Senin, 10 Desember 2012

Tips/ Cara Budidaya Belut Yang Benar

Tips/ Cara Budidaya Belut Yang BenarBudidaya Petani. Pada Kesempatan kali ini akan disajikan mengenai bagai mana tips/ cara budidaya belut. Ciri-ciri belut adalah hidup di air tawar dgn bentuk tubuh bulat memanjang yg hanya memiliki sirip punggung & tubuhnya licin. Hidup belut di sawah-sawah, di rawa-rawa dan lumpur serta di kali-kali kecil. "Budidaya Belut" saat ini sudah mulai dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi, oleh karenanya diperlukan suatu Tips/ Cara Budidaya Belut yang benar.

Sentra budidaya belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta & di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan.

Jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah & belut kali/laut. Namun demikian jenis belut yg sering dijumpai adalah jenis belut sawah. 

Tips/ Cara Budidaya Belut Yang Benar

budidaya belut
Persyaratan Lokasi Budidaya Belut
  • Kualitas air utk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terkemudian keruh & tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, & minyak/limbah pabrik. Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun.
  • Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C.
  • Scr klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim & geografis yg spesifik. Ketinggian tempat budidaya belut dpt berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu pula dgn kelembaban & curah hujan tidak ada batasan yg spesifik.
  • Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yg harus bersih & kaya akan osigen terutama utk bibit/benih yg masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. Sedangkan utk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air & dpt hidup di air yg keruh.
Pedoman Teknis Budidaya Belut
    Penyiapan Sarana & Peralatan
      Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (utk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (utk belut ukuran 3-5 cm) & kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yg masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu utk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm & utk pemeliharan belut dgn ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm.

      Pembuatan kolam belut dgn bahan bak dinding tembok/disemen & dasar bak tidak perlu diplester.
        • Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air, alat penangkapan yg diperlukan, ember plastik & peralatan-peralatan lainnya.
        • Bangunan jenis-jenis kolam belut scr umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas & daya tampung belut itu sendiri.
        • Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik spt pupuk kandang, sekam padi & jerami padi. Caranya kolam yg masih kosong utk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dgn pupuk kandang setebal 10 cm, kemudian diatasnya lagi ditimbun dgn ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedlm kolam scr perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dgn demikian media dasar kolam sdh selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dlm kolam.
      Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m 2 . Utk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m 2 . Utk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m 2 . & utk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m 2 . Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m 2 , hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm.
        Penyiapan Bibit Belut
          Menyiapkan Bibit Belut
              • Anak belut yg sdh siap dipelihara scr intensif adalah yg berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dlm 2 tahapan dgn masing-masing tahapannya selama 2 bulan.
              • Bibit dpt diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau dpt juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yg ada di alam.
              • Pemilihan bibit dpt diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yg dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm & belut jantan berukuran ± 40 cm.
              • Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dgn kapasitas satu ekor pejantan dgn dua ekor betina utk kolam seluas 1 m 2 . Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. & setelah menetas umur 5-8 hari dgn ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dlm ukuran ini belut segera diambil utk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dgn ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dgn ukuran ini anak belut sdh dpt diperlihara dlm kolam belut utk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.
              Perlakuan & Perawatan Bibit Belut
              • Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dlm hal ini benih diperlakukan dgn secermat mungkin agar tidak bnyk yg hilang. Dgn perairan yg bersih & lebih baik lagi apabila di air yg mengalir.
                Pemeliharaan Pembesaran
                    • Pemupukan
                      Jerami yg sdh lapuk diperlukan utk membentuk pelumpuran yg subur & pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama.
                    • Pemberian Vaksinasi
                    • Pemeliharaan Kolam & Tambak
                      Yg perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar & dlm kolam tidak beracun.
                    • Pemberian Pakan
                      Bila diperlukan dpt diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yg diberikan setiap 10 hari sekali.
                  Hama & Penyakit Belut
                  Ada beberapa jenis hama dan penyakit yang sering meneyang belut. Berikut adalah hama dan penyakit pada belut tersebut
                  1. Hama Belut
                    • Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yg langsung mengganggu kehidupan belut.
                    • Di pekarangan, terutama yg ada di perkotaan, hama yg sering menyerang hanya katak & kucing. Pemeliharaan belut scr intensif tidak bnyk diserang hama.
                    • Di alam bebas & di kolam terbuka, hama yg sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air & ikan gabus.
                  1. Penyakit Belut
                    Penyakit yg umum menyerang adalah penyakit yg disebabkan oleh organisme tingkat rendah spt virus, bakteri, jamur, & protozoa yg berukuran kecil.
                  Panen Belut
                  Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu :
                  • Berupa benih/bibit yg dijual utk diternak/dibudidayakan.
                  • Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yg siap dijual utk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dgn permintaan pasar/konsumen). Cara Penangkapan belut sama spt menangkap ikan lainnya dgn peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dgn pancing atau kail & pengeringan air kolam shg belut tinggal diambil saja.
                  Pasca Panen Belut
                  • Pada pemeliharaan belut scr komersial & dlm jumlah yg besar, penanganan pasca panen perlu mendpt perhatian yg serius. Hal ini agar belut dpt diterima oleh konsumen dlm kualitas yg baik, shg m’punyai jaringan pemasaran yg luas. Baca juga Budidaya Semangka dan Manfaat Belut untuk Kesehatan.
                  Demikian Artikel tentang Tips/ Cara Budidaya Belut yang Benar, semoga bermanfaat.

                   teknik budidaya belut,cara budidaya belut, budi daya belut, budidaya belut super.

                  Manfaat Belut Untuk Kesehatan

                  Manfaat Belut Untuk Kesehatan[Budidaya Petani]. Manfaat Belut yang diperoleh jika kita mengonsumsinya sangat banyak terutama manfaat belut utk kesehatan. Seperti halnya jenis daging ikan pada umumnya, belut banyak mengandung zat-zat gizi. Bahkan zat-zat gizi yang terdapat pada daging belut ternyata lebih tinggi dibandingkan yang terdapat pada telur.Untuk kandungan energinya belut lebih besar, bila dibandingkan dgn daging sapi. Begitu pula kandungan vitamin A-nya, ternyata belut jauh lebih kaya. Dengan alasan banyak mengandung vitamin dan gizi, maka budidaya belut banyak digalakkan. Selain itu manfaat belut juga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

                  Belut juga kaya akan fosfor. Nilainya dua kali lipat fosfor pada telur. Tanpa kehadiran fosfor, kalsium tdk dpt membentuk massa tulang. Karena itu, konsumsi fosfor harus berimbang dgn kalsium, agar tulang menjadi kokoh dan kuat, sehingga terbebas dari osteoporosis. Di dalam tubuh, fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat umumnya (sekitar 80 persen) berada dalam tulang dan gigi.

                  Fungsi utama fosfor adalah sbg pemberi energi dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat, sbg penunjang kesehatan gigi dan gusi, utk sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil tentu lebih banyak dibandingkan saat-saat tdk mengandung, terutama utk pembentukan tulang janinnya. Jika asupan fosfor kurang, janin akan mengambilnya dari sang ibu. Ini salah satu penyebab penyakit tulang keropos pada ibu. Kebutuhan fosfor akan terpenuhi apabila konsumsi protein juga diperhatikan. Kandungan vitamin A yang mencapai 1.600 SI per 100 g membuat belut sangat baik utk digunakan sbg pemelihara sel epitel. Selain itu, vitamin A juga sangat diperlukan tubuh utk pertumbuhan, penglihatan, dan prows reproduksi. Belut juga kaya akan vitamin B. Vitamin B umumnya berperan sbg kofaktor dari suatu enzim, sehingga enzim dpt berfungsi normal dalam proses metabolisme tubuh. Vitamin B juga sangat penting bagi otak utk berfungsi normal, membantu membentuk protein, hormon, dan sel darah merah.

                  Zat besi yang terdapat pada belut di antaranya adalah; Belut kaya akan zat besi (20 mg/100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi pada telur dan daging (2,8 mg/ 100g). Mengonsumsi 125 gram belut setiap hari berarti telah memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi, yaitu 25 mg per hari. Zat besi sangat diperlukan tubuh utk mencegah anemia, yang ditandai oleh tubuh yang mudah lemah, letih, dan lesu.

                  Zat besi berguna utk membentuk hemoglobin darah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen tersebut selanjutnya berfungsi utk mengoksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi utk aktivitas tubuh. Itulah yang menyebabkan gejala utama kekurangan zat besi adalah lemah, letih, dan tdk bertenaga. Zat besi juga berguna utk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tdk mudah terserang berbagai penyakit infeksi.

                  Kandungan vitamin A yang mencapai 1.600 SI per 100 g membuat belut sangat baik utk digunakan sbg pemelihara sel epitel. Selain itu, vitamin A juga sangat diperlukan tubuh utk pertumbuhan, penglihatan, dan prows reproduksi.

                  Belut juga kaya akan vitamin B. Vitamin B berfungsi sbg kofaktor dari suatu enzim, sehingga enzim dpt berfungsi normal dalam proses metabolisme tubuh. Selain itu vitamin B berguna bagi otak utk berfungsi normal, membantu membentuk protein, hormon, dan sel darah merah.

                  Meskipun mempunyai nilai gizi yang tinggi, kandungan lemak pada belut juga cukup tinggi, yaitu mencapai 27 g per 100 g. Lebih tinggi dibandingkan lemak pada telur (11,5 g/100 g) dan daging sapi (14,0 g/100 g).
                  Kandungan lemak pada belut hampir setara dgn lemak pada daging babi (28 g/100 gram). Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh Singapore General Hospital, belut termasuk makanan berkolesterol tinggi. Walaupun kadar lemaknya tinggi, belut tdk perlu dihindari dalam pola makan kita. Bagaimanapun, lemak memegang peran penting sbg sumber energi, penyedia asam lemak esensial, dan tentu saja sbg pembawa vitamin min larut lemak (A, D, E dan K).

                  Pada lemak ikan terdapat vitamin D yang cukup tinggi, yaitu 10 kali lipat dibandingkan bagian dagingnya dan 50 kali lipat vitamin D yang terdapat pada susu. Vitamin D sangat berguna bagi tubuh utk membantu penyerapan kalsium dan menghalanginya dad proses resorpsi (pelepasan kalsium dad tulang). Upaya utk mengurangi kadar lemak pada belut adalah dgn cara dipanggang di atas bara api. Proses pemanggangan akan menyebabkan lemak mencair dan keluar dari daging belut.

                  Seperti pada jenis ikan lain, belut juga mengandung asam lemak omega 3. Kadar omega 3 pada lemak ikan, termasuk belut, sangat bervariasi tetapi berkisar antara 4,48 persen sampai dgn 11,80 persen. Kandungan omega 3 pada ikan, tergantung kepada jenis, umur, ketersediaan makanan, dan daerah penangkapan. Dan hasil penelitian, diketahui bahwa bagian tubuh ikan memiliki lemak dgn komposisi omega 3 yang berbeda. Kadar omega 3 pada bagian kepala sekitar 12 persen, dada 28 persen, daging permukaan 31,2 persen, dan isi rongga perut 42,1%. Baca juga Lokasi yg cocok untuk Budidaya Belut.

                  Demikian artikel tentang Manfaat Belut Untuk Kesehatan, semoga bermanfaat.

                  http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/manfaat-belut-untuk-kesehatan.html 

                  Lokasi Yang Cocok Budidaya Belut

                  Lokasi Yang Cocok Budidaya Belut[ Budidaya Petani]. Dilihat dari sisi iklim belut tidak membutuhkan iklim dan geografis yg khusus. Dilihat dari ketinggian tempat  budidaya belut dpt di dataran rendah sampai dataran tinggi. Jika dilihat dari kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yg khusus.

                  Kualitas air utk pemeliharaan belut harus bersih, tdk terlalu keruh & tdk tercemar bahan kimia beracun. Kondisi tanah dasar kolam tdk beracun. Temperatur optimal utk pertumbuhan belut yaitu antara 25-31 derajat C. Prinsipnya kondisi perairan adalah air yg harus bersih dan kaya akan osigen terutama utk bibit/benih yaitu ukuran 1-2 cm. Sedangkan utk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yg keruh. Baca juga tentang Budidaya Alpukat/ Avokad.

                  Demikian artikel ttg Lokasi yg Cocok Budidaya Belut, smoga bermanfaat.

                  Sabtu, 08 Desember 2012

                  Cara Memelihara Semangka

                  Cara Memelihara Semangka - Budidaya Petani. beberapa hal yg perlu diperhatikan dalam memelihara Tanaman Semangka. Berikut adalah Tips cara Memelihara Semangka.
                  • Penjarangan & Penyulaman : Tanaman semangka yg b’umur 3-5 hari perlu diperhatikan, apabila tumbuh t’lalu lebat/tanaman mati dilakukan penyulaman/diganti dgn bibit baru yg tlah disiapkan dari bibit cadangan. Dilakukan penjarangan bila tanaman t’lalu lebat dgn m’pangkas daun & batang yg tidak diperlukan, karena menghalangi sinar matahari yg m’bantu perkembangan tanaman.
                  • Penyiangan : Tanaman semangka cukup m’punyai dua buah saja, dgn pengaturan cabang primer yg cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa m’otong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yg tidak b’guna, ujung.cabang sekunder dipangkas & disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yg tumbuh pada ruas yg ada buah ditebang karena mengganggu pertumbuhan buah. Pengaturan cabang utama & cabang primer agar semua daun pada tiap cabang tidak saling menutupi, s’hingga pembagian sinar merata, yg m’pengaruhi pertumbuhan baik pohon/buahnya.
                  • Pembubunan : Lahan penanaman semangka dilakukan pembubunan tanah agar akar menyerap makanan secara maksimal & dilakukan setlah beb’apa hari penanaman.
                  • Perempalan : Dilakukan melalui penyortiran & pengambilan tunas-tunas muda yg tidak b’guna karena m’pengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yg sedang b’kembang. Perempelan dilakukan utk mengurangi tanaman yg t’lalu lebat akibat banyak tunas-tunas muda yg kurang b’manfaat.
                  • Pemupukan : Pemb’ian pupuk organik pada saat sebelum tanam tidak akan semuanya t’serap, maka dilakukan pemupukan susulan yg disesuaikan dgn fase pertumbuhan. Pada pertumbuhan vegetative diperlukan pupuk daun (Topsil D), pada fase pembentukan buah & pemasakan diperlukan pemupukan Topsis B utk m’perbaiki kualitas buah yg dihasilkan. Pemb’ian pupuk daun dicampur dgn insekstisida & fungisida yg disemprotkan b’samaan secara rutin. Adapun penyemprotan dilakukan sebagai b’ikut:
                    1. Pupuk daun dib’ikan pada saat 7, 14, 21, 28 & 35 hari setlah tanam;
                    2. Pupuk buah dib’ikan pada saat 45 & 55 hari setlah tanam;
                    3. ZA & NPK (perbandingan 1:1) dilakukan 21 hari setlah tanam sebanyak 300 ml, 25 hari setlah tanam sebanyak 400 ml & 55 hari setlah tanam sebanyak 400 ml.
                  • Pengairan & Penyiraman : Sistim irigasi yg digunakan sistem Farrow Irrigation: air dialirkan melalui saluran diantara bedengan, frekuensi pemberian air pada musim kemarau 4-6 hari dgn volume pengairan tidak b’lebihan. Bila dgn pompa air sumur (diesel air) penyiraman dilakukan dgn bantuan slang plastik yg cukup besar s’hingga lebih cepat. Tanaman semangka m’erlukan air secara terus menerus & tidak
                    kekurangan air.
                  • Waktu Penyemprotan Pestisida : Selain pupuk daun, insktisida & fungisida, ada obat lain yaitu ZPZ (zat perangsang tumbuhan); bahan perata & perekat pupuk makro (Pm) b’bentuk cairan. Dosis ZPT: 7,5 cc, Agristik: 7,5 cc & Metalik (Pm): 10 cc utk setiap 14-17 litter pelarut. Penyemprotan campuran obat dilakukan setlah tanaman b’usia >20 hari di lahan. Selanjutnya dilakukan tiap 5 hari sekali hingga umur 70 hari. Penyemprotan dilakukan dgn sprayer utk areal yg tidak t’lalu luas & menggunakan mesin b’tenaga diesel bila luas lahan ribuan hektar. Penyemprotan dilakukan pagi & sore hari t’gantung kebutuhan & kondisi cuaca.
                  • Pemeliharaan Lain : Seleksi calon buah merupakan pekerjaan yg penting utk m’peroleh kualitas yg baik (berat buah cukup besar, t’letak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman), calon buah yg dekat dgn perakaran b’ukuran kecil karena umur tanaman relatif muda (ukuran sebesar telur ayam dlm bentuk yg baik & tidak cacat). Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Setiap calon buah ± 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yg kurang baik akibat ketidak-merataan t’kena sinar matahari, s’hingga warna kurang menarik & menurunkan harga jual buah itu sendiri. Baca Juga tentang Budidaya Semangka dan Budidaya Bunga Anggrek.
                  http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/cara-memelihara-semangka-budidaya-petani.html

                  Jumat, 07 Desember 2012

                  Teknik Menanam Semangka

                  Teknik Menanam Semangka - Budidaya Petani. Tanaman semangka merupakan tanaman semusim dgn pola tanam monokultur.
                  • Pembuatan Lubang Tanaman : Penanaman bibit semangka pada lahan lapangan, setlah persemaian b’umur 14 hari & tlah tumbuh daun ± 2-3 lembar. Sambil menunggu bibit cukup besar dilakukan pelubangan pada lahan dgn kedalaman 8-10 cm. Persiapan pelubangan lahan tanaman dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah ke darat. B’jarak 20-30 cm dari tepi bendengan dgn jarak antara lubang sekitar 80-100 cm/t’gantung tebal tipisnya bedengan. Lahan t’tutup dgn plastik mulsa, maka diperlukan alat bantu dari kaleng bekas cat ukuran 1 kg yg diberi lubang-lubang disesuaikan dgn kondisi tanah bendengan yg diberi lobang.
                  • Cara Penanaman : Setlah dilakukan pelubangan, areal penanaman disiram secara massal supaya tanah siap menerima penanaman bibit sampai menggenangi areal sekitar ¾ tinggi bedengan, & dibiarkan sampai air meresap. Sebelum batang bibit ditanam dilakukan perendaman, agar mudah pelepasan bibit menggunakan kantong plastik yg ada. Langkah imunisasi dilakukan dgn perendaman selama 5-10 menit disertai campuran larutan obat obatan. Susunan obat t’diri dari: 1 sendok teh hormon Atonik, Abitonik, dekamon, menedael, 1 sendok teh peres bakterisida tepung, 1 sendok teh peres fungisida serbuk/tepung (Berlate, dithane M-45, Daconiel). Urutan penanaman adalah sebagai b’ikut:
                    1. Kantong plastik diambil hati-hati supaya akar tidak rusak.
                    2. Tanam dgn tanah posisi kantong & masukkan ke lubang yg sudah disiapkan
                    3. Celah-celah lubang ditutup dgn tanah yg tlah disiapkan
                    4. Lubang tanaman yg t’sisa ditutup dgn tanah & disiram sedikit air agar media bibit menyatu dgn tanah disekeliling dpt b’satu tanpa t’sisa.

                  Teknik Menanam Semangka

                  Cara Pengolahan Lahan Untuk Tanaman Semangka dalam Budidaya Semangka. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam Cara Pengolahan Lahan Untuk Tanaman Semangka.
                  • Persiapan : Bila areal bekas kebun, perlu dib’sihkan dari tanaman terdahulu yg masih tumbuh. Bila bekas persawahan, dikeringkan dulu beb’apa hari sampai tanah itu mudah dicangkul, kemudian diteliti pH tanahnya.
                  • Pembukaan Lahan : Lahan yg ditanami dilakukan pembalikan tanah utk menghancurkan tanah hingga menjadi bongkahan-bongkahan yg merata. Tunggul bekas batang/jaringan perakaran tanaman terdahulu dibuang keluar dari areal, & juga segala jenis batuan yg ada dibuang, s’hingga tidak m’pengaruhi perkembangan tanaman semangka yg akan ditanam di areal tersebut.
                  • Pembentukan Bendengan : Tanaman semangka m’butuhkan bendengan supaya air yg t'kandung di dlm tanah mudah mengalir keluar melalui saluran drainase yg dibuat. Jumlah bendengan t'gantung jumlah baris tanam yg dikehendaki oleh si penanam (bentuk bendengan baris tanaman ganda, bendengan melintang pada areal penanaman). Lebar bendengan 7-8 meter, t'gantung tebal tipis & tinggi bendengan (tinggi bendengan minimum 20 cm).
                  • Pengapuran : Dilakukan dgn pemb’ian jenis kapur pertanian yg me-ngandung unsur Calsium (Ca) & Magnesium (Mg) yg b’sifat menetralkan keasaman tanah & menetralkan racun dari ion logam yg terdapat didlm tanah. Dgn kapur Karbonat/kapur dolomit. Penggunaan kapur per 1000 m 2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , utk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit & pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
                  • Pemupukan : Pupuk yg dipakai adalah pupuk organik & pupuk buatan. Pupuk kandang yg digunakan adalah pupuk kandang yg b’asal dari hewan sapi/kerbau & dipilih pupuk kandang yg sudah matang. Pupuk kandang b’guna utk m’bantu m’ulihkan kondisi tanah yg kurang subur, dgn dosis 2 kg/ bedengan. Caranya, ditaburkan disekeliling baris bendengan secara merata. Pupuk t'sebut t'diri atas:
                    1. Pupuk Makro yg t'diri dari unsur Nitrogen, Phospor, Kalsium (dibuat dari pupuk ZA, TSP & KCl);
                    2. Pupuk Mikro yang t'diri dari Kalsium (Ca) Magnesium (Mg) Mangaan (Mn), Besi (Fe), Belerang (S), Tembaga (Cu), Seng (Zn) Boron (Bo) & Molibden (Mo). Pupuk t'sebut, dijual dgn beb’apa merek seperti Mikroflex, Microsil dll. Penggunaannya, dicampur 1% obat anti hama penggerek batang.
                  • Lain-lain : Tahap penghalusan & perataan bongkahan tanah pada sisi bendengan pada tempat penanaman semangka dilakukan dgn cangkul. Di bagian tengah, sebagai landasan buah pada bedengan, diratakan & diatas lapisan ini dib’i jerami kering utk perambatan semangka & peletakan buah. Bendengan perlu disiangi, disiram & dilapisi jerami kering setebal 2-3 cm & plastik mulsa dgn lebar plastik 110-150 cm agar menghambat penguapan air & tumbuh tanaman liar. Pemakaian plastik lebih menguntungkan karena lebih tahan lama, sampai 8-12 bulan pada areal t'buka (2 - 3 kali periode penanaman). Plastik sisa yg b’warna perak yg m’antulkan sinar matahari & secara tidak langsung m’bantu tanaman banyak mendpt sinar matahari utk pertumbuhannya. Baca juga ttg
                    budidaya anggur, Budidaya Kedondong, pala.
                  http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/teknik-menanam-semangka.html

                  Bibit Semangka (Benih Semangka)

                  Bibit Semangka - Budidaya Petani. Berikut akan disajikan tentang bibit semangka.
                  • Persyaratan Benih semangka : Pemilihan jenis benih semangka yg disemaikan adalah: Hibrida import, terutama benih jenis Triploid (non biji) yg m’punyai kulit biji yg sangat keras & jenis Haploid (b’biji).
                  • Penyiapan Benih Semangka : Jenis benih Hibrida impor, terutama jenis bibit triploid setlah dipilih disiapkan alat bantu utk menyayat/merenggangkan sedikit karena tanpa direnggangkan biji tersebut sulit utk b’kecambah, alat bantu tersebut b’bentuk gunting kuku yg m’punyai bentuk segitiga panjang b’ukuran kecil & disediakan tempat kecil yg m’punyai permukaan lebar. Jenis Haploid dgn mudah disemai karena bijinya tidak keras s’hingga mudah m’belah pada waktu b’kecambah.
                  • Teknik Penyemaian Benih Semangka : Teknik penyemaian benih semangka dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :
                    1. Perenggangan bibit biji semangka terlebih dahulu supaya utk m’permudah dlm proses pertumbuhannya;
                    2. Perendaman biji dlm suatu satuan obat yg diramu dari bahan-bahan: 1 liter air hangat suhu 20-25 derajat C; 1 sendok teh hormon (Atornik, Menedael, Abitonik); 1 sendok peres fungisida (obat anti jamur) seperti: Difoldhan 4T, Dacosnil 75 WP, Benlate; 0,5 sendok teh peres bakterisida (Agrept 25 WP). Setlah direndam 10-30 menit, diangkat & ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi & bibit siap dikecambahkan.
                  • Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian : Kantong-kantong persemaian diletakkan b’deret agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Dib’i perlindungan plastik transparan serupa rumah kaca mini & utk salah satu ujungnya terbuka dgn pinggiran yg terbuka. Pemupukan dilakukan lewat daun utk m’acu perkembangan bibit dicampur dgn obat, dilakukan rutin setiap 3 hari sekali. Pada usia 14 hari, benih-benih dipindahkan ke lapangan yg tlah matang & siap ditanami benih tersebut.
                  • Pemindahan Bibit Semangka : Setlah pengecambahan dilakukan penyemaian bibit menggunakan kantong-kantong plastik b’ukuran : 12 cm x (0,2 - 0,3 )mm. Satu kantong ditanam satu benih (sudut kantong dipotong secukupnya utk pengurangan sisa air) & diisi campuran tanah dgn pupuk organik komposisi: 1 bagian tanah kebun, 1 bagian kompos/humus, 1 bagian pupuk kandang yg sudah matang. Setlah bibit b’umur 12-14 hari & tlah b’daun 2-3 helai, dipindahkan ke areal penanaman yg tlah diolah.
                  Baca juga tentang budidaya semangka dan syarat tumbuh tanaman semangka.
                  http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/bibit-semangka-benih-semangka.html

                  Syarat Tumbuh Tanaman Semangka

                  Syarat Tumbuh Tanaman Semangka - Budidaya Petani. Berikut akan disajikan tentang syarat tumbuh buah semangka. Langsung saja ke Syarat Tumbuh Tanaman Semangka.

                  A.Media Tanam
                  • Tanah yg cocok utk tanaman semangka adalah tanah porous (sarang) sehingga mudah m’buang kelebihan air, tetapi tanah yg terlalu mudah m’buang air kurang baik utk ditanami semangka.
                  • Kondisi tanah yg cocok utk tanaman semangka adalah tanah yg cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam & tanah kebun/persawahan yg tlah dikeringkan.
                  • Keasaman tanah (pH) yg diperlukan antara 6-6,7. Jika pH < 5,5 (tanah asam) maka diadakan pengapuran dgn dosis disesuaikan dgn tingkat keasaman tanah tersebut.

                  B.Ketinggian Tempat dalam Budidaya Semangka.
                  • Ketinggian tempat yg ideal utk areal penanaman semangka adalah: 100-300 m dpl. Kenyataannya semangka dapat ditanam di daerah dekat pantai yg m’punyai ketinggian di bawah 100 m dpl & di atas perbukitan dgn ketinggian lebih dari 300 m dpl.
                  C.Iklim
                  • Suhu udara yg ideal bagipertumbuhan tanaman semangka adalah suhu harian rata-rata yg b’kisar 20–30 mm.
                  • Kelembaban udara cenderung rendah bila sinar matahari menyinari areal penanaman, b’arti udara kering yg miskin uap air. Kondisi demikian cocok utk pertumbuhan tanaman semangka, sebab di daerah asalnya tanaman semangka hidup di lingkungan padang pasir yg b’hawa kering. Sebaliknya, kelembaban yg terlalu tinggi akan mendorong tumbuhnya jamur perusak tanaman.
                  • Secara teoritis curah hujan yg ideal utk areal penanaman semangka adalah 40-50 mm/bulan.
                  • Seluruh areal pertanaman semangka perlu sinar matahari sejak terbit sampai tenggelam. Kekurangan sinar matahari menyebabkan terjadinya kemunduran waktu panen.
                  • Tanaman semangka akan dapat tumbuh b’kembang serta b’buah dgn optimal pada suhu ± 25 derajat C (siang hari). 
                  http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/budidaya-semangka.html.