Jumat, 07 Desember 2012

Teknik Menanam Semangka

Teknik Menanam Semangka - Budidaya Petani. Tanaman semangka merupakan tanaman semusim dgn pola tanam monokultur.
  • Pembuatan Lubang Tanaman : Penanaman bibit semangka pada lahan lapangan, setlah persemaian b’umur 14 hari & tlah tumbuh daun ± 2-3 lembar. Sambil menunggu bibit cukup besar dilakukan pelubangan pada lahan dgn kedalaman 8-10 cm. Persiapan pelubangan lahan tanaman dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah ke darat. B’jarak 20-30 cm dari tepi bendengan dgn jarak antara lubang sekitar 80-100 cm/t’gantung tebal tipisnya bedengan. Lahan t’tutup dgn plastik mulsa, maka diperlukan alat bantu dari kaleng bekas cat ukuran 1 kg yg diberi lubang-lubang disesuaikan dgn kondisi tanah bendengan yg diberi lobang.
  • Cara Penanaman : Setlah dilakukan pelubangan, areal penanaman disiram secara massal supaya tanah siap menerima penanaman bibit sampai menggenangi areal sekitar ¾ tinggi bedengan, & dibiarkan sampai air meresap. Sebelum batang bibit ditanam dilakukan perendaman, agar mudah pelepasan bibit menggunakan kantong plastik yg ada. Langkah imunisasi dilakukan dgn perendaman selama 5-10 menit disertai campuran larutan obat obatan. Susunan obat t’diri dari: 1 sendok teh hormon Atonik, Abitonik, dekamon, menedael, 1 sendok teh peres bakterisida tepung, 1 sendok teh peres fungisida serbuk/tepung (Berlate, dithane M-45, Daconiel). Urutan penanaman adalah sebagai b’ikut:
    1. Kantong plastik diambil hati-hati supaya akar tidak rusak.
    2. Tanam dgn tanah posisi kantong & masukkan ke lubang yg sudah disiapkan
    3. Celah-celah lubang ditutup dgn tanah yg tlah disiapkan
    4. Lubang tanaman yg t’sisa ditutup dgn tanah & disiram sedikit air agar media bibit menyatu dgn tanah disekeliling dpt b’satu tanpa t’sisa.

Teknik Menanam Semangka

Cara Pengolahan Lahan Untuk Tanaman Semangka dalam Budidaya Semangka. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam Cara Pengolahan Lahan Untuk Tanaman Semangka.
  • Persiapan : Bila areal bekas kebun, perlu dib’sihkan dari tanaman terdahulu yg masih tumbuh. Bila bekas persawahan, dikeringkan dulu beb’apa hari sampai tanah itu mudah dicangkul, kemudian diteliti pH tanahnya.
  • Pembukaan Lahan : Lahan yg ditanami dilakukan pembalikan tanah utk menghancurkan tanah hingga menjadi bongkahan-bongkahan yg merata. Tunggul bekas batang/jaringan perakaran tanaman terdahulu dibuang keluar dari areal, & juga segala jenis batuan yg ada dibuang, s’hingga tidak m’pengaruhi perkembangan tanaman semangka yg akan ditanam di areal tersebut.
  • Pembentukan Bendengan : Tanaman semangka m’butuhkan bendengan supaya air yg t'kandung di dlm tanah mudah mengalir keluar melalui saluran drainase yg dibuat. Jumlah bendengan t'gantung jumlah baris tanam yg dikehendaki oleh si penanam (bentuk bendengan baris tanaman ganda, bendengan melintang pada areal penanaman). Lebar bendengan 7-8 meter, t'gantung tebal tipis & tinggi bendengan (tinggi bendengan minimum 20 cm).
  • Pengapuran : Dilakukan dgn pemb’ian jenis kapur pertanian yg me-ngandung unsur Calsium (Ca) & Magnesium (Mg) yg b’sifat menetralkan keasaman tanah & menetralkan racun dari ion logam yg terdapat didlm tanah. Dgn kapur Karbonat/kapur dolomit. Penggunaan kapur per 1000 m 2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , utk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit & pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
  • Pemupukan : Pupuk yg dipakai adalah pupuk organik & pupuk buatan. Pupuk kandang yg digunakan adalah pupuk kandang yg b’asal dari hewan sapi/kerbau & dipilih pupuk kandang yg sudah matang. Pupuk kandang b’guna utk m’bantu m’ulihkan kondisi tanah yg kurang subur, dgn dosis 2 kg/ bedengan. Caranya, ditaburkan disekeliling baris bendengan secara merata. Pupuk t'sebut t'diri atas:
    1. Pupuk Makro yg t'diri dari unsur Nitrogen, Phospor, Kalsium (dibuat dari pupuk ZA, TSP & KCl);
    2. Pupuk Mikro yang t'diri dari Kalsium (Ca) Magnesium (Mg) Mangaan (Mn), Besi (Fe), Belerang (S), Tembaga (Cu), Seng (Zn) Boron (Bo) & Molibden (Mo). Pupuk t'sebut, dijual dgn beb’apa merek seperti Mikroflex, Microsil dll. Penggunaannya, dicampur 1% obat anti hama penggerek batang.
  • Lain-lain : Tahap penghalusan & perataan bongkahan tanah pada sisi bendengan pada tempat penanaman semangka dilakukan dgn cangkul. Di bagian tengah, sebagai landasan buah pada bedengan, diratakan & diatas lapisan ini dib’i jerami kering utk perambatan semangka & peletakan buah. Bendengan perlu disiangi, disiram & dilapisi jerami kering setebal 2-3 cm & plastik mulsa dgn lebar plastik 110-150 cm agar menghambat penguapan air & tumbuh tanaman liar. Pemakaian plastik lebih menguntungkan karena lebih tahan lama, sampai 8-12 bulan pada areal t'buka (2 - 3 kali periode penanaman). Plastik sisa yg b’warna perak yg m’antulkan sinar matahari & secara tidak langsung m’bantu tanaman banyak mendpt sinar matahari utk pertumbuhannya. Baca juga ttg
    budidaya anggur, Budidaya Kedondong, pala.
http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/teknik-menanam-semangka.html

Bibit Semangka (Benih Semangka)

Bibit Semangka - Budidaya Petani. Berikut akan disajikan tentang bibit semangka.
  • Persyaratan Benih semangka : Pemilihan jenis benih semangka yg disemaikan adalah: Hibrida import, terutama benih jenis Triploid (non biji) yg m’punyai kulit biji yg sangat keras & jenis Haploid (b’biji).
  • Penyiapan Benih Semangka : Jenis benih Hibrida impor, terutama jenis bibit triploid setlah dipilih disiapkan alat bantu utk menyayat/merenggangkan sedikit karena tanpa direnggangkan biji tersebut sulit utk b’kecambah, alat bantu tersebut b’bentuk gunting kuku yg m’punyai bentuk segitiga panjang b’ukuran kecil & disediakan tempat kecil yg m’punyai permukaan lebar. Jenis Haploid dgn mudah disemai karena bijinya tidak keras s’hingga mudah m’belah pada waktu b’kecambah.
  • Teknik Penyemaian Benih Semangka : Teknik penyemaian benih semangka dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :
    1. Perenggangan bibit biji semangka terlebih dahulu supaya utk m’permudah dlm proses pertumbuhannya;
    2. Perendaman biji dlm suatu satuan obat yg diramu dari bahan-bahan: 1 liter air hangat suhu 20-25 derajat C; 1 sendok teh hormon (Atornik, Menedael, Abitonik); 1 sendok peres fungisida (obat anti jamur) seperti: Difoldhan 4T, Dacosnil 75 WP, Benlate; 0,5 sendok teh peres bakterisida (Agrept 25 WP). Setlah direndam 10-30 menit, diangkat & ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi & bibit siap dikecambahkan.
  • Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian : Kantong-kantong persemaian diletakkan b’deret agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Dib’i perlindungan plastik transparan serupa rumah kaca mini & utk salah satu ujungnya terbuka dgn pinggiran yg terbuka. Pemupukan dilakukan lewat daun utk m’acu perkembangan bibit dicampur dgn obat, dilakukan rutin setiap 3 hari sekali. Pada usia 14 hari, benih-benih dipindahkan ke lapangan yg tlah matang & siap ditanami benih tersebut.
  • Pemindahan Bibit Semangka : Setlah pengecambahan dilakukan penyemaian bibit menggunakan kantong-kantong plastik b’ukuran : 12 cm x (0,2 - 0,3 )mm. Satu kantong ditanam satu benih (sudut kantong dipotong secukupnya utk pengurangan sisa air) & diisi campuran tanah dgn pupuk organik komposisi: 1 bagian tanah kebun, 1 bagian kompos/humus, 1 bagian pupuk kandang yg sudah matang. Setlah bibit b’umur 12-14 hari & tlah b’daun 2-3 helai, dipindahkan ke areal penanaman yg tlah diolah.
Baca juga tentang budidaya semangka dan syarat tumbuh tanaman semangka.
http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/bibit-semangka-benih-semangka.html

Syarat Tumbuh Tanaman Semangka

Syarat Tumbuh Tanaman Semangka - Budidaya Petani. Berikut akan disajikan tentang syarat tumbuh buah semangka. Langsung saja ke Syarat Tumbuh Tanaman Semangka.

A.Media Tanam
  • Tanah yg cocok utk tanaman semangka adalah tanah porous (sarang) sehingga mudah m’buang kelebihan air, tetapi tanah yg terlalu mudah m’buang air kurang baik utk ditanami semangka.
  • Kondisi tanah yg cocok utk tanaman semangka adalah tanah yg cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam & tanah kebun/persawahan yg tlah dikeringkan.
  • Keasaman tanah (pH) yg diperlukan antara 6-6,7. Jika pH < 5,5 (tanah asam) maka diadakan pengapuran dgn dosis disesuaikan dgn tingkat keasaman tanah tersebut.

B.Ketinggian Tempat dalam Budidaya Semangka.
  • Ketinggian tempat yg ideal utk areal penanaman semangka adalah: 100-300 m dpl. Kenyataannya semangka dapat ditanam di daerah dekat pantai yg m’punyai ketinggian di bawah 100 m dpl & di atas perbukitan dgn ketinggian lebih dari 300 m dpl.
C.Iklim
  • Suhu udara yg ideal bagipertumbuhan tanaman semangka adalah suhu harian rata-rata yg b’kisar 20–30 mm.
  • Kelembaban udara cenderung rendah bila sinar matahari menyinari areal penanaman, b’arti udara kering yg miskin uap air. Kondisi demikian cocok utk pertumbuhan tanaman semangka, sebab di daerah asalnya tanaman semangka hidup di lingkungan padang pasir yg b’hawa kering. Sebaliknya, kelembaban yg terlalu tinggi akan mendorong tumbuhnya jamur perusak tanaman.
  • Secara teoritis curah hujan yg ideal utk areal penanaman semangka adalah 40-50 mm/bulan.
  • Seluruh areal pertanaman semangka perlu sinar matahari sejak terbit sampai tenggelam. Kekurangan sinar matahari menyebabkan terjadinya kemunduran waktu panen.
  • Tanaman semangka akan dapat tumbuh b’kembang serta b’buah dgn optimal pada suhu ± 25 derajat C (siang hari). 
http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/budidaya-semangka.html.

Budidaya Buah Semangka

Budidaya Buah Semangka - Budidaya Petani. Sebelumnya telah disajikan tentang bagai mana cara budidaya anggur, Budidaya Kedondong, pala dan pada kesempatan ini akan disajikan tentang Tips Cara Budidaya Buah Semangka. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya semangka.

Syarat Tumbuh Tanaman Semangka Dalam Budidaya Semangka..

A.Media Tanam

  • Tanah yg cocok utk tanaman semangka adalah tanah porous (sarang) sehingga mudah m’buang kelebihan air, tetapi tanah yg terlalu mudah m’buang air kurang baik utk ditanami semangka.
  • Kondisi tanah yg cocok utk tanaman semangka adalah tanah yg cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam & tanah kebun/persawahan yg tlah dikeringkan.
  • Keasaman tanah (pH) yg diperlukan antara 6-6,7. Jika pH < 5,5 (tanah asam) maka diadakan pengapuran dgn dosis disesuaikan dgn tingkat keasaman tanah tersebut.

B.Ketinggian Tempat
  • Ketinggian tempat yg ideal utk areal penanaman semangka adalah: 100-300 m dpl. Kenyataannya semangka dapat ditanam di daerah dekat pantai yg m’punyai ketinggian di bawah 100 m dpl & di atas perbukitan dgn ketinggian lebih dari 300 m dpl.
C.Iklim
  • Suhu udara yg ideal bagipertumbuhan tanaman semangka adalah suhu harian rata-rata yg b’kisar 20–30 mm.
  • Kelembaban udara cenderung rendah bila sinar matahari menyinari areal penanaman, b’arti udara kering yg miskin uap air. Kondisi demikian cocok utk pertumbuhan tanaman semangka, sebab di daerah asalnya tanaman semangka hidup di lingkungan padang pasir yg b’hawa kering. Sebaliknya, kelembaban yg terlalu tinggi akan mendorong tumbuhnya jamur perusak tanaman.
  • Secara teoritis curah hujan yg ideal utk areal penanaman semangka adalah 40-50 mm/bulan.
  • Seluruh areal pertanaman semangka perlu sinar matahari sejak terbit sampai tenggelam. Kekurangan sinar matahari menyebabkan terjadinya kemunduran waktu panen.
  • Tanaman semangka akan dapat tumbuh b’kembang serta b’buah dgn optimal pada suhu ± 25 derajat C (siang hari). 
Bibit Semangka.
  • Persyaratan Benih : Pemilihan jenis benih semangka yg disemaikan adalah: Hibrida import, terutama benih jenis Triploid (non biji) yg m’punyai kulit biji yg sangat keras & jenis Haploid (b’biji).
  • Penyiapan Benih : Jenis benih Hibrida impor, terutama jenis bibit triploid setlah dipilih disiapkan alat bantu utk menyayat/merenggangkan sedikit karena tanpa direnggangkan biji tersebut sulit utk b’kecambah, alat bantu tersebut b’bentuk gunting kuku yg m’punyai bentuk segitiga panjang b’ukuran kecil & disediakan tempat kecil yg m’punyai permukaan lebar. Jenis Haploid dgn mudah disemai karena bijinya tidak keras s’hingga mudah m’belah pada waktu b’kecambah.
  • Teknik Penyemaian Benih : Teknik penyemaian benih semangka dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :
    1. Perenggangan bibit biji semangka terlebih dahulu supaya utk m’permudah dlm proses pertumbuhannya;
    1. Perendaman biji dlm suatu satuan obat yg diramu dari bahan-bahan: 1 liter air hangat suhu 20-25 derajat C; 1 sendok teh hormon (Atornik, Menedael, Abitonik); 1 sendok peres fungisida (obat anti jamur) seperti: Difoldhan 4T, Dacosnil 75 WP, Benlate; 0,5 sendok teh peres bakterisida (Agrept 25 WP). Setlah direndam 10-30 menit, diangkat & ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi & bibit siap dikecambahkan.
  • Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian : Kantong-kantong persemaian diletakkan b’deret agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Dib’i perlindungan plastik transparan serupa rumah kaca mini & utk salah satu ujungnya terbuka dgn pinggiran yg terbuka. Pemupukan dilakukan lewat daun utk m’acu perkembangan bibit dicampur dgn obat, dilakukan rutin setiap 3 hari sekali. Pada usia 14 hari, benih-benih dipindahkan ke lapangan yg tlah matang & siap ditanami benih tersebut.
  • Pemindahan Bibit : Setlah pengecambahan dilakukan penyemaian bibit menggunakan kantong-kantong plastik b’ukuran : 12 cm x (0,2 - 0,3 )mm. Satu kantong ditanam satu benih (sudut kantong dipotong secukupnya utk pengurangan sisa air) & diisi campuran tanah dgn pupuk organik komposisi: 1 bagian tanah kebun, 1 bagian kompos/humus, 1 bagian pupuk kandang yg sudah matang. Setlah bibit b’umur 12-14 hari & tlah b’daun 2-3 helai, dipindahkan ke areal penanaman yg tlah diolah.

Teknik Menanam Semangka dalam Budidaya Semangka.
  • Penentuan Pola Tanaman : Tanaman semangka merupakan tanaman semusim dgn pola tanam monokultur.
  • Pembuatan Lubang Tanaman : Penanaman bibit semangka pada lahan lapangan, setlah persemaian b’umur 14 hari & tlah tumbuh daun ± 2-3 lembar. Sambil menunggu bibit cukup besar dilakukan pelubangan pada lahan dgn kedalaman 8-10 cm. Persiapan pelubangan lahan tanaman dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah ke darat. B’jarak 20-30 cm dari tepi bendengan dgn jarak antara lubang sekitar 80-100 cm/t’gantung tebal tipisnya bedengan. Lahan t’tutup dgn plastik mulsa, maka diperlukan alat bantu dari kaleng bekas cat ukuran 1 kg yg diberi lubang-lubang disesuaikan dgn kondisi tanah bendengan yg diberi lobang.
  • Cara Penanaman : Setlah dilakukan pelubangan, areal penanaman disiram secara massal supaya tanah siap menerima penanaman bibit sampai menggenangi areal sekitar ¾ tinggi bedengan, & dibiarkan sampai air meresap. Sebelum batang bibit ditanam dilakukan perendaman, agar mudah pelepasan bibit menggunakan kantong plastik yg ada. Langkah imunisasi dilakukan dgn perendaman selama 5-10 menit disertai campuran larutan obat obatan. Susunan obat t’diri dari: 1 sendok teh hormon Atonik, Abitonik, dekamon, menedael, 1 sendok teh peres bakterisida tepung, 1 sendok teh peres fungisida serbuk/tepung (Berlate, dithane M-45, Daconiel). Urutan penanaman adalah sebagai b’ikut:
    1. Kantong plastik diambil hati-hati supaya akar tidak rusak.
    1. Tanam dgn tanah posisi kantong & masukkan ke lubang yg sudah disiapkan
    1. Celah-celah lubang ditutup dgn tanah yg tlah disiapkan
    1. Lubang tanaman yg t’sisa ditutup dgn tanah & disiram sedikit air agar media bibit menyatu dgn tanah disekeliling dpt b’satu tanpa t’sisa.

Cara Pengolahan Lahan Untuk Tanaman Semangka dalam Budidaya Semangka. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam Cara Pengolahan Lahan Untuk Tanaman Semangka.
  • Persiapan : Bila areal bekas kebun, perlu dib’sihkan dari tanaman terdahulu yg masih tumbuh. Bila bekas persawahan, dikeringkan dulu beb’apa hari sampai tanah itu mudah dicangkul, kemudian diteliti pH tanahnya.
  • Pembukaan Lahan : Lahan yg ditanami dilakukan pembalikan tanah utk menghancurkan tanah hingga menjadi bongkahan-bongkahan yg merata. Tunggul bekas batang/jaringan perakaran tanaman terdahulu dibuang keluar dari areal, & juga segala jenis batuan yg ada dibuang, s’hingga tidak m’pengaruhi perkembangan tanaman semangka yg akan ditanam di areal tersebut.
  • Pembentukan Bendengan : Tanaman semangka m’butuhkan bendengan supaya air yg t'kandung di dlm tanah mudah mengalir keluar melalui saluran drainase yg dibuat. Jumlah bendengan t'gantung jumlah baris tanam yg dikehendaki oleh si penanam (bentuk bendengan baris tanaman ganda, bendengan melintang pada areal penanaman). Lebar bendengan 7-8 meter, t'gantung tebal tipis & tinggi bendengan (tinggi bendengan minimum 20 cm).
  • Pengapuran : Dilakukan dgn pemb’ian jenis kapur pertanian yg me-ngandung unsur Calsium (Ca) & Magnesium (Mg) yg b’sifat menetralkan keasaman tanah & menetralkan racun dari ion logam yg terdapat didlm tanah. Dgn kapur Karbonat/kapur dolomit. Penggunaan kapur per 1000 m 2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , utk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit & pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
  • Pemupukan : Pupuk yg dipakai adalah pupuk organik & pupuk buatan. Pupuk kandang yg digunakan adalah pupuk kandang yg b’asal dari hewan sapi/kerbau & dipilih pupuk kandang yg sudah matang. Pupuk kandang b’guna utk m’bantu m’ulihkan kondisi tanah yg kurang subur, dgn dosis 2 kg/ bedengan. Caranya, ditaburkan disekeliling baris bendengan secara merata. Pupuk t'sebut t'diri atas:
    1. Pupuk Makro yg t'diri dari unsur Nitrogen, Phospor, Kalsium (dibuat dari pupuk ZA, TSP & KCl);
    1. Pupuk Mikro yang t'diri dari Kalsium (Ca) Magnesium (Mg) Mangaan (Mn), Besi (Fe), Belerang (S), Tembaga (Cu), Seng (Zn) Boron (Bo) & Molibden (Mo). Pupuk t'sebut, dijual dgn beb’apa merek seperti Mikroflex, Microsil dll. Penggunaannya, dicampur 1% obat anti hama penggerek batang.
  • Lain-lain : Tahap penghalusan & perataan bongkahan tanah pada sisi bendengan pada tempat penanaman semangka dilakukan dgn cangkul. Di bagian tengah, sebagai landasan buah pada bedengan, diratakan & diatas lapisan ini dib’i jerami kering utk perambatan semangka & peletakan buah. Bendengan perlu disiangi, disiram & dilapisi jerami kering setebal 2-3 cm & plastik mulsa dgn lebar plastik 110-150 cm agar menghambat penguapan air & tumbuh tanaman liar. Pemakaian plastik lebih menguntungkan karena lebih tahan lama, sampai 8-12 bulan pada areal t'buka (2 - 3 kali periode penanaman). Plastik sisa yg b’warna perak yg m’antulkan sinar matahari & secara tidak langsung m’bantu tanaman banyak mendpt sinar matahari utk pertumbuhannya.
 Cara Memelihara Semangka.
  • Penjarangan & Penyulaman : Tanaman semangka yg b’umur 3-5 hari perlu diperhatikan, apabila tumbuh t’lalu lebat/tanaman mati dilakukan penyulaman/diganti dgn bibit baru yg tlah disiapkan dari bibit cadangan. Dilakukan penjarangan bila tanaman t’lalu lebat dgn m’pangkas daun & batang yg tidak diperlukan, karena menghalangi sinar matahari yg m’bantu perkembangan tanaman.
  • Penyiangan : Tanaman semangka cukup m’punyai dua buah saja, dgn pengaturan cabang primer yg cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa m’otong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yg tidak b’guna, ujung.cabang sekunder dipangkas & disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yg tumbuh pada ruas yg ada buah ditebang karena mengganggu pertumbuhan buah. Pengaturan cabang utama & cabang primer agar semua daun pada tiap cabang tidak saling menutupi, s’hingga pembagian sinar merata, yg m’pengaruhi pertumbuhan baik pohon/buahnya.
  • Pembubunan : Lahan penanaman semangka dilakukan pembubunan tanah agar akar menyerap makanan secara maksimal & dilakukan setlah beb’apa hari penanaman.
  • Perempalan : Dilakukan melalui penyortiran & pengambilan tunas-tunas muda yg tidak b’guna karena m’pengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yg sedang b’kembang. Perempelan dilakukan utk mengurangi tanaman yg t’lalu lebat akibat banyak tunas-tunas muda yg kurang b’manfaat.
  • Pemupukan : Pemb’ian pupuk organik pada saat sebelum tanam tidak akan semuanya t’serap, maka dilakukan pemupukan susulan yg disesuaikan dgn fase pertumbuhan. Pada pertumbuhan vegetative diperlukan pupuk daun (Topsil D), pada fase pembentukan buah & pemasakan diperlukan pemupukan Topsis B utk m’perbaiki kualitas buah yg dihasilkan. Pemb’ian pupuk daun dicampur dgn insekstisida & fungisida yg disemprotkan b’samaan secara rutin. Adapun penyemprotan dilakukan sebagai b’ikut:
    1. Pupuk daun dib’ikan pada saat 7, 14, 21, 28 & 35 hari setlah tanam;
    1. Pupuk buah dib’ikan pada saat 45 & 55 hari setlah tanam;
    1. ZA & NPK (perbandingan 1:1) dilakukan 21 hari setlah tanam sebanyak 300 ml, 25 hari setlah tanam sebanyak 400 ml & 55 hari setlah tanam sebanyak 400 ml.
  • Pengairan & Penyiraman : Sistim irigasi yg digunakan sistem Farrow Irrigation: air dialirkan melalui saluran diantara bedengan, frekuensi pemberian air pada musim kemarau 4-6 hari dgn volume pengairan tidak b’lebihan. Bila dgn pompa air sumur (diesel air) penyiraman dilakukan dgn bantuan slang plastik yg cukup besar s’hingga lebih cepat. Tanaman semangka m’erlukan air secara terus menerus & tidak
    kekurangan air.
  • Waktu Penyemprotan Pestisida : Selain pupuk daun, insktisida & fungisida, ada obat lain yaitu ZPZ (zat perangsang tumbuhan); bahan perata & perekat pupuk makro (Pm) b’bentuk cairan. Dosis ZPT: 7,5 cc, Agristik: 7,5 cc & Metalik (Pm): 10 cc utk setiap 14-17 litter pelarut. Penyemprotan campuran obat dilakukan setlah tanaman b’usia >20 hari di lahan. Selanjutnya dilakukan tiap 5 hari sekali hingga umur 70 hari. Penyemprotan dilakukan dgn sprayer utk areal yg tidak t’lalu luas & menggunakan mesin b’tenaga diesel bila luas lahan ribuan hektar. Penyemprotan dilakukan pagi & sore hari t’gantung kebutuhan & kondisi cuaca.
  • Pemeliharaan Lain : Seleksi calon buah merupakan pekerjaan yg penting utk m’peroleh kualitas yg baik (berat buah cukup besar, t’letak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman), calon buah yg dekat dgn perakaran b’ukuran kecil karena umur tanaman relatif muda (ukuran sebesar telur ayam dlm bentuk yg baik & tidak cacat). Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Setiap calon buah ± 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yg kurang baik akibat ketidak-merataan t’kena sinar matahari, s’hingga warna kurang menarik & menurunkan harga jual buah itu sendiri. 
Demikian artikel ttg Budidaya Buah Semangka, semoga bermanfaat
 http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/budidaya-semangka.html 

Baca juga tentang Budidaya Bunga Dahlia melalui link di bawah ini
Budidaya Bunga Dahlia.

Kamis, 06 Desember 2012

Teknik Penyemaian Bibit Bunga Dahlia

Bibit Bunga Dahlia - Budidaya Petani. Berikut adalah artikel tentang cara mendapatkan bibit bunga dahlia.

Teknik Penyemaian Bibit
  • Perbanyakan generatif dengan benih : Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan warna bunga yang baru dan lebih bervariasi. Benih berasal dari tanaman dahlia yang sehat berumur 5 bulan. Benih langsung disemai di atas persemaian yang telah disiapkan. Bedengan persemaian dibuat di atas tanah dengan lebar 1 m dan panjang tergantung besar lahan dengan arah Utara-Selatan. Bedengan dibuat dari campuran humus, pupuk kandang sapi dan tanah yang subur dengan perbandingan 1:1:1. Tinggi bedengan 5 cm. Bibit disebarkan merata di atas bedengan dan ditutup tipis-tipis dengan tanah. Pada musim kemarau bedengan ditutup dengan daun pisang yang telah dicuci atau karung goni yang bersih agar kelembaban bedengan terjaga. Bedengan perlu diberi naungan bila persemaian dilakukan pada musim hujan. Naungan berupa plastik transparan setinggi 80 cm di sisit timur dan 60 cm di sisi barat. Setelah benih berkecambah dan berdaun dua helai, penutup (daun pisang/karung goni) dibuka. Bibit dipelihara dipersemaian sampai berdaun sempurna 2 buah, pada stadia ini akar tanaman belum menyentuh dasar bedengan dan dipindahtanamkan ke polibag transparan 18x15 cm berisi campuran sekam dan pupuk kandang sapi (6:1). Setelah tanaman berdaun 6 helai, dilakukan pindahtanam kedua ke dalam polybag transparan 30x20 cm berisi media yang sama. Di dalam polybag ini tanaman dipelihara sampai berbunga selama 1,5-2 bulan dan siap untuk dijual.
  • Perbanyakan vegetatif dengan stek : Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan bunga dengan warna dan bentuk yang sama dan untuk dahlia besar yang tidak dapat berbiji. Bahan stek diambil dari tunas ketiak yang berukuran 7-10 cm. Untuk menghindari penyakit, gunakan pisau stek/pisau tajam yang bersih untuk memotong tunas. Pembibitan dilakukan di polybag transparan 30x20 cm berisi campuran sekam padi dan pupuk kandang (6:1) dan dipelihara sampai siap jual tanpa dipindahtanam selama 3 hari.
  • Perbanyakan vegetatif dari ubi : Dilakukan pada dahlia kaktus dan semi kaktus. Ubi diambil dari tanaman berumur 7 bulan. Untuk mendapatkan ubi, batang tanaman yang telah habis masa berbunga pertamanya dipotong sampai 10 cm dari permukaan tanah.Tanah digali dan ubi diangkat bersama dengan batang utamanya.
Pemeliharaan Penyemaian
  • Tanaman di Persemaian : Selama persemaian tanaman disiram satu hari sekali dan tidak diberi pupuk karena makanan sudah cukup banyak didapatkan dari bedengan. Penyiangan gulma harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak bibit yang masih mudah rusak.
  • Tanaman di dalam polibag : Tanaman disiram 1-2 hari sekali (pagi-sore) kecuali jika hari hujan. Gulma jarang tumbuh, jika ada disiangi dengan cara dicabut atau diambil dengan cangkul kecil Untuk mencegah hama/penyakit, tanaman disemprot dengan pestisida antracol/Basudin 2 minggu sekali di saat pergantian musim kemarau-hujan dan musim hujan. Pupuk daun Gandasil dan 1 gram NPK diberikan 1 minggu sekali.
Demikian Artikel tentang Cara mendapatkan Bibit Bunga Dahlia, semoga bermanfaat

http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/teknik-penyemaian-bibit.html

Syarat Tumbuh Bunga Dahlia

Syarat Tumbuh Bunga Dahlia - Budidaya Petani. Berikut adalah Syarat Tumbuh Bunga Dahlia supaya Budidaya Buga Dahlia dapat mendapatkan maksimal pertumbuhannya.

IklimYang Cocok Untuk Budidaya Bunga Dahlia
  • Didalam Budidaya Dahlia, tanaman ini memerlukan sinar matahari yang berlimpah tanpa naungan.
Media Tanam Bunga Dahlia
  • Tanaman dapat tumbuh di setiap tanah lempung berpasir yang mengandung humus, memiliki tata udara baik dan gembur.
  • Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini antara pH=6,0-8,0.
Ketinggian Tempat Bunga Dahlia.
  • Budidaya Tanaman Dahlia dapat tumbuh baik pada daratan tinggi dengan ketinggian optimum 700-1.000 m dpl.
Demikian artikel tentang Syarat Tumbuh Bunga Dahlia, semoga bermanfaat.

http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/syarat-tumbuh-bunga-dahlia.html

Budidaya Bunga Dahlia

Budidaya Bunga Dahlia - Budidaya Petani. Dahlia adalah tanaman bunga hias yg berupa tumbuhan tahunan yang tegak yg berasal dari pegunungan Meksiko. Saat ini Budidaya Bunga Dahlia banyak yg membudidayakan karena bunga dahlia menjadi komoditi bunga potong/bunga pot yang penting di berbagai belahan dunia. Di luar negeri, bunga ini mempunyai prospektif sehingga dibentuk kelompok pemerhati bunga.

Untuk Budidaya Bunga Dahlia ada beberapa Jenis. Tanaman Dahlia yang dibudidayakan terdiri atas Dahlia pohon yang tingginya bisa mencapai beberapa meter dan berupa tanaman perdu (tanaman berkayu namun tetap rendah). Bunga dahlia memiliki warna : putih, kuning, jingga, violet, merah, ungu atau campurannya. Diameter bunga terkecil sekitar 5 cm sedangkan yang terbesar sekitar 30 cm. Spesies dahlia yang ada saat ini adalah D. pinnata, D. variabilis, D. coccinea, D. juarezii.

Bunga dahlia kaktus yang berwarna putih banyak diperdagangkan sebab merupakan jenis bunga yang banyak dipakai untuk merangkai bunga dukacita. Jenis Dahlia lain yang kaya warna dijual di dalam polibag yg digunakan untuk tanaman eksterior rumah. Manfaat Bunga Dahlia salah satunya terletak pada umbinya. Ubi dahlia mengandung hampir 70 % pati dalam bentuk inulin. Jika inulin difermentasi oleh enzim tertentu atau oleh jamur tanah, inulin akan berubah menjadi fruktosa, suatu gula yang banyak digunakan dalam pengawetan makanan atau pembuatan sirup. Karena itu, pemanfaatan inulin dari dahlia melalui biokonversi menjadi gula fruktosa.

Syarat Tumbuh Bunga Dahlia
IklimYang Cocok Untuk Budidaya Bunga Dahlia
  • Didalam Budidaya Dahlia, tanaman ini memerlukan sinar matahari yang berlimpah tanpa naungan.
Media Tanam Bunga Dahlia
  • Tanaman dapat tumbuh di setiap tanah lempung berpasir yang mengandung humus, memiliki tata udara baik dan gembur.
  • Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini antara pH=6,0-8,0.
Ketinggian Tempat Bunga Dahlia
  • Budidaya Tanaman Dahlia dapat tumbuh baik pada daratan tinggi dengan ketinggian optimum 700-1.000 m dpl.
PEDOMAN BUDIDAYA
Teknik Penyemaian Bibit
  • Perbanyakan generatif dengan benih : Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan warna bunga yang baru dan lebih bervariasi. Benih berasal dari tanaman dahlia yang sehat berumur 5 bulan. Benih langsung disemai di atas persemaian yang telah disiapkan. Bedengan persemaian dibuat di atas tanah dengan lebar 1 m dan panjang tergantung besar lahan dengan arah Utara-Selatan. Bedengan dibuat dari campuran humus, pupuk kandang sapi dan tanah yang subur dengan perbandingan 1:1:1. Tinggi bedengan 5 cm. Bibit disebarkan merata di atas bedengan dan ditutup tipis-tipis dengan tanah. Pada musim kemarau bedengan ditutup dengan daun pisang yang telah dicuci atau karung goni yang bersih agar kelembaban bedengan terjaga. Bedengan perlu diberi naungan bila persemaian dilakukan pada musim hujan. Naungan berupa plastik transparan setinggi 80 cm di sisit timur dan 60 cm di sisi barat. Setelah benih berkecambah dan berdaun dua helai, penutup (daun pisang/karung goni) dibuka. Bibit dipelihara dipersemaian sampai berdaun sempurna 2 buah, pada stadia ini akar tanaman belum menyentuh dasar bedengan dan dipindahtanamkan ke polibag transparan 18x15 cm berisi campuran sekam dan pupuk kandang sapi (6:1). Setelah tanaman berdaun 6 helai, dilakukan pindahtanam kedua ke dalam polybag transparan 30x20 cm berisi media yang sama. Di dalam polybag ini tanaman dipelihara sampai berbunga selama 1,5-2 bulan dan siap untuk dijual.
  • Perbanyakan vegetatif dengan stek : Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan bunga dengan warna dan bentuk yang sama dan untuk dahlia besar yang tidak dapat berbiji. Bahan stek diambil dari tunas ketiak yang berukuran 7-10 cm. Untuk menghindari penyakit, gunakan pisau stek/pisau tajam yang bersih untuk memotong tunas. Pembibitan dilakukan di polybag transparan 30x20 cm berisi campuran sekam padi dan pupuk kandang (6:1) dan dipelihara sampai siap jual tanpa dipindahtanam selama 3 hari.
  • Perbanyakan vegetatif dari ubi : Dilakukan pada dahlia kaktus dan semi kaktus. Ubi diambil dari tanaman berumur 7 bulan. Untuk mendapatkan ubi, batang tanaman yang telah habis masa berbunga pertamanya dipotong sampai 10 cm dari permukaan tanah.Tanah digali dan ubi diangkat bersama dengan batang utamanya.
Pemeliharaan Penyemaian
  • Tanaman di Persemaian : Selama persemaian tanaman disiram satu hari sekali dan tidak diberi pupuk karena makanan sudah cukup banyak didapatkan dari bedengan. Penyiangan gulma harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak bibit yang masih mudah rusak.
  • Tanaman di dalam polibag : Tanaman disiram 1-2 hari sekali (pagi-sore) kecuali jika hari hujan. Gulma jarang tumbuh, jika ada disiangi dengan cara dicabut atau diambil dengan cangkul kecil Untuk mencegah hama/penyakit, tanaman disemprot dengan pestisida antracol/Basudin 2 minggu sekali di saat pergantian musim kemarau-hujan dan musim hujan. Pupuk daun Gandasil dan 1 gram NPK diberikan 1 minggu sekali.
Cara Menanam Bunga Dahlia di Polibag
  • Media tanam berupa sekam dan pupuk kandang (6:1) dicampur merata.
  • Masukkan media ke dalam polybag 30 x 20 cm sampai mengisi 90 prosen volume.
  • Buat lubang tanam ditengah media, tambahkan 1 gram pupuk NPK.
  • Masukkan bibit dari polybag kecil dan padatkan media di sekitar batang. Siram sampai lembab.
  • Selanjutnya tanaman diberi pupuk NPK sebanyak 1 gram setiap dua minggu. Penyemprotan dengan pestisida Antracol dan Basudin dilakukan jika terlihat gejala serangan penyakit.
  • Pemangkasan daun perlu dilakukan agar bunga yang dihasilkan berkualitas baik. penjarangan bunga bertujuan untuk mendapatkan bunga dengan ukuran maksimal. Kriteria penjarangan bunga adalah: Di setiap pucuk lateral hanya terdapat 6 kuntum bunga dihitung sampai buku ke tiga untuk tanaman Dahlia mini, di setiap pucuk utama dan pucuk lateral hanya terdiri atas 3 kuntum bunga untuk tanaman Dahlia yang besar.
  • Pembentukan Bedengan : Bedengan dibuat dengan lebar 70 cm, tinggi 15 cm dan panjang sesuai dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan 55 cm. Setelah bedengan terbentuk, tanah diolah sedalam 45 cm beberapa kali dengan cangkul. Tambahkan pupuk kandang setebal 15 cm (10-15 ton/ha) dan campur dengan 45 cm tanah bedengan. Haluskan tanah bedengan sampai kedalaman 15 cm. Rapikan kembali bedengan.
Teknik Menanam Bunga Dahlia
  • Pembuatan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat sedalam 20 x 20 x 20 cm pada jarak tanam 65-75 cm.
  • Cara Penanaman Ubi : Ubi diletakkan mendatar di dasar lubang dan tutup dengan tanah setebal 5 cm. Dari tunas yang tumbuh hanya satu atau dua yang dibiarkan tetap tumbuh.
Cara Memelihara/ Merawat Bunga Dahlia Tanaman
  • Penjarangan dan Penyulaman : Untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam dapat dilakukan sampai tanaman berumur 3 minggu. Biasanya bibit tidak tumbuh sempurna jika pengairan terlambat dilakukan terutama jika udara panas. Penjarangan bunga perlu dilakukan terutama jika jumlah bunga dalam satu tangkai terlalu banyak supaya diameter bunga mencapai maksimum. Pada dahlia kaktus (putih) hanya satu bunga yang dibiarkan hidup pada satu tangkai, sedangkan pada dahlia semi kaktus dapat 5 - 6 bunga.
  • Penyiangan : Dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma dan pada saat pemupukan serta pembumbunan. Pencegahan tumbuhnya gulma dapat dilakukan dengan menghamparkan mulsa organik di antara tanaman. Ketika tanaman mencapai 1 m, tanaman dibumbun dan disangga dengan 2 batang bambu agar tidak rebah.
  • Pemupukan : ilakukan setiap 10 hari dengan urea, SP-36 dan KCl masing-masing 2 gram atau NPK sebanyak 5 gram. Pemberian pertama 10 hari setelah pindah tanam. Pupuk diberikan di dalam larikan sejauh 15 cm dari pangkal batang. Tutup pupuk dengan tanah.
  • Pengairan dan penyiraman : Dilakukan sesuai pertumbuhan tanaman. Di awal pertumbuhannya, tanah di sekitar pangkal batang sampai titik terluar tajuk jangan sampai mengering. Pada saat itu, jika perlu tanaman disiram 2-3 kali sehari tergantung dari keadaan cuaca. Setelah itu penyiraman dapat dilakukan setiap 5 hari. Penyiraman juga perlu dilakukan setelah pemberian pupuk.
Hama Tanaman Bunga Dahlia
Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.)
  • Gejala: ulat menyerang tanaman ubi dan batang. Ulat memotong titik tumbuh atau pangkal batang tanaman sehingga tangkai daun atau batang rebah dan layu terutama di siang hari.
  • Pengendalian: dilakukan dengan membunuh ulat bersamaan dengan pembubunan dan penyiangan gulma, pemberian furadan walau tidak selalu efektif dan penyemprotan insektisida Indofuran 3G atau Hostathion.
Penyakit Tanaman Bunga Dahlia
Embun tepung/Powdery mildew
  • Penyebab: jamur Oidium tingitanium Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator).
  • Gejala: bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, daun akan mengering dan gugur.
  • Pengendalian: fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC. Serangan terjadi pada masa perpindahan musim dari hujan ke kemarau.
Virus
  • Penyebab: jenis virus CMV, TSV, TSWV dan DMV.
  • Gejala: pertumbuhan tanaman abnormal sehingga tanaman kerdil.
  • Pengendalian: mengendalikan perkembangan vektor serangga seperti aphid atau trips, merendam benih dalam air panas, menghancurkan tanaman terinfeksi dan menyemprotkan insektisida. Metode yang lebih baik untuk mengeliminasi virus adalah menggunakan bibit dari kultur jaringan dan mendeteksi keberadaan virus dengan test ELISA.
Ciri dan Umur Panen Tanaman Bunga Dahlia
  • Bunga: tiga bulan setelah tanam, bunga pertama dapat dipetik 2 kali seminggu sampai 4 bulan kemudian. Bunga yang siap dipetik telah mekar penuh dengan diameter 10 cm.
  • Ubi: ubi dipanen pada waktu tanaman berumur 7 bulan setelah tanam.
Cara Panen Bunga Dahlia
  • Bunga: bunga dahlia kaktus (ungu muda) dipetik dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 20 cm dari dasar bunga. Bunga dahlia semi kaktus dipanen dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 50 cm dari dasar bunga.
  • Ubi: seluruh tanaman dibiarkan tumbuh beberapa hara supaya sisa-sisa makanan di dalam batang utama dapat diserap oleh umbi. Batang dipotong sampai ketinggian 10 cm dari pangkal batang, tanah di sekitar batang digali dan ubi diangkat bersama-sama dengan batangnya.
Prakiraan Produksi Tanaman Bunga Dahlia
  • Bunga: untuk areal tanam 1 tumbak (14 m 2 ), dihasilkan bunga sebanyak 1500 kuntum setiap minggu selama 4 bulan panen.
  • Ubi: besar ubi dan produksi ubi per batang tergantung dari jenis dahlia. Dahlia kaktus menghasilkan ubi yang besar dan dapat mencapai 2 kg/tanaman. Dalam 10 tumbak (140 m 2 ) dihasilkan 400 kg ubi.
PASCAPANEN
  • Bunga : Setiap 50 tangkai diikat dan dibungkus daun pisang, biasanya bunga langsung dijual ke pasar bunga (konsumen).
  • Ubi : Untuk mendapatkan gula fruktosa dari ubi dahlia dilakukan perlakuan sebagai berikut: Ubi dicuci bersih, dikupas dan dipotong-potong setebal 1 cm, Potongan ubi digodog dengan air selama 20 menit.
Pengemasan Bunga Dahlia
  • Pangkal tangkai bunga dahlia potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai.
  • Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves. Kuntum tidak tertutup seludang, pangkal bunga diberi kapas basah.
  • Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan. Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: Nama barang, Jenis mutu, Nama atau kode produsen/eksportir, Jumlah isi, Negara tujuan.
  • Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65 %.
http://budidaya-petani.blogspot.com/2012/12/budidaya-bunga-dahlia.html 

Baca Juga artikel tentang Tips Memilih Burung Kenari Yang Bagus/ Berkualitas, Pakan Burung Kenari,  Tata Cara Pemberian Pakan Ikan Lele