & minimal 1500-3000 mm/tahun. Curah hujan merata sepanjang tahun, dgn kemarau 1-2 bulan sebelum berbunga lebih baik daripada hujan terus menerus.
  2. Intensitas cahaya matahari yg dibutuhkan durian adalah 60-80%. Sewaktu masih kecil (baru ditanam di kebun), tanaman durian tdk tahan terik sinar matahari di musim kemarau, sehingga bibit harus dilindungi/dinaungi.
  3. Tanaman durian cocok pada suhu rata-rata 20°C-30°C. Pada suhu 15°C durian dpt tumbuh tetapi pertumbuhan tdk optimal. Bila suhu mencapai 35°C daun akan terbakar.
5.2. Media Tanam
  1. Tanaman durian menghendaki tanah yg subur (tanah yg kaya bahan organik). Partikel penyusunan tanah seimbang antara pasir liat & debu sehingga mudah membentuk remah.
  2. Tanah yg cocok utk durian adalah jenis tanah grumosol & ondosol. Tanah yg memiliki ciri-ciri warna hitam keabu-abuan kelam, struktur tanah lapisan atas bebutir-butir, sedangkan bagian bawah bergumpal, & kemampuan mengikat air tinggi.
  3. Derajat keasaman tanah yg dikehendaki tanaman durian adalah (pH) 5-7, dgn pH optimum 6-6,5.
  4. Tanaman durian termasuk tanaman tahunan dgn perakaran dalam, maka membutuhkan kandungan air tanah dgn kedalam cukup, (50-150 cm) & (150-200 cm). Jika kedalaman air tanah terlalu dangkal/ dalam, rasa buah tdk manis/tanaman akan kekeringan/akarnya busuk akibat selalu tergenang.
5.3. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat utk bertanam durian tdk boleh lebih dari 800 m dpl. Tetapi ada juga tanaman durian yg cocok ditanam diberbagai ketinggian. Tanah yg berbukit/yang kemiringannya kurang dari 15 kurang praktis daripada lahan yg datar rata.

6. PEDOMAN BUDIDAYA DURIAN DURIAN

6.1. Pembibitan

1) Persyaratan Benih
Biji utk bibit dipilih dari biji yg memenuhi persyaratan:
  • Asli dari induknya.
  • Segar & sudah tua.
  • Tidak kisut.
  • Tidak terserang hama & penyakit.
2) Penyiapan Benih & Bibit
Pernanyakatan tanaman durian dpt dilakukan melalui cara generatif (dengan biji) atau vegetatif (okulasi, penyusuan atau cxangkokan).

a) Pengadaan benih dgn cara generatif
Memilih biji-biji yg tulen/murni dilakukan dgn mencuci biji-biji dahulu agar daging buah yg menempel terlepas. Biji yg dipilih dikeringkan pada tempat terbuka, tdk terkena sinar matahari langsung. Penyimpanan diusahakan agar tdk berkecambah/rusak & merosot daya tumbuhnya. Proses pemasakan biji dilakukan dgn baik (dengan cara diistirahatkan beberapa saat), dalam kurun waktu 2-3 minggu sesudah diambil dari buahnya. Setelah itu biji ditanam.

b) Pengadaan bibit dgn cara okulasi
Persyaratan biji durian yg akan diokulasi berasal dari biji yg sehat & tua, dari tanaman induk yg sehat & subur, sistem perakaran bagus & produktif. Biji yg ditumbuhkan, dipilih yg pertumbuhannya sempurna. Setelah umur 8-10 bulan, dpt diokulasi, dgn cara:
  1. Kulit batang bawah disayat, tepat di atas matanya (.... 1 cm). Dipilih mata tunas yg berjarak 20 cm dari permukaan tanah.
  2. Sayatan dibuat melintang, kulit dikupas ke bawah sepanjang 2-3 cm sehingga mirip lidah.
  3. Kulit yg mirip lidah dipotong menjadi 2/3-nya.
  4. Sisipan “mata” yg diambil dari pohon induk utk batang atas (disayat dibentuk perisai) diantara kulit. Setelah selesai dilakukan okulasi, 2 minggu kemudian di periksa apakah perisai mata tunas berwarna hijau atau tidak. Bila berwarna hijau, berarti okulasi berhasil, jika coklat, berarti okulasi gagal.
c) Penyusuan

1. Model tusuk/susuk
  • Tanaman calon batang atas dibelah setengah bagian menuju kearah pucuk. Panjang belahan antara 1-1,5 cm diukur dari pucuk. Tanaman calon batang bawah sebaiknya memiliki diameter sama dgn batang atasnya. Tajuk calon batang bawah dipotong & dibuang, kemudian disayat sampai runcing. Bagian yg runcing disisipkan kebelahan calon batang atas yg telah dipersiapkan. Supaya calon batang bawah tdk mudah lepas, sambungannya harus diikat kuat-kuat dgn tali rafia.
  • Selama masa penyusuan batang yg disatukan tdk boleh bergeser. Sehingga, tanaman batang bawah harus disangga atau diikat pada tanaman induk (batang tanaman yg besar) supaya tdk goyah setelah dilakukan penyambungan. Susuan tersebut harus disiram agar tetap hidup. Biasanya, setelah 3-6 bulan tanaman tersebut bisa dipisahkan dari tanaman induknya, tergantung dari usia batang tanaman yg disusukan. Tanaman muda yg kayunya belum keras sudah bisa dipisahkan setelah 3 bulan. Penyambungan model tusuk atau susuk ini dpt lebih berhasil kalau diterapkan pada batang tanaman yg masih muda atau belum berkayu keras.
2. Model sayatan
  • Pilih calon batang bawah (bibit) & calon batang atas dari pohon induk yg sudah berbuah & besarnya sama.
  • Kedua batang tersebut disayat sedikit sampai bagian kayunya. Sayatan pada kedua batang tersebut diupayakan agar bentuk & besarnya sama.
  • Setelah kedua batang tersebut disayat, kemudian kedua batang itu ditempel tepat pada sayatannya & diikat sehingga keduanya akan tumbuh bersama-sama.
  • Setelah 2-3 minggu, sambungan tadi dpt dilihat hasilnya kalau batang atas & batang bawah ternyata bisa tumbuh bersama-sama berarti penyusuan tersebut berhasil.
  • Kalau sambungan berhasil, pucuk batang bawah dipotong/dibuang, pucuk batang atas dibiarkan tumbuh subur. Kalau pertumbuhan pucuk batang atas sudah sempurna, pangkal batang atas juga dipotong.
  • Maka akan terjadi bibit durian yg batang bawahnya adalah tanaman biji, sedangkan batang atas dari ranting/cabang pohon durian dewasa.
d) Cangkokan
Batang durian yg dicangkok harus dipilih dari cabang tanaman yg sehat, subur, cukup usia, pernah berbuah, memiliki susunan percabangan yg rimbun, besar cabang tdk lebih besar daripada ibu jari (diameter=2–2,5 cm), kulit masih hijau kecoklatan. Waktu mencangkok adalah awal musim hujan sehingga terhindar dari kekeringan, atau pada musim kering, tetapi harus disiram secara rutin (2 kali sehari), pagi & sore hari. Adapun tata cara mencangkok adalah sebagai berikut:
  1. Pilih cabang durian sebesar ibu jari & yg warna kulitnya masih hijau kecoklatan.
  2. Sayap kulit cabang tersebut mengelilingi cabang sehingga kulitnya terlepas.
  3. Bersihkan lendir dgn cara dikerok kemudian biarkan kering angin sampai dua hari.
  4. Bagian bekas sayatan dibungkus dgn media cangkok (tanah, serabut gambut, mos). Jika menggunakan tanah tambahkan pupuk kandang/kompos perbandingan 1:1. Media cangkok dibungkus dgn plastik/sabut kelapa/bahan lain, kedua ujungnya diikat agar media tdk jatuh.
  5. Sekitar 2-5 bulan, akar cangkokan akan keluar menembus pembungkus cangkokan. Jika akar sudah cukup banyak, cangkokan bisa dipotong & ditanam di keranjang persemaian berisi media tanah yg subur.
3) Teknik Penyemaian & Pemeliharaan
Bibit durian sebaiknya tdk ditanam langsung di lapangan, tetapi disemaikan terlebih dahulu ditempat persemaian. Biji durian yg sudah dibersihkan dari daging buah dikering-anginkan sampai kering tdk ada air yg menempel. Biji dikecambahkan dahulu sebelum ditanam di persemaian atau langsung ditanam di polibag. Caranya biji dideder di plastik/anyaman bambu/kotak, dgn media tanah & pasir perbandingan 1:1 yg diaduk merata. Ketebalan lapisan tanah sekitar 2 kali besar biji (6-8 cm), kemudian media tanam tadi disiram tetapi (tidak boleh terlalu basah), suhu media diupayakan cukup lembab (20°C-23°C). Biji ditanam dgn posisi miring tertelungkup (bagian calon akar tunggang menempel ke tanah), & sebagian masih kelihatan di atas permukaan tanah (3/4 bagian masih harus kelihatan). Jarak antara biji satu dgn lainnya adalah 2 cm membujur & 4-5 cm melintang. Setelah biji dibenamkan, kemudian disemprot dgn larutan fungisida, kemudian kotak sebelah atas ditutup plastik supaya kelembabannya stabil. Setelah 2-3 minggu biji akan mengeluarkan akar dgn tudung akar langsung masuk ke dalam media yg panjangnya ± 3-5 cm. Saat itu tutup plastik sudah bisa dibuka. Selanjutnya, biji-biji yg sudah besar siap dibesarkan di persemaian pembesar atau polibag.

4) Pemindahan Bibit
Bibit yg akan ditanam di lapangan sebaiknya sudah tumbuh setinggi 75-150 cm atau berumur 7 - 9 bulan setelah diokulasi, kondisinya sehat & pertumbuhannya bagus. Hal ini tercermin dari pertumbuhan batang yg kokoh, perakarannya banyak & kuat, juga adanya helaian daun dekat pucuk tanaman yg telah menebal & warnanya hijau tua.

6.2. Pengolahan Media Tanam

1) Persiapan
Penanaman durian, perlu perencanaan yg cermat. Hal-hal yg perlu diperhatikan adalah pengukuran pH tanah, analisis tanah, penetapan waktu/jadwal tanam, pengairan, penetapan luas areal penanaman, pengaturan volume produksi.

2) Pembukaan Lahan
Pembersihan & pengolahan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum penanaman bibit berlangsung. Batu-batu besar, alang-alang, pokok-pokok batang pohon sisa penebangan disingkirkan. Perlu dibersihkan dari tanaman liar yg akan menganggu pertumbuhan.

3) Pembentukan Bedengan
Tanah utk bedengan pembesaran harus dicangkul dulu sedalam 30 cm hingga menjadi gembur, kemudian dicampur dgn pasir & kompos yg sudah jadi. utk ukuran bedengan lebar 1 m panjang 2 m, diberi 5 kg pasir & 5 kg pupuk kompos. Setelah tanah, pasir & kompos tercampur merata & dibiarkan selama 1 minggu. Pada saat itu juga tanah disemprot Vapan/Basamid utk mencegah serangan jamur/bakteri pembusuk jamur. Di sekeliling bedengan, perlu dibuatkan saluran utk penampung air. Jika bedengan sudah siap, biji yg telah tumbuh akarnya tadi segera ditanam dgn jarak tanam 20 x 30 cm. Penanaman biji durian dilakukan dgn cara dibuatkan lubang tanam sebesar biji & kedalamannya sesuai dgn panjang akar masing-masing. Setelah biji tertanam semua, bagian permukaan bedengan ditaburi pasir yg dicampur dgn tanah halus (hasil ayakan) setebal 5 cm.

4) Pengapuran
Keadaan tanah yg kurang subur, misalnya tanah podzolik (merah kuning) & latosol (merah-coklat-kuning), yg cenderung memiliki pH 5 - 6 & penyusunannya kurang seimbang antara kandungan pasir, liat & debu, dpt diatasi dgn pengapuran. Sebaiknya dilakukan menjelang musim kemarau, dgn kapur pertanian yg memiliki kadar CaCO3 sampai 90%. Dua sampai 4 minggu sebelum pengapuran, sebaiknya tanah dipupuk dulu & dilsiram 4-5 kali. utk mencegah kekurangan unsur Mg dalam tanah, sebaiknya dua minggu setelah pengapuran, segera ditambah dolomit.

6.3. Teknik Penanaman

1) Penentuan Pola Tanaman
Jarak tanam sangat tergantung pada jenis & kesuburan tanah, kultivar durian, serta sistem budidaya yg diterapkan. utk kultivar durian berumur genjah, jarak tanam: 10 m x 10 m. Sedangkan kultivar durian berumur sedang & dalam jarak tanam 12 m x 12 m. Intensifikasi kebun durian, terutama waktu bibit durian masih kecil (berumur kurang dari 6 tahun), dpt diupayakan dgn budidaya tumpangsari. Berbagai budidaya tumpangsari yg biasa dilakukan yakni dgn tanaman horti (lombok, tomat, terong & tanaman pangan: padi gogo, kedelai, kacang tanah & ubi jalar.

2) Pembuatan Lubang Tanam
Pengolahan tanah terutama dilakukan di lubang yg akan digunakan utk menanam bibit durian. Lubang tanam dipersiapkan 1 m x 1 m x 1 m. Saat menggali lubang, tanah galian dibagi menjadi dua. Sebelah atas dikumpulkan di kiri lubang, tanah galian sebelah bawah dikumpulkan di kanan lubang. Lubang tanam dibiarkan kering terangin-angin selama ± 1 minggu, lalu lubang tanam ditutup kembali. Tanah galian bagian atas lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur pupuk kompos 35 kg/lubang, diikuti oleh tanah bagian bawah yg telah dicampur 35 kg pupuk kandang & 1 kg fospat.
Untuk menghindari gangguan rayap, semut & hama lainnya dpt dicampurkan insektisida butiran seperti Furadan 3 G. Selanjutnya lubang tanam diisi penuh sampai tampak membukit setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Tanah tdk perlu dipadatkan. Penutupan lubang sebaiknya dilakukan 7-15 hari sebelum penanaman bibit.

3) Cara Penanaman
Bibit yg akan ditanam di lapangan sebaiknya tumbuh 75-150 cm, kondisinya sehat, pertumbuhan bagus, yg tercermin dari batang yg kokoh & perakaran yg banyak serta kuat.
Lubang tanam yg tertutup tanah digali kembali dgn ukuran yg lebih kecil, sebesar gumpalan tanah yg membungkus akar bibit durian. Setelah lubang tersedia, dilakukan penanaman dgn cara sebagai berikut :
  1. Polybag/pembungkus bibit dilepas (sisinya digunting/diiris hati-hati)
  2. Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam sampai batas leher
  3. Lubang ditutup dgn tanah galian. Pada sisi tanaman diberi ajir agar pertumbuhan tanaman tegak ke atas sesuai arah ajir.
  4. Pangkal bibit ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa, lalu disiram air.
  5. Di atas bibit dpt dibangun naungan dari rumbia atau bahan lain. Naungan ini sebagai pelindung agar tanaman tdk layu atau kering tersengat sinar matahari secara langsung.
6.4. Pemeliharaan Tanaman

1) Penjarangan & Penyulaman
Penjarangan buah bertujuan utk mencegah kematian durian agar tdk menghabiskan energinya utk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah & frekuensi pembuahan setiap tahunnya.
Penjarangan dilakukan bersamaan dgn proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda).
Penjarangan dpt dilakukan dgn menyemprotkan hormon tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka & sudah dibuahi. Ketika hormon disemprotkan, bunga yg telah dibuahi akan tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga yg belum sempat dibuahi akan mati dgn sendirinya. Jumlah buah durian yg dijarangkan ± 50-60% dari seluruh buah yg ada.

2) Penyiangan
Untuk menghindari persaingan antara tanaman & rumput disekeliling selama pertumbuhan, perlu dilakukan penyiangan (.... diameter 1 m dari pohon durian).

3) Pemangkasan/Perempelan

a) Akar durian
Pemotongan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman sampai 40% selama ± 1 musim. Selama itu pula tanaman tdk dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah, menarik, buah lebih keras & lebih tahan lama. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil panen berkurang & pertumbuhan terhambat. Cara pemotongan: kedua sisi barisan tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm & sejauh 1,5-2 meter dari pangkal batang.

b) Peremajaan
Tanaman yg sudah tua & kurang produktif perlu diremajakan. Tanaman durian tdk harus dibongkar sampai ke akar-akarnya, tetapi cukup dilakukan pemangkasan. Luka pangkasan dibuat miring supaya air hujan tdk tertahan.Untuk mencegah terjadinya infeksi batang, bekas luka tersebut dpt diolesi meni atau ditempeli lilin parafin. Setelah 2-3 minggu dilakukan pemangkasan (di musim hujan) maka pada batang tersebut akan tumbuh tunas-tunas baru. Setelah tunas baru mencapai 2 bulan, tunas tersebut dpt diokulasi. Cara okulasi cabang sama dgn cara okulasi tanaman muda (bibit). Tinggi okulasi dari tanah ± 1 - 1,5 m atau 2 - 2,5 m tergantung pada pemotongan batang pokok. Pemotongan batang pokok tdk boleh terlalu dekat dgn tanah.

c) Pembentukan tanaman yg terlanjur tua
Dahan-dahan yg akan dibentuk tdk usah dililiti kawat, tetapi cukup dibanduli atau ditarik & dipaksa ke bawah agar pertumbuhan tanaman tdk mengarah ke atas. Cabang yg akan dibentuk dibalut dgn kalep agar dahan tersebut tdk terluka. Balutan kalep tadi diberi tali, kemudian ditarik & diikat dgn pasak. dgn demikian, dahan yg tadinya tumbuh tegak ke atas akan tumbuh ke bawah mengarah horizontal.

4) Pemupukan
Sebelum melakukan pemupukan kita harus melihat keadaan tanah, kebutuhan tanaman akan pupuk & unsur hara yg terkandung dalam tanah.

a) Cara memupuk
Pada tahap awal buatlah selokan melingkari tanaman. Garis tengah selokan disesuaikan dgn lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm. Tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Sesudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan utk menutup selokan. Setelah itu tanah diratakan kembali, bila tanah dalam keadaan kering segera lakukan penyiraman.

b) Jenis & dosis pemupukan
Jenis pupuk yg digunakan utk memupuk durian adalah pupuk kandang, kompos, pupuk hijau serta pupuk buatan. Pemupukan yg tepat dpt membuat tanaman tumbuh subur. Setelah tiga bulan ditanam, durian membutuhkan pemupukan susulan NPK (15:15:15) 200 gr perpohon. Selanjutnya, pemupukan susulan dgn NPK itu dilakukan rutin setiap empat bulan sekali sampai tanaman berumur tiga tahun. Setahun sekali tanaman dipupuk dgn pupuk organik kompos/pupuk kandang 60-100 kg per pohon pada musim kemarau. Pemupukan dilakukan dgn cara. menggali lubang mengelilingi batang bawah di bawah mahkota tajuk paling luar dari tanaman. Tanaman durian yg telah berumur =3 tahun biasanya mulai membentuk batang & tajuk. Setelah itu, setiap tahun durian membutuhkan tambahan 20–25% pupuk NPK dari dosis sebelumnya. Apabila pada tahun ke-3, durian diberi pupuk 500 gram NPK per pohon maka pada tahun ke-4 dosisnya menjadi 600-625 gram NPK per pohon. Kebutuhan pupuk kandang juga meningkat, berkisar antara 120-200 kg/pohon menjelang berbunga durian membutuhkan NPK 10:30:10. Pupuk ini ditebarkan pada saat tanaman selesai membentuk tunas baru (menjelang tanaman akan berbunga).

5) Pengairan & Penyiraman
Durian membutuhkan banyak air pada pertumbuhannya, tapi tanah tdk boleh tergenang terlalu lama atau sampai terlalu basah. Bibit durian yg baru ditanam membutuhkan penyiraman satu kali sehari, terutama kalau bibit ditanam pada musim kemarau. Setelah tanaman berumur satu bulan, air tanaman dpt dikurangi sekitar tiga kali seminggu. Durian yg dikebunkan dgn skala luas mutlak membutuhkan tersedianya sumber air yg cukup. Dalam pengairan perlu dibuatkan saluran air drainase utk menghindari air menggenangi bedengan tanaman.

6) Waktu Penyemprotan Pestisida
Untuk mendapatkan pertumbuhan bibit tanaman yg baik, setiap 2 minggu sekali bibit disemprot zat pengatur tumbuh Atonik dgn dosis 1 cc/liter air & ditambah dgn Metalik dgn dosis 0,5 cc/liter air. Hal ini dilakukan utk merangsang pertumbuhan tanaman agar lebih sempurna. Jenis insektisida yg digunakan adalah Basudin yg disemprot sesuai aturan yg ditetapkan & berguna utk pencegahan serangga. utk cendawan cukup melaburi batang dgn fungisida (contohnya Dithane atau Antracol) agar sehat. Lebih baik bila pada saat melakukan penanaman, batang durian dilaburi oleh fungisida tersebut.

7) Pemeliharan Lain
Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) berfungsi mempengaruhi jaringan-jaringan pada berbagai organ tanaman. Zat ini sama sekali tdk memberikan unsur tambahan hara pada tanaman. ZPT dpt membuat tanaman menjadi lemah sehingga penggunannya harus disesuaikan dgn petunjuk pemakaian yg tertera pada label yg ada dalam kemasan, sebab pemakaian ZPT ini hanya dicampurkan saja.

7. HAMA & PENYAKIT DURIAN

7.1. Hama Durian
  1. Penggerek buah (Jawa : Gala-gala)
    • Ciri: telur diletakkan pada kulit buah & dilindungi oleh jaring-jaring mirip rumah laba-laba. Larva yg telah menetas dari telur langsung menggerek & melubangi dinding-dinding buah hingga masuk ke dalam. Larva tersebut tinggal di dalam buah sampai menjadi dewasa. Buah yg diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua.
    • Penyebaran: serangga penggerek buah menyebar dgn cara terbang dari pohon durian yg satu ke pohon lainnya. Serangga penggerek buah ini bertelur pada buah durian yg dihinggapinya. Kegiatan bertelur ini dilakukan secara periodik setiap menjelang musim kemarau.
    • Pengendalian: dilakukan dgn insektisida, seperti Basudin, Sumithion 50 AC, Thiodan 35 EC, dgn dosis 2-3 cc/liter air.
  2. Lebah mini
    • Ciri: hama ini berukuran kecil, tubuhnya berwarna coklat kehitaman & sayapnya bergaris putih lebar. Setelah lebah menjadi merah violet, ukuran panjangnya menjadi 3,5 cm. Pada fase ulat (larva), hama ini menyerang daun-daun durian muda. Selama hama tersebut mengalami masa istirahat (bentuk kepompong), mereka akan menempel erat pada kulit buah. Setelah menjadi lebah serangga ini mencari makan dgn cara menggerek ranting-ranting muda & memakan daun-daun muda.
    • Pengendalian: menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40 EC (Triazofos 420 gram/liter), & insektisida, seperti Supracide 40 EC dosis 420 gram/liter & Temik 106 (Aldikarl 10%).
  3. Ulat penggerek bunga (Prays citry)
    • Ulat ini menyerang tanaman yg baru berbunga, terutama bagian kuncup bunga & calon buah.
    • Ciri: ulat ini warna tubuhnya hijau & kepalanya merah coklat, setelah menjadi kupu-kupu berwarna merah sawo agak kecoklatan, abu-abu & bertubuh langsing.
    • Gejala: kuncup bunga yg terserang akan rusak & putiknya banyak yg berguguran. Demikian pula, benang sari & tajuk bunganya pun rusak semua, sedangkan kuncup & putik patah karena luka digerek ulat. Penularan ke tanaman lain dilakukan oleh kupu-kupu dari hama tersebut.
    • Pengendalian: dgn menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40 EC, nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).
  4. Kutu loncat durian
    • Ciri: serangga berwarna kecoklatan & tubuhnya diselimuti benang-benang lilin putih hasil sekresi tubuhnya; bentuk tubuh, sayap & tungkainya mirip dgn kutu loncat yg menyerang tanaman lamtoro.
    • Gejala: kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yg masih muda dgn cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga daun-daun akan kerdil & pertumbuhannya terhambat; setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yg pekat rasanya manis & merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut-semut bergerombol.
    • Pengendalian: daun & ranting-ranting yg terserang dipangkas utk dimusnahkan. Pengendalian secara kimia dpt dilakukan dgn menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air.
7.2. Penyakit Durian
  1. Phytopthora parasitica & Pythium complectens
    • Penyebab: Pythium complectens, yg menyerang bagian tanaman seperti daun, akar & percabangan.
    • Penularan & penyebab: penyakit ini menular dgn ke pohon lain yg berdekatan. Penularan terjadi bila ada akar yg terluka. Penularan terjadi bersama-sama dgn larutnya tanah atau bahan organik yg terangkut air.
    • Gejala: daun durian yg terserang menguning & gugur mulai dari daun yg tua, cabang pohon kelihatan sakit & ujung-ujungnya mati, diikuti dgn berkembangnya tunas-tunas dari cabang di bawahnya. Kulit di atas permukaan tanah menjadi coklat & membusuk. Pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dpt meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang. Jika dilihat dari luar akar yg sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi colat tua & jaringan pembuluh menjadi merah jambu.
    • Pengendalian:
      1. upayakan drainase yg baik agar tanah tdk terlalu basah & air tdk mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan;
      2. pohon yg sakit dibongkar sampai ke akarnya & dibakar;
      3. pilih bibit durian kerikil utk batang bawah karena jenis ini lebioh tahan terhadap serangan jamur sehingga dpt terhindar dari serangan penyakit busuk.
  2. Kanker bercak
    • Penyebab: Pythium palvimora, terutama menyerang bagian kulit batang & kayu. Penyebaran oleh spora sembara bersamaan dgn butir-butir tanah atau bahan organik yg tersangkut air. Penyebaran penyakit ini dipacu oleh curah hujan yg tinggi dalam cuaca kering. Jamur dpt tumbuh dgn baik pada suhu antara 12-35°C.
    • Gejala: kulit batang durian yg terserang mengeluarkan blendok (gum) yg gelap; jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yg sakit dpt meluas ke dalam sampai ke kayu; daun-daun rontok & ranting-ranting muda dari ujung mulai mati.
    • Pengendalian: (1) perbaikan drainase agar air hujan tdk mengalir dipermukaan tanah & utk batang yg sakit; (5) dilakukan dgn cara memotong kulit yg sakit sampai ke kayunya yg sehat & potongan tanaman yg sakit harus dibakar, sedangkan bagian yg terluka diolesi fungisida, misalnya difolatan 4 F 3%.
  3. Jamur upas
    • Gejala: pada cabang-cabang & kulit kayu terdapat benang-benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu & masuk ke dalam kulit & kayu sehingga menyebabkan matinya cabang.
    • Pengendalian:
      1. serangan jamur yg masih pada tingkat sarang laba-laba dpt dikendalikan dgn cara melumasi cabang yg terserang degan fungisida, misalnya calizin RM;
      2. jika jamur sudah membentuk kerak merah jambu, sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kira-kira lebih 30 cm ke bawah bagian yg berjamur;
      3. dengan menyemprotkan Antrocol 70 WP (propineb 70,5%), dosis 100-200 gram/liter air atau 1-1,5 kg/ha aplikasi.
8. PANEN DURIAN

8.1. Ciri & Umur Panen
Pada umur sekitar 8 tahun, tanaman durian sudah mulai berbunga. Musim berbunga jatuh pada waktu kemarau, yakni bulan Juni-September sehingga bulan Oktober-Februari buah sudah dewasa & siap dipetik. Panen durian diusahakan sebelum musim hujan tiba karena air hujan dpt merusak kualitas buah. Warna durian yg hampir masak agak berbeda-beda tergantung pada kultivarnya. Buah yg sudah masak umumnya ditandai dgn bau harum yg menyengat. Pada durian yg sudah masak bila diketuk duri atau buahnya akan terdengar dentang udara antara isi & kulitnya.

8.2. Cara Panen
Buah durian yg sudah matang akan jatuh sendiri. utk menjaga agar buah tdk langsung jatuh, kira-kira sebulan sebelum matang buah dpt diikat dgn tali plastik. Tujuan pengikatan tersebut agar tangkai buah yg terlepas dari batang atau ranting pohon tetap menggantung pada tali sehingga buah durian tersebut dpt diambil dalam keadaan utuh. Buah durian dari pohon rendah dpt dipetik dgn menggunakan pisau tajam. Tangkai buah dipotong mulai dari bagian paling atas, ± 1,5 cm dari dahan. Pemotongan sebaiknya dilakukan dgn hati-hati karena di tempat ini terdapat bahan tunas yg akan berbunga pada musim berikutnya. Buah durian yg terletak pada bagian pohon yg tinggi sebaiknya dipetik dgn menggunakan alat bantu yg sesuai agar tdk jatuh ke tanah. Durian yg jatuh ke tanah biasanya retak, daging buahnya menjadi asam/pahit karena terjadi fermentasi pembentukan alkohol & asam.

8.3. Prakiraan Produksi
Jumlah durian yg dpt dipanen dalam satu pohon adalah 60-70 butir perpohon pertahun dgn bobot rata-rata 2,7 kg. Apabila diinginkan jumlah buah yg lebih banyak lagi maka bobot buah akan turun.
 
9. PASCAPANEN DURIAN

9.1. Pengumpulan
Di tempat pengumpulan setiap tangkai durian diberi label khusus atau dicat dgn warna tertentu utk menunjukkan kebun asal durian. Bila kualitasnya kurang baik dpt diperbaiki pada tahun berikutnya.

9.2. Penyortiran & Penggolongan
Hasil panen dikumpulkan, diseleksi & dipilah-pilah berdasarkan ukuran. Seleksi perlu dilakukan agar tdk ada buah cacat yg ikut terkirim, terutama bila buah ini akan dijual atau diekspor.

9.3. Penyimpanan
Durian yg sudah terpilih dicuci & disemprot dgn air agar kotoran yg menempel pada kulitnya menjadi bersih. Selanjutnya buah dicelupkan ke dalam air yg telah diberi fungisida Aliette 800 WP yg berbahan aktif Aluminium tris (Oethy/phosphonate) 22 cc/liter. Tujuan pencelupan ini adalah utk menghindari serangan busuk buah yg disebabkan oleh jamur Phytophtora sp selama pemeraman & transportasi. Lalu buah dikeringanginkan. Durian beserta petinya dimasukkan ke dalam gudang yg cukup mendatangkan penerangan.

9.4. Pengemasan & Pengangkutan
Buah durian yg akan diekspor diberi perlakuan: setelah buah kering, buah dibungkus kantong plastik & diikat dgn tali rafia Setiap kantung plastik berisi satu butir buah durian. Buah yg sudah dibungkus kantung plastik dibungkus lagi dgn kantung kertas semen. Setelah itu, dimasukkan ke dalam kotak karton setebal 3 mm. Setiap ungkus berisi 5-6 butir durian sehingga setiap kotak karton berisi 10-15 kg durian. Kotak ini dilekat dgn lakban (perekat plastik) tebal yg tdk mudah robek jika terkena gesekan. Teknologi pengemasan ini memperhatikan adanya lubang udara agar ada sirkulasi udara, tetapi juga ada lapisan plastik luar utk menahan keluarnya bau, sehingga tdk ada kontak antar udara di dalam kotak pengepakan dgn udara luar maka jika di dalam ada durian yg matang baunya tdk tercium menyengat sampai keluar.

9.5. Penanganan Lain
Bila ingin menghasilkan durian beku utk dipasarkan ke tempat yg jauh, maka dpt dilakukan cara pengepakan fakum udara, cara ini banyak dipakai oleh petani Thailand. Setelah dikupas kulitnya, durian dimasukkan ke dalam alat fakum udara selama 35-40 menit dgn suhu 40°C di bawah nol. Setelah itu, buah durian dimasukkan ke dalam plastik berukuran 300 gram & diletakkan dalam kamar pendingin dgn suhu 18°C di bawah nol.

Demikian artikel tentang  Budidaya Buah Durian, semoga bermanfaat.

Kata Terkait: cara berkebun durian, khasiat durian, budidaya durian, manfaat durian, durian montong, kandungan durian, durian merah, buah durian

Baca Juga artikel tentang Budidaya Buah Duku melalui link di bawah ini
Budidaya Buah Duku 

Budidaya Buah Duku

Budidaya Buah Duku - Budidaya Petani. Di blog ini akan disajikan artikel tentang bagaimana cara budidaya buah duku, belajar bareng yukk..

1. SEJARAH DUKU
Duku (Lansium domesticum Corr) merupakan tanaman buah berupa pohon yg berasal dari Indonesia. Sekarang populasi duku sudah tersebar secara luas di seluruh pelosok nusantara. Selain itu ada yg menyebutkan duku berasal dari Asia Tenggara bagian Barat, Semenanjung Thailand di sebelah Barat sampai Kalimantan di sebelah Timur. Jenis ini masih dijumpai tumbuh liar/meliar kembali di wilayah tersebut & merupakan salah satu buah-buahan budidaya utama.

2. JENIS TANAMANDUKU
Jenis duku yg banyak ditanam di Indonesia adalah jenis duku unggul seperti duku komering, duku metesih & duku condet.

3. MANFAAT TANAMAN DUKU
Manfaat utama tanaman duku sebagai makanan buah segar atau makanan olahan lainnya. Bagian lain yg bermanfaat adalah kayunya yg berwarna coklat muda keras & tahan lama, digunakan utk tiang rumah, gagang perabotan & sebagainya. Kulit buah & bijinya dapat pula dimanfaatkan sebagai obat anti diare & obat menyembuhkan demam. Sedangkan kulit kayunya yg rasanya sepet digunakan utk mengobati disentri, sedangkan tepung kulit kayu digunakan utk menyembuhkan bekas gigitan kalajengking.

4. SENTRA PENANAMAN
Di Indonesia duku terutama ditanam di daerah Jawa (Surakarta), Sumatera (Komering, Sumatera Selatan) & Jakarta (Condet).

5. SYARAT TUMBUH DUKU

5.1. Iklim
  1. Angin tdk terlalu mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman duku tetapi tdk dapat tumbuh optimal di daerah yg kecepatan anginnya tinggi.
  2. Tanaman duku umumnya dapat tumbuh di daerah yg curah hujannya tinggi & merata sepanjang tahun. Tanaman duku tumbuh secara optimal di daerah dgn iklim basah sampai agak basah yg bercurah hujan antara 1500-2500 mm/tahun.
  3. Tanaman duku tumbuh optimal pada intensitas cahaya matahari tinggi.
  4. Tanaman duku dapat tumbuh subur jika terletak di suatu daerah dgn suhu rata-rata 19 derajat C.
  5. Kelembaban udara yg tinggi juga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman duku, sebaliknya jika kelembaban udara rendah dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku.
5.2. Media Tanam
  1. Tanaman duku dapat tumbuh baik sekali pada tanah yg banyak mengandung bahan organik, subur & mempunyai aerasi tanah yg baik. Sebaliknya pada tanah yg agak sarang/tanah yg banyak mengandung pasir, tanaman duku tdk akan berproduksi dgn baik apabila tdk disertai dgn pengairan yg cukup.
  2. Derajat keasaman tanah (pH) yg baik utk tanaman duku adalah 6–7, walaupun tanaman duku relatif lebih toleran terhadap keadaan tanah masam.
  3. Di daerah yg agak basah, tanaman duku akan tumbuh & berproduksi dgn baik asalkan keadaan keadaan air tanahnya kurang dari 150 m di bawah permukaan tanah (air tanah tipe a & tipe b). Tetapi tanaman duku tdk menghendaki air tanah yg menggenang karena dapat menghambat pertumbuhan & produksi tanaman.
  4. Tanaman duku lebih menyukai tempat yg agak lereng karena tanaman duku tdk dapat tumbuh optimal pada kondisi air yg tergenang. Sehingga jika tempatnya agak lereng, air hujan akan terus mengalir & tdk membentuk suatu genangan air.
5.3. Ketinggian Tempat Umumnya tanaman duku menghendaki lahan yg memiliki ketinggian tdk lebih
dari 650 m dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA DUKU

6.1. Pembibitan

1) Persyaratan Benih
Kualitas bibit tanaman duku yg akan ditanam sangat menentukan produksi duku. Oleh sebab itu bibit duku harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Bebas dari hama & penyakit
  2. Bibit mempunyai sifat genjah
  3. Tingkat keseragaman penampakan fisik seperti warna, bentuk & ukuran lebih seragam dari bibit lain yg sejenis
  4. Bibit cepat tumbuh.
2) Penyiapan Benih
Perbanyakan & penanaman duku umumnya masih diperbanyak dgn benih atau dari semai yg tumbuh spontan di bawah pohonnya, kemudian dipelihara dlm pot sampai tinggi hampir 1 meter & sudah dapat ditanam di lapangan. Sehingga tingkat keberhasilan perbanyakan generatif cukup tinggi walaupun memerlukan waktu yg relatif lama. Daya perkecambahan & daya tahan semai akan lebih baik sejalan dgn ukuran benih & hanya benih-benih yg berukuran besar yg hendaknya digunakan dlm usaha pembibitan. Pertumbuhan awal semai itu lambat sekali, dgn pemilihan yg intensif diperlukan waktu 10–18 bulan agar batang duku berdiameter sebesar pensil, yaitu ukuran yg cocok utk usaha penyambungan atau penanaman di lapangan, tetapi di kebanyakan pembibitan utk sampai pada ukuran tersebut diperlukan waktu 2 kali lebih lama. Perbanyakan dgn stek dimungkinkan dgn menggunakan kayu yg masih hijau, namun memerlukan perawatan yg teliti. Terkadang cabang yg besar dicangkok, sebab pohon ynag diperbanyak dgn cangkokan ini dapat berbuah setelah beberapa tahun saja, tetapi kematian setelah cangkokan dipisahkan dari pohon induknya cenderung tinggi presentasenya.

3) Teknik Penyemaian Benih
Waktu penyemaian benih sebaiknya pada musim hujan agar diperoleh keadaan yg selalu lembab & basah.Cara pembuatan media penyemaian dapat berupa tanah yg subur/campuran tanah & pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dgn perbandingan sama (1:1). Jika perlu media tanam dapat ditambahkan sedikit pasir. Tempat persemaian bisa berupa bedengan, keranjang/kantong plastik atau polybag. Tetapi sebaiknya tempat utk persemaian menggunakan kantong plastik agar mempermudah dlm proses pemindahan bibit.

4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Bibit duku tdk memerlukan perawatan khusus kecuali pemberian air yg cukup terutama pada musim kemarau. Selama 2 atau 3 minggu sejak bibit duku ditanam perlu dilakukan penyiraman dua kali setiap hari yaitu pagi & sore hari, terutama pada saat tdk turun hujan. Selanjutnya cukup disiram satu kali setiap hari. Kalau pertumbuhannya sudah benar-benar kokoh, penyiraman cukup dilakukan penyiraman secukupnya jika media penyemaian kering. Penyulaman pada bibit diperlukan jika ada bibit yg mati maupun bibit yg pertumbuhannya terhambat. Rumput liar yg mengganggu pertumbuhan bibit juga hrus dihilangkan. utk meningkatkan pertumbuhan bibit perlu diberi pupuk baik pupuk organik berupa pupuk kandang & kompos maupun pupuk anorganik berupa pupuk TSP & ZK sesuai dgn dosis & kadar yg dianjurkan.

5) Pemindahan Bibit
Umur bibit yg siap tanam adalah sekitar 2-3 bulan dgn tinggi bibit 30-40 cm. Kegiatan pemindahan bibit harus memperhatikan kondisi fisik bibit waktu yg tepat

6.2. Pengolahan Media Tanam

1) Persiapan
Sebelum dilakukan pengolahan lahan perlu diketahui terlebih dahulu tingkat pH tanah yg sesuai utk tanaman duku, yaitu sebesar 6-7. Selain itu kondisi tanah yg akan diolah juga harus sesuai dgn persyaratan tumbuh tanaman duku yaitu tanah yg mengandung banyak bahan organik serta airase tanah yg baik.

2) Pembukaan Lahan
Kegiatan pembukaan lahan dapat dilakukan dgn menggunakan alat bantu seperti traktor maupun cangkul. Pembukaan laahan sebaiknya dilakukan pada waktu musim kering agar pada awal waktu musim hujan kegiatan penanaman dapat dilakukan segera.

3) Pembentukan Bedengan
Pembentukan bedengan tdk terlalu diperlukan delam pengolahan lahan utk tanaman duku, sehingga bedengan jarang dijumpai pada lahan tanaman duku.

4) Pengapuran
Kegiatan pengapuran sangat diperlukan jika kondisi pH tanah tdk sesuai dgn persyaratan pH tanah utk tanaman duku. Cara pengapuran dapat dilakukan dgn penyiraman di sekitar tanaman duku. Jumlah & dosis pengapuran harus sesuai dgn kadar yg dianjurkan.

6.3. Teknik Penanaman

1) Penentuan Pola Tanam
Pohon duku umumnya di tanam di pekarangan, tetapi sering pula ditanam tumpang sari di bawah pohon kelapa (di Filipina) atau ditumpang sarikan dgn tanaman lain seperti pohon manggis & durian (di Indonesia & Thailand). Jarak tanam yg dianjurkan sangat bervariasi dari jarak 8x8 m (kira-kira 150 pohon/ha, di Philipina) sampai jarak 12x12 m utk tipe longkong yg tajuknya memencar di Thailand bagian selatan (50-60 pohon/hektar). Jarak tanam ini ditentukan dgn memperhatikan adanya pohon-pohon pendampingnya.
Variasi jarak tanam yg lain adalah ukuran 7x8 m, 8x9 m, 9x9 m, 9x10 m. Namun hal yg perlu diperhatikan adalah jarak tanam harus cukup lebar, karena jika tanamannya sudah dewasa tajuknya membutuhkan ruangan yg cukup luas. Salah satu variasi tersebut dapat diterapkan tergantung kondisi tanah terutama tingkat kesuburannya. Seandainya diterapkan jarak tanam 10x10 m, berarti utk lahan yg luasnya satu hektar akan dapat ditanami bibit duku sebanyak 100 pohon.

2) Pembuatan Lubang Tanam
Setelah jarak tanam ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam. Waktu yg terbaik utk membuat lubang tanam adalah sekitar 1-2 bulan sebelum penanaman bibit. Lubang tanam minimal yg dibuat adalah berukuran 0,6 x 0,6 x 0,6 meter. Namun akan lebih baik apabila ukurannya lebih besar yaitu 0,8 x 0,8 x 0,7 meter. Jika bibit duku yg akan ditanam berakar panjang (bibit dari biji), maka lubang yg dibuat harus lebih dalam. Tetapi jika bibit duku berakar pendek (bibit hasil cangkok), penggalian lubang diusahakan lebih lebar & lebih luas.

3) Cara Penanaman
Penanaman bibit duku sebaiknya menunggu sampai tanah galian memadat atau tampak turun dari permukaan tanah sekitarnya. Sebelum penanaman dilakukan, maka tanah pada lubang tanam digali terlebih dahulu dgn ukuran kira-kira sebesar kantung yg dibuat utk membungkus bibit. Setelah itu pembungkus bibit dibuka & tanaman dimasukkan dlam lubang tanam. Hal yg perlu diperhatikan adalah posisi akar tdk boleh terbelit sehingga nantinya tdk mengganggu proses pertumbuhan. Pada saat penanaman bibit, kondisi tanah harus basah/disiram dahulu. Penanaman bibit duku jangan terlalu dangkal. Selain itu permukaan tanah yg dibawa oleh bibit dari kantung pembungkus harus tetap terlihat. Setelah bibit tanam, maka tanah yg ada disekitarnya dipadatkan & disiram dgn air secukupnya. Disekitar permukaan atas lubang tanam dapat diberi bonggol pisang, jerami, atau rumput-rumputan kering utk menjaga kelembaban & menghindari pengerasan tanah.

6.4. Pemeliharaan Tanaman

1) Penjarangan & Penyulaman
Kegiatan penjarangan pada dasarnya adalah utk mengurangi persaingan antara tanaman pokok (tanaman duku) & tanaman lain (tanaman pelindung). Persaingan yg terjadi adalah utk mendapatkan unsur hara, air, sinar matahari, & ruang tumbuh. Tanaman selain duku yg dijarangi sebaiknya merupakan tanaman yg memang tdk dikehendaki & menggangu pertumbuhan tanaman duku. Penyulaman tanaman duku juga perlu dilakukan jika ada tanaman duku yg mati. Tumbuhan liar atau gulma juga harus dibersihkan secara rutin. Radius 1-2 meter dari tanaman duku harus bersih.

2) Penyiangan
Kegiatan penyiangan diperlukan utk menghilangkan rumput & herba kecil yg dapat mengganggu pertumbuhan Tanaman duku. Penyiangan dapat dilakukan dgn tangan maupun dgn bantuan beberapa alat pertaniannya
lainnya.

3) Pemupukan
Pemupukan sangat diperlukan utk meningkatkan ketersediaan hara tanah. Meskipun tdk ada pedoman baku utk pemupukan duku, tetapi agar tdk membingungkan dapat menggunakan patokan sebagai berikut:
  1. Tahun kedua & ketiga utk setiap pohon duku bisa diberikan pupuk 15-30 kg pupuk organik, urea 100 gram, TSP 50 gram & ZK 20 gram.
  2. Tahun keempat, kelima & keenam, dosis pupuk dinaikan menjadi 25-40 kg pupuk organik, urea 150 gram, TSP 60 gram & juga pupuk ZK sebanyak 40 gram.
  3. Tahun-tahun berikutnya dosis pupuk dinaikkan lagi. Namun pemberian pupuk sebaiknya disesuaikan pula dgn tingkat pertumbuhan tanaman duku & kesuburan tanah. Pemupukan duku dilakukan dgn cara menggali tanah di sekitar tanaman duku sedalam 30-50 cm dgn lebar yg sama. Lubang pupuk tersebut dibuat melingkar yg letaknya tepat disekeliling tajuk tanaman.
4) Pengairan & Penyiraman
Tanaman duku hanya memerlukan pemberian air yg cukup terutama pada musim kemarau. Selain itu juga tanaman duku sudah cukup kuat & kokoh maka penyiraman dilakukan seperlunya saja. Di sekitar lubang tanam sebaiknya dibuat saluran air utk mencegah air yg tergenang baik yg berasal dari hujan maupun air penyiraman.

7. HAMA & PENYAKIT DUKU

7.1. Hama

1) Kelelawar
Buah duku yg diincar kelelawar adalah buah duku yg matang & siap dipanen.
Pengendalian: utk mencegah gangguan kelelawar ini adalah dgn membungkus buah duku sejak buah itu berukuran kecil. Bahan pembungkus dapat berupa ijuk tanaman aren, kain bekas, bongsang yg terbuat dari anyaman bambu.

2) Kutu perisai (Asterolecantium sp.)
Hama ini menyerang daun & batang duku.
Pengendalian:
  • dengan cara pemeliharaan & perawatan tanaman sebaik mungkin;
  • menggunakan insektisida yg sesuai dgn jenis hama yg mengganggunya.
3) Kumbang penggerak buah (Curculio sp.)
Gejala: menyerang buah duku yg sudah matang, sehingga buah duku berlubang & busuk bila air hujan masuk ke dalamnya. Pengendalian: sama kutu perisai.

4) Kutu putih (Psedococcus lepelleyi)
Hama yg menutupi kuncup daun & daun muda buah duku. Pengendalian: sama kutu perisai.

7.2. Penyakit Tanaman Duku

1) Penyakit busuk akar
Merupakan penyakit yg berbahaya karena menyerang pohon & buah duku.
Pengendalian:
  • dengan pemeliharaan tanaman yg baik;
  • disemprot dgn fungisida sesuai dgn peruntukannya masing-masing obat.
2) Penyakit antraknosa (Colletotrichum gloeosporiods)
Gejala: adanya bintik kecoklatan pada rangkaian buah, serangan ini menyebabkan buah berguguran lebih awal & juga menyebabkan kerugian pasca panen.
Pengendalian:
  • dengan pemeliharaan tanaman yg baik;
  • disemprot dgn fungisida sesuai dgn peruntukannya masing-masing obat.
3) Penyakit mati pucuk
Penyebab: cendawan Gloeosporium sp. menyerang ujung cabang & ranting yg nampak kering.
Pengendalian:
  • dengan pemeliharaan tanaman yg baik;
  • dilakukan dgn disemprot dgn fungisida seperti Manzate, Zerlate, Fermate, Dithane D-14 atau pestisida lain. Dosis utk obat pemberantasan penyakit ini harus disesuaikan dgn anjuran pada label masing-masing obat.
7.3. Gulma
Adanya gulma seperti rumput liar & alang-alang dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku. Gulma ini harus dihilangkan dgn cara penyiangan & utk mencegah gulma ini dapat digunakan obat-obatan kimia.

8. PANEN BUAH DUKU

8.1. Ciri & Umur Panen
Umur tanaman duku dapat mencapai 300 tahun atau lebih, tergantung dari sifat atau jenisnya, cara pemeliharaan & kondisi lingkungan tempat tumbuh. Produktivitas buahnya yg siap panen juga sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut. Buah duku yg siap dipanen biasanya kulit buah berwarna kuning kehijau-hijauan bersih & bahkan telah menjadi kuning keputih-putihan serta buah agak lunak. Tanda-tanda lainnya adalah getah pada kulit buahnya sudah tampak berkurang atau tdk ada getah sama sekali pada kulit buah duku, jika buah masih berwarna hijau berarti buah belum matang & tdk siap dipanen. Tanaman duku yg diperbanyak dgn biji, biasanya mulai berbunga sekaligus berbuah pada umur tanaman 12 tahun bahkan lebih. Sedangkan utk tanaman duku yg pembibitannya secara vegetatif seperti pencangkokkan atau sambungan dapat berbuah lebih cepat yaitu pada umur 8 tahun.

8.2. Cara Panen Buah Duku
Buah duku biasanya dipanen dgn cara dipanjat pohonnya & dipotongi tandan–tandan buahnya yg matang dgn pisau atau gunting pangkas. Hendaklah berhati-hati agar tdk melukai bagian batang tempat menempelnya gagang tandan, sebab perbungaan berikutnya juga akan muncul disitu juga. Kenyataannya, daripada memanjat pohonnya lebih baik menggunakan tangga, sebab tindakan demikian akan mengurangi kerusakan kuncup-kuncup bunga yg masih dominan. Diperlukan 4 atau 5 kali pemanenan sampai semua buah habis dipetik dari pohon. Hanya pemetikan buah yg matang, yg ditaksir dari perubahan warna, yg akan sangat memperbaiki kualitas buah. Umumnya buah yg berada dlm satu tandan akan matang hampir bersamaan, tetapi jika proses pematangan tdk bersamaan, akan sangat menyulitkan pemanenan. Buah duku harus dipanen dlm kondisi kering, sebab buah yg basah akan berjamur jika dikemas.

8.3. Periode Panen Buah Duku
Pada umumnya, tanaman duku mulai berbunga sekitar bulan September & Oktober setiap tahunnya & buahnya yg masak mulai dapat dipungut setelah 6 bulan kemudian sejak keluarnya bunga, yaitu sekitar bulan Februari atau Maret. Penyerbukan bunga duku biasanya terjadi secara silang oleh perantaraan serangga seperti lebah madu, walupun penyerbukan sendiri sering pula terjadi. Masa keluarnya bunga duku yg pertama tergantung pada kondisi lingkungan & sifat/jenis dari tanaman duku tersebut.Musim panen duku pendek sekali, buah langsat matang sedikit lebih awal dari buah duku. Di daerah tertentu tipe buah duku-langsat menghasilkan 2 kali panen pertahun (walupun tdk jelas apakah masing-masing pohon berbuah lebih dari sekali setiap tahunnya), & waktu panen itu juga bervariasi utk berbagai daerah, sehingga di pasar-pasar induk buah duku dapat diperoleh selama 4 bulan (di Thailand & Filiphina pada bulan Juli sampai Oktober) sampai 8 bulan (di Semenanjung Malaysia pada bulan Juni sampai Februari).

8.4. Prakiraan Produksi Buah Duku
Hasil Panen buah duku agak bervariasi. Suatu kecenderungan adanya 2 kali berbuah telah dilaporkan di Filiphina. Pohon duku yg berumur 10 tahun dapat menghasilkan 40-50 kg, buah duku meningkat menjadi 80–150 kg pada umur pohon 30 tahun, hasil maksimumnya menurut laporan yg ada mencapai 300 kg per pohon. Angka-angka mengenai luasan lahan & produksi tersebut di atas jika dihitung menjadi hasil rata-rata akan diperoleh angka 2,5 ton per hektar utk negara. Filiphina dibandingkan dgn 3,6 ton per hektar utk langsat & 5,6 ton per hektar utk duku di Thailand.

9. PASCAPANEN BUAH DUKU

9.1. Pengumpulan
Setelah buah dipanen, maka buah duku tersebut dikumpulkan disuatu tempat yg kering & tdk berair.


9.2. Penyortiran & Penggolongan
Dalam skala usaha komersial, buah duku yg sudah dipanen sudah barang tentu harus disortir terlebih dahulu. Sortasi terutama dilakukan berdasarkan ukuran besar kecilnya buah duku, sekaligus membuang buah yg busuk atau cacat & menyingkirkan tandannya. Buah duku tdk biasa dijual bersama dgn tandannya, karena ada orang yg senang membeli buah duku tanpa disertai tandannya.

9.3. Penyimpanan
Duku merupakan buah yg sangat mudah rusak karena kulit buahnya akan berubah menjadi coklat dlm 4 atau 5 hari setelah dipanen. Buah dapat dibiarkan dipohonnya selama beberapa hari menunggu sampai tandan-tandan lainnya juga matang, tetapi walau masih berada dipohonnya buah-buah itu tetap berubah menjadi coklat & dlm waktu yg pendek tdk akan laku dijual di pasar. Sehingga diperlukan adanya proses penyimpanan dlm kamar pendingin dgn suhu 15°C & kelembaban nisbi 85-90 % dapat memungkinkan buah bertahan sampai 2 minggu, jika buah-buah itu direndam dulu dlm larutan Benomil.

9.4. Pengemasan & Pengangkutan
Buah duku mudah sekali mengalami kerusakan yg tdk berbeda dgn buah-buahan lain pada umumnya. utk mengatasi kemungkinan adanya kerusakan pada buah duku, terutama kerusakan pada waktu perjalanan, maka buah duku itu harus dikemas sedemikian rupa dgn menggunakan kemasan yg kuat. Jenis kemasan yg paling baik utk buah duku adalah peti kayu. Ukuran kemasan jangan terlalu kecil atau besar, tetapi sebaiknya berukuran lebih kurang 30 x 30 x 50 cm yg dapat memuat buah duku sekitar 20 kg per peti. Setelah buah duku dikemas dlm kemasan yg baik maka kemasan itu dikumpulkan pada suatu tempat atau gudang utk kemudian diangkut dgn alat transportasi.

Kata Terkait
budidaya duku, tanaman duku, makalah duku, klasifikasi duku, khasiat duku.

Baca Juga:
Budidaya Buah Durian